Investasi Pada Pendapatan Tetap vs. Ekuitas, Bedanya Apa?

0
482
investasi pendapatan tetap

Sering dong mendengar istilah investasi pendapatan tetap? Kira-kira jenis investasi yang seperti apa sih itu, dan bagaimana cara kerjanya? Simak selengkapnya dalam artikel Cerdas Cuan kali ini!

Di serial #CerdasCuan ini, topik yang akan kamu pelajari adalah: 

  • Perbedaan antara Pendapatan Tetap dan Ekuitas
  • Berinvestasi dalam Pendapatan Tetap dan Ekuitas

Investasi Pendapatan Tetap VS Ekuitas; Ketahui Dulu Jenis Kelas Asetnya

Seperti yang telah kita pelajari dari seri lain tentang jenis investasi, setidaknya ada lima jenis kelas aset: emas, pasar uang, pendapatan tetap, properti, dan ekuitas. Di antara kesemuanya, dua kelas aset yang paling utama ialah pendapatan tetap dan ekuitas. Simak yuk ulasannya di bawah ini!

Produk Investasi Pendapatan Tetap mengacu pada investasi dalam efek utang jangka panjang yang dikeluarkan oleh pemerintah, bank, dan terkadang juga perusahaan. Periodenya beragam dari satu hari hingga 10 tahun, dan bunga yang diberikan juga bervariasi. 

Ekuitas, di sisi lain, termasuk saham. Saham mewakili kepemilikan dalam suatu perusahaan. Jika kamu memiliki 100 lembar saham di BCA, artinya kamu memiliki porsi 100 saham dari total saham publik BCA yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Ekuitas dapat memberikan imbal dari kenaikan modal serta dividen. Tapi, tidak ada periode tertenru atau jaminan pengembalian modal di akhir sebuah periode.

Investasi Pendapatan Tetap VS Ekuitas, Apa Bedanya?

Kriteria Pendapatan Tetap Ekuitas
Status Pemilik obligasi adalah kreditor dan hanya dapat mengklaim jumlah pinjaman dan bunga dari pinjaman tersebut. Pemilik ekuitas memiliki saham di perusahaan dan dapat mengklaim laba.
Penerbit Institusi pemerintah, institusi finansial dan korporasi Korporasi
Risiko Rendah, bunga tetap telah dijanjikan, dan tidak bergantung pada performa perusahaan. Risiko tinggi, bergantung pada performa perusahaan dan keadaan pasar. 
Hak Klaim Aset Saat perusahaan bangkrut, pemilik obligasi akan diprioritaskan. Saat perusahaan bangkrut, pemilik saham memiliki hak klaim terakhir atas aset.
Imbal Hasil Rendah, tapi imbal dari bunga terjamin. Imbal tinggi karena risiko juga tinggi. 
Dividen Tidak menghasilkan dividend. Dividends, as cash flow of equity, paid at management’s discretion.
Keterlibatan Tidak memiliki hak voting dan bersuara untuk urusan perusahaan. Memiliki hak voting.

Baca juga: Mau Coba Investasi Reksadana? Ini 11 Platform Reksadana Online Terbaik di Indonesia

Alokasi Investasi

Baik ekuitas dan aset investasi pendapatan tetap penting sehubungan dengan alokasi portofolio. Pengembalian dari imbal dalam kategori pendapatan tetap dan ekuitas tidak saling berkorelasi. Alasannya adalah karena secara historis, harga saham dan obligasi cenderung bergerak secara independen dan dengan besaran yang berbeda pada waktu tertentu.

Karena investasi pendapatan tetap memberikan imbal hasil yang stabil dari waktu ke waktu, itu akan menambah hasil yang diprediksi untuk portofolio kamu. Di sisi lain, investasi ekuitas lebih fluktuatif dengan risiko dan imbal yang lebih tinggi, tetapi akan membantu untuk mengalahkan inflasi karena manfaat dari keuntungan imbal yang lebih tinggi.

Cara ini adalah strategi yang cocok untuk mempertahankan portofolio investasi yang seimbang dengan berinvestasi dalam kombinasi produk ekuitas dan pendapatan tetap. Berapa banyak alokasi dan cara mengelolanya lagi tergantung pada tingkat toleransi risiko kamu #SobatCuan.

Mari kita uji pengetahuan kalian mengenai pendapatan tetap!!

powered by Typeform

Simak juga:

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here