Currently set to Index
Currently set to Follow

Apa Itu Ekonomi Maju?

Negara maju adalah negara dengan teknologi dan ekonomi maju, berstandar hidup relatif tinggi berkat teknologi tinggi dan ekonomi yang merata. Sistem ekonomi maju menunjukkan GDP per kapita yang tinggi.

Perekonomian maju adalah karakteristik negara maju dengan tingkat pertumbuhan dan keamanan ekonomi yang relatif tinggi. Kriteria standar untuk mengevaluasi tingkat pembangunan negara adalah pendapatan per kapita atau produk domestik bruto per kapita.

Sistem ekonomi maju juga diukur oleh tingkat industrialisasi, standar hidup umum, hingga jumlah infrastruktur teknologi. Selain itu, faktor non-ekonomi juga dapat digunakan mengukur ekonomi maju.

Di antaranya adalah Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index, HDI) yang mengukur tingkat pendidikan, melek huruf, dan kesehatan suatu negara. HDI dalam sistem ekonomi maju digunakan untuk mengevaluasi ekonomi atau tingkat pembangunan.

Akan tetapi, jika produk domestik bruto per kapita tinggi sedangkan infrastruktur negara tersebut buruk dan terjadi kesenjangan pendapatan, negara tersebut tidak dianggap negara maju. Jadi, yuk, ketahui lebih lanjut mengenai faktor-faktornya!

Baca juga: Apa Itu PDB Per Kapita?

Memahami Negara dengan Sistem Ekonomi Maju

Metrik yang paling umum digunakan untuk menentukan apakah suatu perekonomian terbilang maju adalah produk domestik bruto (PDB) per kapita. Meski tidak ada tingkat yang ketat bagi suatu perekonomian untuk dianggap maju.

Beberapa ekonom menganggap USD 12.000 hingga USD 15.000 per kapita sudah cukup untuk status ekonomi maju. Sementara, beberapa pihak menganggap negara baru dikatakan maju jika PDB per kapita sebesar USD 25.000 atau USD 30.000.

PDB per kapita AS pada 2019 sebesar USD 65.111.

Akan tetapi, PDB per kapita yang tinggi saja tidak memberikan status ekonomi maju. PBB, bagaimanapun, masih menganggap Qatar sebagai negara berkembang. Padahal, PDB per kapita Qatar terbilang tinggi, pada 2019 saja sebesar USD 69.688. Kategori negara berkembang ini lantaran di Qatar terjadi ketimpangan pendapatan yang ekstrem. Selain itu, infrastruktur yang kurang dan terbatasnya kesempatan pendidikan bagi warga negara tidak mampu juga menjadi faktor yang dihitung.

Sementara untuk negara yang sulit dikategorikan sebagai ekonomi maju atau ekonomi berkembang, para ekonom beralih ke faktor lain. Pengukuran standar hidup, seperti angka kematian bayi dan harapan hidup termasuk berguna. Kendati, tak ada batasan yang ditetapkan untuk faktor pengukuran ini.

Meski mereka mencatat juga bahwa sebagian besar negara maju memiliki kurang dari 10 kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup. Usia rata-rata penduduk pun berkisar hingga 75 tahun atau lebih.

Sejauh ini, negara dengan ekonomi maju termasuk Amerika Serikat, Kanada, dan sebagian besar Eropa Barat, termasuk Inggris dan Perancis.

Baca juga: Apa Itu Standar Deviasi?

Indeks Pembangunan Manusia

IPM atau HDI ditentukan berdasarkan tiga standar kriteria hidup. Di antaranya tingkat melek huruf, akses ke pendidikan, dan akses ke perawatan kesehatan. Kuantifikasi data diukur dengan standar antara 0 dan 1. Sebagian besar negara dengan standar ekonomi maju memiliki angka HDI di atas 0,8.

PBB, dalam peringkat HDI tahunannya, melaporkan bahwa pada 2019, Norwegia memiliki IPM tertinggi di dunia. Skornya mencapai 0,954. Sementara AS berada di peringkat ke-15 di 0,920.

Sepuluh negara teratas dalam IPM adalah Norwegia, Swiss, Irlandia, Jerman, Hong Kong (China), Australia, Islandia, Swedia, Singapura, dan Belanda.

Nigeria memiliki skor IPM terendah, yaitu 0,377 di antara 189 negara.

Bagaimana Dengan Negara Berkembang?

Berbagai istilah kategori ekonomi maju dan berkembang dihadirkan selama beberapa dasawarsa terakhir untuk menentukan kemajuan yang dicapai negara.

Istilah negara berkembang ataupun negara kurang berkembang umumnya dipakai untuk merujuk pada negara yang tidak menikmati tingkat keamanan ekonomi, industrialisasi, dan pertumbuhan yang sama seperti negara maju.

Sementara itu, istilah “negara dunia ketiga” untuk menggambarkan negara berkembang saat ini sudah dianggap usang dan ofensif.

Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (The United Nations Conference on Trade and Development) mencatat bahwa negara-negara paling tidak berkembang di dunia “dianggap sangat tidak beruntung”.

Mengapa? Karena banyak negara ini tidak mencapai taraf ekonomi maju terbilang karena alasan geografis ataupun risiko lainnya yang menyebabkan gagal keluar dari garis kemiskinan.

Seringkali diklaim oleh para pendukung globalisasi bahwa globalisasi dapat membantu mengangkat status ekonomi berkembang ini keluar untuk mencapai ekonomi maju. Manfaat ini, bagaimanapun, terjadi di kawasan Asia-Pasifik. Meskipun demikian, globalisasi belum mengakar di semua negara berkembang.

Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

Sumber: Investopedia

Simak juga:

Dibanderol Rp1,5 Juta per Kg, Kinmemai Premium Jadi Beras Temahal di Dunia

Psst.. Ini 5 Rahasia Sukses Warren Buffett, Tokoh Investasi Paling Sukses di Dunia

Laundromat, Film Netflix yang Bongkar Pengaruh Panama Papers pada Hidup Orang Kaya

Mencoba Peruntungan di 7 Negara dengan Gaji Tertinggi di Dunia, Minat?

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img