Currently set to Index
Currently set to Follow

Viral Tagihan Paylater Sampai Rp17 Juta. Kapan Saatnya Kamu Manfaatkan Paylater?

Mau tips bebas utang di era arus teknologi masif seperti saat ini? Jawabannya mudah, Sobat Cuan. Yakni jangan pernah berurusan dengan yang namanya Paylater kalau memang tidak mampu bayar!

Ya, dewasa ini, godaan mata bisa lewat dari segala penjuru. Termasuk, dari internet. Bahkan, di jagat tersebut, kamu bisa membeli apapun secara mudah. Kamu sedang tak punya duit untuk membelinya? Tak usah khawatir, karena berbagai aplikasi pun kini menyediakan fasilitas Paylater. Alias, berutang dulu untuk dibayar kemudian.

Tapi, kalau fasilitas Paylater dilakukan secara serampangan, maka hasilnya akan bikin kantongmu teriak. Seperti unggahan media sosial yang viral beberapa waktu lalu.

Warganet di jagat maya sempat riuh gara-gara curhatan seorang perempuan yang kebingungan membayar tagihan paylater. Terang saja, tagihan paylater perempuan itu mencapai Rp17 juta lebih!

Padahal awalnya, perempuan itu mengaku hanya berutang Rp450.000 saja lho dengan fitur paylater yang bekerjasama dengan salah satu marketplace di Indonesia tersebut. Namun, utang tersebut menggulung dalam tempo satu tahun hingga hampir melewati limit kredit paylater yang diberikan oleh marketplace. Mengapa bisa demikian?

Menurut klarifikasi pihak paylater, akun milik perempuan tersebut terhitung lancar dalam membayar tagihannya. Itulah sebabnya akun tersebut diberi limit paylater hingga Rp18 juta per bulan.

Namun tetap saja, memakai paylater memang membutuhkan kebijaksanaan kamu agar konsumsi jangan sampai mengikis kewarasan.

Paylater, Utang yang Dibayar Kemudian

Banyaknya kasus terkait penggunaan paylater membuatnya jadi sorotan. Selain itu, paylater memang tergolong skema baru dalam jasa keuangan yang menjamur bersamaan dengan banyaknya start up fintech yang bermunculan.

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), paylater adalah istilah yang merujuk pada transaksi pembiayaan barang atau jasa yang memberi kemudahan berupa penundaan pembayaran. Artinya, menggunakan paylater sama saja dengan kamu berutang dan wajib melunasinya di kemudian hari.

Di Indonesia, paylater banyak bekerjasama dengan marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Traveloka hingga Gojek. Kerjasama ini memberikan kamu selaku konsumen, kemudahan untuk membayar barang atau jasa yang kamu butuhkan.

Caranya, kamu hanya perlu mendaftar dengan menyetorkan sejumlah data pribadi dan foto kamu bersama KTP kamu ke aplikasi marketplace. Tim akan memverifikasi kelayakan kamu  untuk menerima jasa paylater berdasarkan aktiviftas kamu di marketplace tersebut.

Saat aplikasi paylater kamu disetujui, kamu akan diberikan limit pinjaman yang disesuaikan dengan kemampuan bayar kamu menurut hasil analisa tim. Jika pembayaranmu lancar, secara berkala paylater akan menaikkan limit pinjaman kamu agar kamu bisa membeli lebih banyak dan membayar kemudian.

Baca juga: Mau Investasi Jangka Pendek Saat Pandemi? Simak Pilihan Aset Berikut!

Viral Tagihan Paylater Sampai Rp17 Juta. Kapan Saatnya Kamu Manfaatkan Paylater?, Pluang

Apakah Menggunakan Paylater demi Belanja Tindakan Salah?

Beberapa perencana keuangan memang tidak menyarankan kamu untuk berutang hanya demi belanja sesaat. Alasannya, karena benda-benda tersebut merupakan benda konsumsi. Di mana, nilai manfaatnya akan habis bertepatan dengan “habisnya” barang tersebut.

