Currently set to Index
Currently set to Follow

Portofolio Aset Kripto Ambyar? Simak 10 Strategi Sikapi Anjloknya Kripto!

Baik menjadi trader jangka pendek atau investor jangka panjang, terkadang Sobat Cuan pasti mengalami situasi ambyar, dimana portofolio kripto di zona merah. Hal itu bisa berasal dari satu atau lebih aset yang turun nilainya. Nah, simak berbagai strategi investasi kripto ini untuk meminimalisir kerugianmu.

Situasi pasar yang lesu atau bearish bisa bikin Sobat Cuan frustasi karena merugi. Hal itu berujung pada pengambilan keputusan secara emosional, daripada menjalankan strategi yang dipikirkan dengan matang.

Sepuluh strategi investasi kripto berikut dapat membantu Sobat Cuan melakukan manuver untuk keluar dari situasi yang bikin kamu rugi dan frustasi.

Portofolio Aset Kripto Ambyar? Simak 10 Strategi Sikapi Anjloknya Kripto!, Pluang

1. Tunggu dan Perhatikan

Dalam banyak kasus, kesabaran adalah hal yang berujung baik. Jika kamu masuk ke situasi yang buruk, bahkan setelah melakukan analisis menyeluruh dari semua poin, kemungkinan penurunan saat ini di pasar bersifat sementara.

Tapi jika mau menunggu, kamu mungkin menemukan momen pertumbuhan portofolio lagi. Bahkan, pasar yang paling lesu pun bisa bangkit kembali jika kamu mau menunggu cukup lama.

Pasar cryptocurrency relatif baru dan biasanya tidak mengikuti sentimen pasar lain seperti pasar saham. Namun, karena sebagian besar investor mengkategorikan kripto sebagai aset capital gain seperti halnya saham, pasar kripto mungkin mengikuti psikologi pasar yang mirip dengan aset sejenis lainnya.

Tentu saja, menunggu dalam waktu lama mungkin tidak cocok untuk semua trader dan investor. Namun, hal itu bergantung pada posisi dan tujuan finansialmu, Sobat Cuan.

Jika kamu memiliki rencana sepuluh tahun lagi untuk mencapai tujuan finansial, seperti membeli rumah, maka tidak perlu khawatir tentang naik turunnya kondisi pasar kripto.

Baca juga: Apa Saja Sih Momen FUD Terbesar di Aset Kripto? Yuk, Simak di Sini!

2. Evaluasi Kembali Risiko Kamu

Mengukur toleransi risiko adalah langkah pertama yang perlu kamu lakukan saat mulai berinvestasi di segala aset. Namun seiring berjalannya hidup, keadaan berubah dengan cara yang dapat mempengaruhi toleransi risiko kamu.

Waktu pelemahan dalam portofolio mungkin adalah saat yang tepat untuk menilai kembali toleransi risiko kamu. Tujuannya, untuk mengidentifikasi hal terbaik yang harus dilakukan selanjutnya.

Misalnya, jika kamu sekarang memiliki toleransi risiko yang lebih tinggi daripada saat pertama kali berinvestasi, maka kamu dapat mempertimbangkan untuk menyerok aset yang melemah tersebut.

Namun, jika situasi keuangan telah mempengaruhi toleransi risiko secara negatif dan kamu tidak punya banyak waktu, maka kamu bisa mengurangi kerugian dengan melepasnya.

Intinya, bagaimanapun, jangan pernah membuat keputusan gegabah hanya berdasarkan emosi dan perasaan bahwa toleransi risiko kamu tinggi atau rendah. Dengan menghitung toleransi dengan hati-hati, kamu mungkin mendapatkan kejutan yang sebaliknya.

Baca juga: Mengapa Hanya Ada 21 Juta Bitcoin di Dunia Ini?

3. Strategi Investasi Kripto: Lihat Gambar Besarnya

Harga aset kripto boleh saja jungkat-jungkit. Tapi, tentu kamu juga bisa mengevaluasi gambaran yang lebih besar dari sisi teknikal dan fundamental investasi.

Dari sisi teknikal, kamu bisa mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang kemana arah pasar dengan mengalihkan fokus ke kerangka waktu jangka panjang.

Misalnya, pasar mungkin berada dalam tren naik jangka panjang, di mana harga telah naik cukup lama. Dalam hal ini, penurunan harga saat ini mungkin merupakan koreksi yang sehat, yang bahkan bisa menjadi poin yang bagus untuk membeli lebih banyak aset kripto kamu.

Sementara dari sisi fundamental, kamu perlu kembali ke alasan dasar memilih untuk berinvestasi dalam aset kripto tertentu. Hal-hal seperti latar belakang, pengelolaan dan komunitas, teknologi, dan segala sesuatu yang dapat berkontribusi pada pertumbuhan jangka panjang dari penilaian aset kripto.

Salah satu contoh fundamental bisa kamu temukan di suplai Bitcoin. Kita semua tahu bahwa suplai Bitcoin hanya ada 21 juta keping di dunia ini sesuai artikel berikut. Sesuai permintaan dan penawaran, maka menipisnya suplai di masa depan harusnya jadi pertimbangan kamu dalam berinvestasi.

4. Riset Mengapa Harga Melemah

Saat mengevaluasi gambaran besarnya, kamu mungkin menemukan bahwa ada masalah mendasar yang mendorong devaluasi aset kripto. Misalnya, mungkin cryptocurrency tidak lagi didukung oleh perusahaan keuangan raksasa, terlibat dalam penipuan, atau kehabisan uang sehingga tidak dapat meng-upgrade teknologinya.

