Currently set to Index
Currently set to Follow

Gak Bisa Baca Candlesticks? Simak Cara Bacanya Bagi Pemula di Sini!

Sobat Cuan yang lagi doyan investasi tentu ingin investasinya cuan, dong? Makanya, kamu perlu memahami sedikit saja mengenai analisis teknikal. Hanya saja, kamu mungkin pusing melihatnya lantaran isinya hanya grafik-grafik yang bergerak naik dan turun.

Nah, Sobat Cuan mungkin mengerti bahwa bagian yang naik-turun tersebut dinamakan candlesticks, karena memang bentuknya seperti lilin. Namun, candlesticks tidak hanya dipahami oleh mereka yang sudah jago investasi saja, lho! Investor pemula seperti kamu pun bisa memahami cara membaca candlesticks secara mudah.

Untuk itu, yuk simak baik-baik artikel ini hingga habis!

Baca juga: Lagi Coba Main Saham? Ini 7 Indikator untuk Pahami Analisis Teknikal!

Mau Tahu Cara Membaca Candlesticks? Kenalan Dulu Dengan Candlesticks

Candlesticks adalah sebuah gambar yang menunjukkan rentang pergerakan harga sebuah aset dalam satu rentang waktu tertentu. Bisa dalam bentuk menit, jam, bahkan per hari.

Karena berbentuk rentangan, makanya candlesticks juga disebut sebagai representasi dari emosi investor dan trader pada waktu tersebut.

Rangkaian candlesticks dapat membentuk sebuah pola harga. Di mana, pola tersebut digunakan trader dan investor untuk membuat keputusan membeli atau menjual aset yang mereka genggam. Selain itu, pola tersebut juga bisa membantu mereka menaksir pergerakan harga sebuah aset dalam jangka pendek.

Candlesticks lahir di Jepang, tepatnya 100 tahun sebelum negara-negara barat memperkenalkan grafik dan point-and-figure chart.

Inspirasi candlestick diyakini berasal dari seorang pria Jepang bernama Homma. Kala itu, ia menemukan bahwa harga beras saat itu tak hanya ditentukan oleh permintaan dan penawaran, namun juga emosi para pedagang beras.

Komponen Candlesticks

Nah, setelah mengenal maksud dan fungsi dari alat teknikal satu ini, kini saatnya kita memulai langkah awal cara membaca candlesticks.

Satu candlestick menunjukkan harga pembukaan, tertinggi, terendah, dan penutupan. Selain itu, candlestick juga memiliki “batang”, yang merupakan bagian terbesar dari gambar tersebut.

Sobat Cuan bisa memeriksa anatomi candlestick melalui gambar di bawah ini:

Cara membaca candlesticks
Sumber: Investopedia

Nah, Sobat Cuan perhatikan baik-baik gambar di atas. Terdapat batang candlestick yang berisi (berwarna hitam) dan tidak, bukan?

Ketika batang candlesticks memiliki isi, artinya harga penutupan lebih rendah dibanding harga pembukaan. Begitu pun sebaliknya. Batang candlesticks yang “kopong” menunjukkan harga penutupan lebih tinggi dibanding harga pembukaan.

Namun, batang candlesticks tak selalu berwarna hitam dan putih ya, Sobat Cuan.

Dalam beberapa platform trading, candlesticks yang berwarna hitam bahkan bisa berwarna merah untuk menunjukkan bahwa harga aset tersebut tengah turun. Atau, bergerak menuju “zona merah”. Sementara itu, candlesticks yang kosong bisa berwarna hijau.

Baca juga: Demi Bisa Menabung, Simak Cara Hidup Hemat dan Sehat dalam 7 Langkah

Gak Bisa Baca Candlesticks? Simak Cara Bacanya Bagi Pemula di Sini!, Pluang

Cara Membaca Candlesticks: Memahami Pola Dasar Candlesticks

Pergerakan candlesticks yang naik turun mewakili pergerakan harganya. Memang. pergerakan harga ini secara kasat mata terbilang acak. Namun, rentetan candlesticks ini bisa membentuk suatu pola harga yang bisa digunakan investor dan trader untuk melakukan analisis.

Nah, pola harga tersebut kadang dibagi dua. Yakni, pola bearish dan bullish.

Penjelasan lebih lanjut mengenai keduanya bisa kamu temukan di artikel ini. Namun intinya, pola bullish mengindikasikan bahwa pola harga cenderung terlihat menanjak. Sementara itu, pola bearish adalah sebaliknya.