Anggap saja seperti ini, Sobat Cuan. Kamu ingin membeli skincare seharga Rp2 juta, namun kamu membayarnya dengan skema paylater dengan cicilan enam bulan.

Sekarang, anggap saja skincare-mu sudah habis dalam waktu tiga bulan, artinya kamu masih punya sisa tiga bulan lagi untuk melunasi tagihan paylater-mu, kan? Sehingga, dalam kasus ini, kamu masih harus dibebani urusan finansial meskipun nilai manfaat barang yang kamu beli sudah habis.

Di samping itu, kamu juga harus membayar bunga pinjaman paylater-mu. Memang, bunganya mungkin terbilang kecil, tapi hal itu tetap saja membebani kantongmu, bukan?

Kapan Saatnya Kamu Menggunakan Paylater?

Oleh karenanya, berbelanja dengan berutang seharusnya adalah hal yang sebisa mungkin kamu hindari. Bahkan, ini nampaknya menjadi tips bebas utang paling utama yang perlu kamu lakukan.

Hanya saja, yang namanya utang pun tidak salah asal kamu bisa mengembalikannya tepat waktu. Dengan kata lain, dalam konteks paylater, tentu saja ada momen-momen tertentu di mana kamu bisa memanfaatkan fasilitas tersebut.

Lantas, seperti apa waktu yang tepat bagi kamu untuk menggunakan paylater?

1. Kepepet

Belum gajian tapi botol shampo sudah diisi dengan air? Atau mau berangkat kerja tapi saldo ojek online sudah sekarat? Nah, kamu bisa menanggulangi permasalahan hidup tersebut dengan paylater.

Memang, tujuanmu adalah untuk konsumsi. Tapi masalahnya, konsumsi kali ini menyangkut keberlangsungan hidup kamu. Sehingga, kamu boleh memanfaatkan fasilitas paylater yang dimaksud asalkan memang tingkat urgensinya sangat tinggi.

Lagipula, fasilitas paylater juga terbilang lebih mudah kamu nikmati saat kepepet ketimbang sumber lain, misalnya meminjam ke teman atau tetangga. Tapi, kamu harus ingat untuk melunasinya tepat waktu ya, Sobat Cuan!

2. Tips Bebas Utang Paylater: Raih Penghasilan dari Barang Kreditan

Menurut perencana keuangan, seseorang memang diperkenankan berutang asal utangnya produktif. Dalam artian, utangmu bisa berbuah menjadi pendapatan, yang tentu saja digunakan untuk melunasi utangmu, membayar bunganya, plus tercatat sebagai penghasilan tambahanmu.

Makanya, perencana keuangan pun memperbolehkanmu berutang untuk membeli aset seperti rumah dan ruko, misalnya saja. Harga tanah yang terus melambung mungkin akan membuat kamu kesulitan membeli aset ini jika ditunda-tunda lagi. Kamu bisa mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan mencicilnya agar dapar membeli saat harga sedang murah sekaligus berhemat uang sewa rumah.

Selain itu, utang untuk menambah modal usaha juga tergolong utang yang sehat. Selama kamu punya perhitungan yang baik berapa cicilan yang sanggup kamu bayar dengan laba usaha kamu, utang seperti ini tidak akan merepotkan.

Namun, bagaimana hal produktif itu bisa kamu aplikasikan dengan memanfaatkan paylater?

Masih mengambil contoh skincare dengan skema paylater di atas. Mungkin, kamu bisa membeli skincare tersebut untuk kemudian menjualnya kembali dalam bentuk sharing jars. Nantinya, pendapatanmu dari aktivitas itu bisa kamu gunakan untuk membayar bunga plus cicilan dari tagihan paylater-mu.

Atau, kamu juga bisa menggunakan paylater untuk membeli ponsel. Ponsel itu kemudian kamu gunakan untuk mencari penghasilan tambahan, seperti berinvestasi di aplikasi Pluang. Cuannya tentu bisa kamu gunakan untuk membayar cicilannya dan bunga paylater-mu.

