Currently set to Index
Currently set to Follow

Apa Itu Correlation Coefficient?

Correlation coefficient alias koefisiensi korelasi adalah ukuran statistik dari kekuatan hubungan antara pergerakan relatif dua variabel. Rentang nilai antara -1,0 dan 1,0. Jika angka yang dihitung correlation coefficient lebih besar dari 1,0 atau kurang dari -1,0, berarti ada kesalahan dalam pengukuran korelasi.

Dalam penghitungan correlation coefficient, korelasi -1,0 menunjukkan korelasi negatif sempurna, sedangkan korelasi 1,0 menunjukkan korelasi positif sempurna. Sementara, korelasi 0,0 menunjukkan tidak ada hubungan linier antara pergerakan kedua variabel.

Statistik correlation coefficient adalah hal yang lazim digunakan dalam keuangan dan investasi. Misalnya, correlation coefficient dapat dihitung untuk menentukan tingkat korelasi antara harga minyak mentah dan harga saham perusahaan penghasil minyak.

Dalam kasus itu, misalnya saja perusahaan minyak seperti Exxon Mobil Corporation. Karena perusahaan minyak memperoleh keuntungan lebih besar saat harga minyak naik, korelasi antara kedua variabel tersebut sangat positif.

Ada beberapa jenis koefisien korelasi, tetapi yang paling umum adalah korelasi Pearson ( r ). Korelasi ini mengukur kekuatan dan arah hubungan linier antara dua variabel.

Dalam kasus korelasi ini, kita tidak dapat menangkap hubungan nonlinier antara dua variabel dan tidak dapat membedakan antara variabel dependen dan independen.

Baca juga: Apa Itu Profit?

Memahami correlation coefficient adalah upaya memahami relasi variabel dalam investasi

Nilai tepat 1,0 dalam suatu correlation coefficient adalah tanda bahwa ada hubungan positif sempurna antara kedua variabel. Untuk peningkatan positif pada satu variabel, ada juga peningkatan positif pada variabel kedua.

Sementara itu, nilai -1,0 berarti terdapat hubungan negatif sempurna antara kedua variabel tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa variabel bergerak berlawanan arah.

Untuk kenaikan positif pada satu variabel, ada penurunan pada variabel kedua. Jika korelasi antara dua variabel adalah 0, maka tidak ada hubungan linier di antara keduanya.

Kekuatan hubungan variabel ini bervariasi dalam derajat berdasarkan nilai koefisien korelasi. Misalnya, nilai 0,2 menunjukkan ada korelasi positif antara dua variabel, tapi itu lemah dan kemungkinan besar tidak penting.

Analis di beberapa bidang ekonomi ini tidak menganggap korelasi penting sampai nilainya melebihi setidaknya 0,8. Namun, correlation coefficient adalah juga tanda yang menunjukkan hasil yang kuat, terutama jika nilai absolut 0,9 atau lebih besar.

Intinya, nilai koefisien korelasi kurang dari +0,8 atau lebih besar dari -0,8 tidak dianggap signifikan.

Secara keseluruhan, investor dapat menggunakan perubahan statistik korelasi untuk mengidentifikasi tren baru di pasar keuangan, ekonomi, dan harga saham.

Persamaan koefisien korelasi adalah sebagai berikut:

correlation coefficient adalah

Baca juga: Apa Pengaruh Pelemahan Ekonomi Global dengan Turunnya Harga Minyak Dunia?

Statistik korelasi dan investasi

Korelasi antara dua variabel sangat membantu saat berinvestasi di pasar keuangan. Misalnya, korelasi dapat membantu dalam menentukan seberapa baik kinerja reksa dana relatif terhadap indeks patokannya, atau reksa dana atau kelas aset lainnya.

Dengan menambahkan reksa dana rendah atau berkorelasi negatif ke portofolio yang ada, investor mendapatkan keuntungan diversifikasi. Artinya, investor dapat menggunakan aset atau sekuritas yang berkorelasi negatif untuk melindungi portofolio mereka dan mengurangi risiko pasar karena volatilitas atau fluktuasi harga yang liar.

Banyak investor melakukan lindung nilai terhadap risiko harga portofolio, yang secara efektif mengurangi keuntungan atau kerugian modal karena mereka menginginkan pendapatan atau hasil dividen dari saham atau sekuritas.

Statistik correlation coefficient adalah juga metode yang memungkinkan investor untuk menentukan kapan korelasi antara dua variabel berubah. Misalnya, saham bank biiasanya memiliki korelasi yang sangat positif dengan suku bunga. Ini karena suku bunga pinjaman seringkali dihitung berdasarkan suku bunga pasar.

Jika harga saham bank turun sementara suku bunga naik, investor bisa mendapatkan keringanan. Jika harga saham bank sejenis di sektor tersebut juga naik, investor dapat menyimpulkan penurunan saham bank tersebut bukan karena suku bunga. Sebaliknya, bank yang berkinerja buruk kemungkinan besar berurusan dengan masalah internal yang fundamental.

Di sini, kita bisa lihat correlation coefficient adalah metode yang terbilang berguna untuk memahami korelasi antara faktor tertentu dengan kemungkinan investasi kita.

Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

Sumber: Investopedia

Simak juga:

10 Daftar Orang Terkaya di Dunia, Siapa Sih yang Paling Menginspirasi?

Hemat Waktu, Simak Tahapan Cara Registrasi SKCK Online di Sini!

27 Kata-kata Motivasi dari Tokoh Sukses Dunia Ini Jamin Bikin Kamu Semangat Lagi!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img