Ekonomi Dunia Pasca Pandemi, Apakah yang Harus Investor Ketahui?

0
99
ekonomi dunia pasca pandemi

Dengan berlanjutnya pandemi COVID-19, kita dapat melihat keadaan ekonomi dunia dengan melihat keadaan negara saat ini yang berada di fase pemulihan pasca pandemi. Atau, masih ada negara yang mengalami kesulitan untuk mengontrol penyebaran virus. Ibukota Indonesia telah gagal untuk mempertahankan “new normal” karena PSBB total kembali dilakukan. Di sisi lain, beberapa negara lain telah berada di posisi menang di era pasca pandemi. Sementara itu, AS sedang mendapat dukungan kuat dari saham teknologi di pasar ekuitas sepanjang pandemi ini.

Rally Saham Teknologi Menopang S&P500

Selama beberapa bulan terakhir, pasar saham AS telah melewati naik turun yang digerakkan oleh saham teknnologi. Selain itu, beberapa saham teknologi ini juga telah memimpin pasar mencapai rekor level tertinggi baru dengan valuasi yang tinggi.

Meskipun sedang berada dalam pendemi, penghasilan dari saham teknologi naik sebesar 0.5% di kuarter ke-2. Pendapatan S&P500 telah terkontraksi sekitar 27% year-on-year berdasarkan basis pro-forma. Sebaliknya, sektor teknologi telah memberi kontribusi sebsar 16% terhadap pendapatan indeks di tahun 2000, puncak dot-com bubble. Terjadi kontraksi pada setengah tahun pertama di 2001, sebelum berubah menjadi negatif di kuarter ke-3.

Perkembangan lebih lanjut pada software dan meninggalkan hardware telah memimpin akselerasi pada pertumbuhan penjualan teknologi. Alhasil, neraca keuangan tersebut dapat dikatakan kaya akan uang kas. Margin arus kas bebas telah pulih menjadi lebih dari 23% hari ini, hanya kurang 5% dibandingkan setelah tech bubble. Pada tingkat saat ini, hal ini menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan pasar yang lebih luas.

Minggu lalu, indeks S&P500 jauh 2.49% karena sektor teknologi mengalami penurunan sebesar 4.3% di imbal hasil. Tetapi dilihat dari YTD, indeks telah mengalami kenaikan sebesar 4.8%. Kemungkinan dipengaruhi oleh kenaikan 24.2% di teknologi dan pengeluaran consumer discretionary di tengah pandemi.

Pemenang di Era Pasca Pandemi

Pandemi COVID-19 masih berlanjut dan virus terus menyebar di titik utama di dunia. Namun, banyak yang bertanya bagaimanakah ekonomi dunia dan negara mana yang akan berhasil melalui semuanya setelah pandemi berlalu. Morgan Stanley telah menyusun daftar calon pemenang berdasarkan penilaian dampak pandemi.

Analis menyaring semua negara ekonomi utama, maju dan berkembang. Yang dianggap sebagai kekuatan utama yang penting di era pasca pandemi adalah: pasar domestik yang kuat (atau ekspor yang sangat kuat), hutang rendah, pemerintah yang kompeten , dan kecanggihan digital. Keempat kriteria tersebut didasarkan pada sepuluh aturan Morgan Stanley untuk melihat ekonomi yang menjanjikan.

Amerika Serikat dan China tidak termasuk dalam daftar karena memiliki hutang yang besar. Selain itu, ada keraguan tentang bagaimana pemerintah mereka menangani pandemi. Di sisi lain, kejutan terbesar dalam daftar adalah Rusia. Rusia mampu berubah menjadi “benteng keuangan” yang tidak terpengaruh oleh pasar global.

Setelah Rusia ada juga Jerman, Vietnam dan Taiwan. Jerman hampir menduduki posisi teratas keempat kategori karena lockdown berlangsung hampir sebulan berkat tanggapan cepat yang terkoordinasi dengan baik antara pemerintah pusat dan daerah. Jerman adalah salah satu dari sedikit negara yang mengalami pandemi dengan tingkat utang yang relatif rendah. Negara ini mampu mengeluarkan paket stimulus domestik terbesar dibandingkan negara besar mana pun.

Di Asia, Vietnam dinilai paling berhasil dalam mengatasi pandemi karena tercatat hanya ada 34 kematian per 3 September. Hal ini membuktikan efisiensinya sebagai pemerintah pasca-komunis. Sementara itu, ekonomi domestiknya berhasil beradaptasi dengan era internet seluler.

Taiwan, di sisi lain, mendapat sorotan dengan menjadi salah satu dari sedikit negara di dunia yang mampu tumbuh dengan pesat selama lima dekade berturut-turut. Taiwan telah menjadi salah satu negara digital dunia karena investasinya yang besar di bidang teknologi. Dengan membatasi tingkat kematian COVID-19 pada 0,3 per juta, terendah di antara negara-negara maju, Taiwan tetap masuk dalam daftar bahkan dengan ekonomi konsumen yang terlilit hutang.

Perkembangan Ekonomi Dunia – Rem Darurat di Jakarta

Dengan kapasitas tempat tidur rumah sakit hampir 77% penuh, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan PSBB akan dimulai kembali pada Rabu (9/9) lalu. Hanya 11 sektor penting yang diizinkan beroperasi dengan kapasitas terbatas, sementara industri lain kemungkinan besar mengharuskan karyawan untuk bekerja dari rumah.

Rekor peningkatan 3.861 kasus infeksi COVID-19 baru yang dilaporkan pada hari Kamis, juga diikuti oleh 3.737 kasus baru pada hari Jumat. Beberapa menteri Presiden Jokowi telah menyatakan kekhawatiran tentang penerapan kembali PSBB di Jakarta karena dapat menghambat pemulihan negara. Jokowi telah mencatat bahwa kesehatan masyarakat adalah kunci pemulihan ekonomi dan bahwa negara telah membuat kemajuan signifikan untuk mengatasi wabah tersebut. Tetapi selama beberapa minggu terakhir, tingkat penularan di Indonesia justru melonjak ke level tertinggi baru.

Peneliti biostatistik di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Iwan Ariawan, telah melaporkan bahwa kasus sebenarnya telah menurun selama PSBB penuh pertama. Tetapi, melonjak lagi setelah kota memasuki fase “transisi”. Iwan juga percaya bahwa protokol Kementerian Kesehatan harus diubah untuk mewajibkan semua kontak dekat segera diuji. Saat ini, kementerian merekomendasikan isolasi diri selama 14 hari dan bahkan. Sementara itu, Iwan telah menganjurkan pemantauan yang lebih ketat.

Dengan kasus virus korona hampir 222.000, dan Jakarta menyumbang sekitar seperempatnya, lockdown sangat dibutuhkan. Tetapi banyak yang meragukan apakah keputusan ini akan efektif. Apalagi, untuk mencegah jatuhnya ekonomi dan sistem kesehatan.

Setelah melihat keadaan ekonomi dunia pasca pandemi, apakah tanggapan kamu? Meskipun AS tidak termasuk dalam daftar negara yang menang menurut daftar Morgan Stanley, tetapi S&P500 telah menunjukkan kinerja yang bagus sejauh ini. Untuk mendapatkan akses investasi dan mulai investasi pada S&P500, kamu dapat melakukannya di Pluang. Produk S&P500 Pluang akan segera hadir di bulan September, loh!

Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

Simak juga:

Analisa Pasar: Penjualan TikTok Terhambat dan Ancaman Resesi Indonesia

5 Fakta Unik Indeks Saham Amerika S&P 500

Strategi Aktif dan Pasif dalam Investasi Saham

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here