3. Barang Promo dan Diskonan

Pernah tergoda dengan barang diskonan dan tertarik untuk membelinya? Nah, daripada kehilangan momentum, lebih baik kamu segera serbu barang incaranmu tersebut!

Meski demikian, tetap ada rambu-rambu yang perlu kamu perhatikan sebelum melakukannya seperti berikut:

  1. Pastikan harga barang tersebut tidak melebihi penghasilanmu saat ini.
  2. Bandingkan harga promo dengan harga asli. Kamu bisa membeli barang tersebut selama harga promo plus biaya administrasi paylater-nya masih lebih rendah dibanding harga aslinya.
  3. Kamu tidak memiliki utang lainnya.

Baca juga: Sobat Cuan, Ini Lho Manfaat Berinvestasi di Saham Blue Chip!

Tips Bebas Utang dengan Paylater

Berutang untuk konsumsi memang tidak disarankan. Tapi, kamu masih bisa menggunakan paylater secara bijak sebatas untuk mengatur pengeluaran kamu.

Berikut ini adalah tips bebas utang dengan paylater yang harus kamu perhatikan agar kamu tidak bangkrut.

1. Batasi Nilai Pinjaman Sesuai Kemampuan Bayar

Meskipun paylater menaikkan limit kredit kamu bulan ini, bukan berarti kamu bisa menghabiskan limit tersebut seenaknya. Ingat, di akhir bulan nanti kamu tetap harus membayar tagihan paylater kamu tepat waktu agar tidak kena bunga.

Tagihan paylater masuk dalam  porsi cicilan utang. Menurut pakar perencana keuangan, Prita Ghozie Hapsari, porsi total ciclan utang idealnya tidak lebih dari 30% total pemasukan bulanan kamu. Jadi, pastikan cicilan paylater kamu beserta cicilan lainnya melebihi batas itu ya, Sobat Cuan.

2. Pahami Kontrak Perjanjian

Saat mengajukan aplikasi, pihak paylater akan memberi kamu kontrak perjanjian yang berlaku jika kamu betransaksi dengan paylater. Kamu juga bisa membaca kembali di laman paylater setelahnya.

Pastikan kamu paham dengan isi kontrak perjanjian. Juga, pastikan kamu tidak dirugikan dengan poin-poin perjanjiannya.

3. Melunasi Dana Pinjaman Tepat Waktu

Kalau kamu tidak ingin terkena denda, tentu kamu harus melunasi tagihan paylater kamu tepat waktu ya, Sobat Cuan. Ingat, kamu tidak boleh berutang dengan paylater. Jadi kamu harus melunasinya tiap kali jatuh tempo. Pastikan betul jumlah tagihan kamu dengan kemampuan bayar kamu agar kamu tidak kesulitan melunasi tepat waktu.

Baca juga: Bansos Kemensos Rp600.000 Menanti. Cek Cara Daftar Penerimanya!

4. Perhatikan Suku Bunga dan Biaya Admin pada Fitur Paylater

Beberapa paylater yang bekerjasama dengan marketplace memang menyediakan fitur cicilan 0%. Tapi kamu harus jeli sebab mereka menetapkan biaya admin yang ditambahkan di awal. Meskipun jumlahnya tidak seberapa, secara persentase biaya admin ini juga cukup menguras dompet, loh, Sobat Cuan.

5. Ketahui Denda Keterlambatan Jika Kamu Gagal Bayar

Kebijakan tiap paylater bisa berbeda-beda dalam hal besaran denda. Kamu harus tau pasti berapa denda yang akan dikenakan padamu jika sampai kamu telat bayar.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Kompas, Detik, Avrist, Liputan 6

spot_img

Artikel Terbaru

Performance Marketing Manager

0

Product Manager

0

Product & UX Researcher

0
spot_img