Kamu bisa ‘googling’ untuk melihat detail fundamental dari aset kripto tertentu. Cukup telusuri secara daring dan lihat hasil penelusuran terbaru di bawah kategori ‘Berita’. Jika fundamental berubah menjadi lebih buruk dan menjadi alasan mengapa nilainya turun, evaluasi kembali posisimu dan bersiaplah memangkas kerugian.

Baca juga: Kapan Waktu Terbaik Transaksi Ethereum? Yuk Simak di Sini!

5. Pertimbangkan Lindung Nilai (Hedging)

Hedging atau lindung nilai adalah praktik investasi umum untuk mengelola risiko. Dengan lindung nilai, pada dasarnya kamu melawan posisi atau industri saat ini untuk mengimbangi risiko yang ditimbulkannya.

Misalnya, jika kamu membeli Bitcoin versus cryptocurrency lain seperti Ethereum dan harga Bitcoin turun, kamu dapat mempertimbangkan untuk menjual Bitcoin dalam perdagangan yang berbeda untuk memanfaatkan tren penurunan saat itu.

Posisi lindung nilai sangat berguna ketika kamu memperdagangkan aset kripto di platform yang memungkinkan penjualan singkat.

6. Strategi Investasi Kripto: Diversifikasi di Aset Serupa

Menambahkan aset kripto lain yang terkena jenis risiko berbeda dari asetmu yang melemah adalah bentuk lindung nilai lain yang dapat membantu menyeimbangkan portofolio.

Mengidentifikasi cryptocurrency semacam itu bisa sangat sulit, karena setidaknya sebagian besar aset kripto terkena jenis risiko yang serupa.

7. Diversifikasi Antar Aset

Sampai nanti investasi aset kripto menjadi arus utama, strategi ini dinilai paling membantu. Contohnya, analisismu menunjukkan periode melemah yang lebih lama di pasar cryptocurrency, sementara instrumen keuangan lain seperti obligasi menguntungkan. Nah, kamu dapat mempertimbangkan untuk melakukan diversifikasi dari aset kripto untuk mendistribusikan risiko.

8. Tukarkan Aset Kripto

Kamu mungkin menyadari bahwa kripto tertentu tidak layak untuk dipertahankan. Di pasar saham, kamu tidak punya pilihan selain merugi. Namun di dunia kripto kamu mungkin memiliki opsi untuk bertukar dengan mata uang kripto yang berbeda dan lebih baik.

Misalnya, kamu membeli sekumpulan kripto dengan harga tinggi, tetapi nilainya telah anjlok tanpa tanda-tanda pemulihan. Pada saat yang sama, kamu mendengar tentang cryptocurrency baru yang murah dengan masa depan yang cerah.

Kamu mungkin tidak dapat membeli 1.000 kripto baru dengan tokenmu yang telah anjlok. Namun, kamu masih bisa mendapatkan keuntungan dari mengurangi kerugian lebih awal dan menukar dengan kripto yang lebih baik.

Baca juga: Bitcoin Lagi Bearish? Simak Cara Mengenali Sinyalnya dan Bertahan Agar Cuan!

9. Strategi Investasi Kripto: Menambah Posisi

Seorang investor yang pintar menambah posisi kerugian mereka, seperti membeli lebih banyak saham yang jatuh dengan harga lebih murah, ketika pasar turun. Tapi tentu saja, mereka melakukannya hanya untuk aset yang memiliki fundamental kuat dan berada di tengah pelemahan sementara yang sehat.

Strategi ini bisa juga dilakukan untuk aset kripto. Sebelum kamu menjadi terlalu bersemangat, perlu diingat bahwa pasar cryptocurrency mungkin bertindak berbeda dari pasar saham dan mungkin tidak dapat diprediksi dan bergejolak di tahun-tahun mendatang. Itulah mengapa kamu harus memastikan dapat menanggung kerugian prospektif yang lebih besar untuk jangka waktu tertentu sampai pasar kembali ke jalurnya.

Hindari menggunakan margin dan meminjam uang dari broker saat menambah posisi kerugian. Soalnya, pendekatan tersebut malah meningkatkan risiko investasi, Sobat Cuan.

Dengan menambah posisi kerugian, kamu dapat menurunkan harga hold rata-rata dan karenanya mendapat untung lebih banyak ketika harga akhirnya naik kembali.

10. Pertimbangkan Pemangkasan Kerugian (Cut Loss)

Terkadang kamu tidak memiliki pilihan lain karena berbagai alasan, termasuk toleransi risiko pribadi dan kondisi pasar. Dalam hal ini, kamu mungkin ingin mempertimbangkan untuk keluar dari posisi rugi, berhenti, dan berfokus pada aset lain.

Ingat, trader jangka pendek lebih cenderung menggunakan stop-loss. Sementara investor jangka panjang biasanya telah membuat perhitungan manajemen risiko sebelumnya, memastikan mereka memiliki cukup waktu untuk menunggu pelemahan.

Baca juga: Aturan Pajak Cryptocurrency Bisa Bikin BTC & ETH Makin Anjlok? Simak di Sini!

Menggunakan stop-loss dapat menjadi sangat bermanfaat jika kamu berinvestasi dalam aset yang ternyata tidak bonafide. Kamu juga bisa mengetahui kesalahan sesudahnya, karena memungkinkan untuk membatasi kerugian sebelum nilai aset turun menjadi nol.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Botsfolio

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img