Currently set to Index
Currently set to Follow

Sobat Cuan, Simak Cara Memilih Time Frame Jitu di Tradingview!

Sobat Cuan pasti punya ekspektasi return masing-masing ketika melakukan trading. Makanya, kamu pun akhirnya belajar analisis teknikal dan kemudian menggunakan perangkat analisis teknikal seperti tradingview.

Hanya saja, kamu mungkin akan kebingungan ketika melihat grafik tradingview ternyata punya opsi kerangka waktu (time frame) perdagangan yang beragam, dari mulai hitungan detik hingga bulan. Sehingga, pada situasi ini, kamu bisa saja kelimpungan mencari cara memilih time frame yang tepat ketika melakukan trading.

Timeframe Tradingview
Cara memilih time frame di tradingview. Sumber: Tradingview

 

Namun, kini kamu tak perlu khawatir, Sobat Cuan. Di artikel ini, kamu bisa memahami time frame secara singkat dan padat beserta cara memilih time frame yang jitu!

Apa itu Time Frame dalam Trading?

Di dalam dunia trading, time frame adalah kurun waktu tertentu yang ditentukan oleh para investor ketika mengamati pergerakan harga sebuah aset.

Jika Sobat Cuan mengubah time frame di tradingview ke 4 jam (4 hours), maka tradingview akan menampilkan dinamika harga aset tersebut dalam empat jam terakhir. Begitu juga dengan pilihan lainnya. Jika kamu memilih time frame di 1 hari, maka tradingview akan menampilkan data pergerakan harga aset itu dalam sehari terakhir.

Pergerakan harga suatu aset dalam satu time frame tentu berbeda dengan time frame lainnya. Contohnya bisa Sobat Cuan lihat pada grafik ETH/USDT dengan time frame empat jam di bawah ini.

Cara memilih time frame
Grafik ETH/USDT 4 jam. Sumber: Tradingview

Dari grafik di atas, Sobat Cuan bisa melihat bahwa ETH/USDT bergerak melandai jika dilihat selama empat jam. Namun, kondisi tersebut ternyata berbeda jika kamu memilih time frame ETH/USDT dalam kurun satu pekan. Sebab, nilai ETH/USDT justru terpantau menguat sepanjang periode tersebut, seperti diperlihatkan oleh grafik di bawah ini.

Cara memilih time frame
Time frame ETH/USDT dalam satu pekan. Sumber: tradingview

Oleh karenanya, trader memang wajib untuk tahu cara memilih time frame yang tepat agar nantinya tidak menyesal mengambil keputusan dalam trading.

Bagaimana Cara Memilih Time Frame yang Tepat?

Sobat Cuan perlu ingat aturan umum dari memilih time frame berikut: Semakin panjang time frame yang dipilih, maka investor dapat menerima sinyal yang lebih kencang dari pergerakan harga suatu aset tersebut.

Begitu pun sebaliknya. Jika investor memilih time frame trading yang pendek, maka mereka akan melihat pergerakan harga aset yang terbilang “samar-samar”.

Oleh karenanya, kamu perlu memilih time frame dalam trading menggunakan pendekatan yang disebut dengan analisis multiple time frame. Apakah itu?

Ketika melakukan analisis tersebut, kamu bisa memilih time frame yang lebih panjang terlebih dulu untuk melihat tren umum dari harga suatu aset. Apakah harga aset tersebut benar-benar memang tengah melandai? Atau justru tengah menanjak? Setelahnya, kamu bisa memperpendek time frame untuk menentukan keputusan masuk atau keluar dari pasar.

Teknik ini pun lumrah digunakan oleh investor atau trader ulung. Mereka biasanya menggambar suatu garis tren pada time frame yang lebih panjang sebelum berlanjut ke time frame yang lebih kecil untuk menentukan waktu entry dan exit.

Cara Memilih Time Frame Sesuai Tipe Trader

Namun, pertanyaan berikutnya, bagaimana cara kamu menganggap satu time frame sebagai kerangka waktu yang pendek atau panjang? Terlebih, di dalam tradingview, Sobat Cuan bisa memilih time frame dengan opsi 5 menit, 15 menit, 30 menit, 1 jam, 2 jam, 4 jam, 6 jam, 12 jam, 1 hari, 1 minggu, dan 1 bulan.

Nah, jawaban pertanyaan tersebut tergantung dari jenis gaya trading-mu masing-masing. Berikut penjelasannya!

  1. Swing trader, alias trader yang fokus mencari cuan dari pergerakan singkat harga aset, biasanya menggunakan time frame 1 minggu sebagai tren utamanya dan menggunakan time frame 1 jam untuk melihat tren jangka pendek. Tipe trader satu ini, biasanya berharap meraup cuan dalam waktu beberapa hari sampai mingguan.
  2. Day trader atau scalper, alias trader harian yang melihat chart harga setiap 15 menit, umumnya menggunakan time frame 1 jam untuk analisis tren utama dan time frame 5 menit untuk jangka pendeknya. Tipe trader satu ini biasanya ngarep untuk dapat cuan dalam hari itu juga, bahkan sampai hitungan jam atau menit saja.
  3. Trader jangka panjang yang fokus pada chart mingguan biasanya menggunakan grafik dengan time frame 1 bulan untuk menentukan tren utama sekaligus titik keluar atau masuk pasar. Trader tipe ini biasanya berharap mendulang untung dalam angka persentase yang besar dengan jangka waktu yang bisa sampai bertahun-tahun.

Semua jenis trader di atas selalu meninjau time frame jangka panjang terlebih dulu. Sebab, grafik tersebut dapat membantu mereka mendapatkan konfirmasi atas hipotesis trading mereka, sekaligus memberikan sinyal bahaya jika hipotesisnya tidak sesuai harapan. Selanjutnya, mereka akan mempercantik posisi entry atau exit dengan memperkecil time frame-nya.

Intinya, menggunakan analisis multiple time frame berdasarkan tipe trading-mu dapat bikin kamu makin pede dalam trading. Apalagi, kini kamu sudah bisa melakukannya di aplikasi Pluang!

Kini, menu aset kripto di aplikasi Pluang sudah menyediakan grafik analisis teknikal dengan bantuan tradingview. Sehingga, kamu dapat dengan mudah menentukan time frame demi cuan trading kripto yang lebih oke!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img