Currently set to Index
Currently set to Follow

Langkah-langkah Memulai Investasi

Bagaimana cara memulai investasi bagi pemula? Pertanyaan ini sering kali muncul bagi mereka yang baru memulai memasuki pasar investasi. Simak yuk ulasannya seperti di bawah ini!

Di serial #CerdasCuan ini, topik yang akan kamu pelajari adalah:

Bagaimana Cara Memulai Investasi – Menentukan Tujuan Finansial

Agar dapat sukses dalam berinvestasi, kamu harus terlebih dahulu tahu dan menentukan tujuan keuanganmu.

Ketika kamu berinvestasi,  kamu menempatkan dana kamu saat ini ke dalam sekuritas atau aset berwujud untuk tujuan mendapatkan peningkatan nilai, imbal hasil, atau keduanya di masa depan. Kamu perlu waktu, pengetahuan, dan disiplin untuk berinvestasi.

Tujuan keuangan dibuat untuk mengetahui tujuan investasi dan menabung, serta melakukan pengeluaran, yang dipengaruhi oleh kebutuhan atau keinginan.

Sebagai contoh: untuk melunasi utang, menabung untuk pensiun, membeli rumah, atau lainnya.

Ini akan membantumu merencanakan masa depan karena dengan memiliki tujuan, tindakan yang kamu ambil hari ini akan berpengaruh.

Hal-hal yang harus dipertimbangkan ketika menetapkan tujuan keuanganmu adalah:

  • Jumlah dari tujuan finansial
  • Horizon waktu: jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang

Bagaimana Cara Memulai Investasi – Memahami Toleransi Risiko

  • Toleransi risiko adalah tingkat risiko yang dapat ditangani oleh seorang investor ketika ada penurunan dalam nilai investasi.
  • Toleransi terhadap risiko ini bervariasi dengan usia, tahap kehidupan, pendapatan, tujuan keuangan, dan tingkat kenyamanan pribadi.
  • Cara yang paling umum untuk menentukan toleransi risiko adalah dengan mengisi kuesioner.
  • Pada umumnya, ada tiga tingkat toleransi risiko untuk profil investor:
    • Agresif: bersedia menerima risiko maksimum untuk imbal hasil maksimum, memiliki pengetahuan tentang pasar
    • Moderat: bersedia menerima beberapa risiko, tetapi berusaha untuk menemukan keseimbangan
    • Konservatif: memiliki tujuan untuk hanya melestarikan modal

Sebelum memulai investasi, kamu perlu mengetahui toleransi risiko kamu. Dengan begitu, kamu akan memiliki pemahaman mengenai jenis investasi yang cocok untukmu atau mana yang harus dihindari.

Salah satu cara untuk mengelola toleransi risiko adalah dengan melakukan diversifikasi investasi. 

Diversifikasi berarti berinvestasi di kelas aset yang berbeda (saham, obligasi, kas, dan lainnya) yang bergerak dalam arah yang berbeda pada waktu yang berbeda. Atau dengan kata lain, tidak memiliki korelasi

Dengan mendiversifikasi portofolio kamu, nilai dari total aset kamu akan terlindungi jika ada kelas aset tertentu yang nilainya turun pada waktu tertentu.

Bagaimana Cara Memulai Investasi – Hubungan antara Risiko dan Imbal Hasil (Return)

Istilah High Risk High Return sering terdengar dalam dunia investasi. Prinsipnya adalah sebagai berikut:

  • Semakin tinggi risiko, semakin tinggi hasil yang akan didapatkan investor. 
  • Dan sebaliknya, ketika imbal hasil tinggi, maka aset itu akan memiliki risiko yang tinggi.

Berikut adalah jenis-jenis aset mengenai beberapa tipe investasi di Indonesia, dimulai dari aset yang memiliki risiko terendah.

Berdasarkan profil risiko kamu, pilihan investasi kamu dapat disesuaikan. Seperti yang bisa kita lihat dari grafik di atas, investasi pada Fixed Income/Money Market memiliki risiko terendah tapi imbalnya pun rendah. Lalu, setelah itu adalah investasi Emas yang menghasilkan imbal lebih tinggi dan lebih memiliki risiko. Lalu diikuti dengan Ekuitas atau saham, dan yang paling berisiko adalah Cryptocurrency.

Risiko dalam berinvestasi 

Tiap jenis aset memiliki risk dan return yang tingkatnya berbeda. Risiko dari jenis-jenis aset pun berbeda. Sebagai investor, kita perlu mengerti risiko apa saja yang dapat dihadapai saat berinvestasi, bukan hanya imbalnya. Nah, di bawah ini adalah beberapa jenis risiko yang dapat dihadapi investor saat berinvestasi: 

  • Risiko tingkat bunga – perubahan mungkin mengurangi keuntunganmu (risiko utama untuk investasi bunga tetap)
  • Risiko pasar – yang disebabkan oleh perubahan ekonomi yang mempengaruhi seluruh pasar
  • Sektor – ketika risiko terjadi di sektor industri tertentu
  • Risiko mata uang – akan mempengaruhi investasi luar negeri yang melibatkan nilai pertukaran mata uang
  • Likuiditas – ketika kamu tidak bisa menjual investasi ketika dibutuhkan
  • Risiko kredit – terjadi karena default di perusahaan atau pemerintah yang kamu berikan pinjaman
  • Konsentrasi – bila tidak diversifikasi, kinerja kelas aset yang buruk secara signifikan akan mempengaruhi investasi kamu
  • Risiko inflasi – ketika nilai investasi tidak mengikuti inflasi
  • Timing – ketika waktu kamu masuk investasi malah mengekspos nilai investasi mu turun dan bahkan terjadi kerugian pada modal
  • Risiko Gearing – ketika kamu menggunakan pinjaman uang untuk berinvestasi dan nilai investasi tersebut jatuh

Coba isi profil risk profile kamu, yuk di sini!

powered by Typeform

Recent Articles

apa itu market share

Apa Itu Market Share?

faang stocks adalah

Apa Itu FAANG Stocks?

definisi regresi

Apa Itu Regresi?

wall street adalah

Apa Itu Wall Street?

volatilitas adalah

Apa Itu Volatilitas?

Related Stories