Namun, banyak sekali lho, variasi dari pola bearish dan bullish yang perlu kamu ketahui. Apa saja pola tersebut?

Cara Membaca Candlesticks Untuk Pola Bullish

1. Bullish Engulfing Pattern

Cara Membaca Candlesticks: Bullish Engulfing Pattern
Sumber: Investopedia

Pola ini terjadi ketika aksi beli yang dilakukan trader akan mengungguli mereka yang melakukan aksi jual. Sehingga, pola harga yang melemah lambat laun berubah menjadi menguat.

Hal ini biasanya ditandai dengan mengecilnya ukuran batang yang berisi​ seiring waktu (perbedaan antara harga pembukaan dan penutupan), sebelum batang yang kosong akhirnya “menelan” (engulfing) batang berisi tersebut.

2. Bullish Harami

Bullish Harami
Sumber: Investopedia

Bullish Harami adalah kondisi di mana pola harga sebuah aset yang menurun mungkin bisa berbalik arah. Dalam hal ini, batang candlestick yang kopong akan muncul dengan ukuran lebih kecil dibanding batang berisi sehari sebelumnya.

Kondisi ini memberi petunjuk pada analis bahwa tren harga bearish mungkin sedang berhenti sementara. Jika harga kembali naik lagi keesokan harinya, maka ada kemungkinan trennya bisa kembali bullish.

3. Bullish Harami Cross

Bullish Harami Cross
Sumber: Investopedia

Bullish harami cross terjadi saat harga mengalami pola yang menurun. Di mana, candlestick yang paling akhir diikuti oleh doji. Doji merupakan kondisi di mana harga penutupan dan pembukaan berada di posisi yang sama. Implikasinya serupa dengan bullish harami.

4. Bullish Rising Three

Bullish Rising Three
Sumber: Investopedia

Pola ini dimulai dengan “long white day” di mana harga sebuah aset meningkat kencang. Namun, harganya kemudian menurun di sesi perdagangan kedua, ketiga, dan keempat. Meski menurun, namun rentang harga di sesi kedua, ketiga dan keempat masih sesuai dengan rentang harga yang terjadi saat sesi pertama.

Biasanya, penurunan harga selama tiga hari berturut-turut tersebut akan mengasilkan “long white day” yang baru.

Cara Membaca Candlesticks Untuk Pola Bearish

1. Bearish Engulfing Pattern

Cara Membaca Candlesticks: Bearish Engulfing Pattern
Sumber: Investopedia

Pola ini merupakan kebalikan dari bullish engulfing pattern. Di mana, aksi jual akan mengungguli aksi beli. Pola ini mengindikasikan bahwa harga bisa jadi akan terus melandai dalam beberapa saat ke depan.

2. Bearish Evening Star

Bearish Evening Star
Sumber: Investopedia

Ini adalah pola yang diawali setelah harga yang tinggi bak bintang. Hal ini ditandai dengan harga pembukaan yang sedikit lebih rendah dibanding batang candlestick sehari sebelumnya yang berukuran mini.

Pola ini menujukkan bahwa aksi beli terbilang mangkrak, sehingga pasar dikendalikan oleh mereka yang melakukan aksi jual.

3. Bearish Harami

Bearish Harami
Sumber: Investopedia

Bearish Harami adalah kebalikan dari Bullish Harami. Di mana, kondisi yang awalnya terbilang bullish bisa-bisa berbalik arah begitu saja.

Hal ini menunjukkan kegamangan yang dialami oleh trader yang biasa melakukan aksi beli. Meski memang investor atau trader lain tak perlu bereaksi terhadap indikator ini, namun mereka tetap harus memantau perkembangan selanjutnya.

4. Bearish Falling Three

Bullish Falling Three
Sumber: Investopedia

Pola ini dimulai dengan penurunan harga yang kuat, dan diikuti oleh tiga candlesticks yang menunjukkan indikasi penguatan. Namun, setelahnya, candlestick kembali menunjukkan penurunan yang signifikan

Hal ini membuktikan bahwa aksi jual sudah menguasai pasar sehingga harga bisa jadi kembali bergerak turun.

Jadi bagaimana, Sobat Cuan? Sudah siap untuk mempraktikkan analisis teknikal ini? Yuk, mulai dengan membaca analisis Pluang tentang aset kripto di artikel ini dan ini.

Baca juga: Katanya Harga Bitcoin Punya Siklus 4 Tahunan. Apakah Itu?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Investopedia

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img