Currently set to Index
Currently set to Follow

Mengenal Automated Market Makers, ‘Motor’ Penggerak Teknologi DeFi

Dunia kripto memang luas, Sobat Cuan. Sampai-sampai, kini mendulang cuan aset kripto tak hanya dengan trading namun juga dengan memanfaatkan ekosistem Decentralized Finance (DeFi).

Sobat Cuan mungkin sudah paham bahwa seluruh ragam aplikasi DeFi berjalan di atas sistem smart contract beserta satu mekanisme lain yang adalah Automated Market Makers (AMM). Lantas, apa sih arti Automated Market Makers itu sendiri?

Kata orang, tak kenal maka tak sayang. Untuk itu, yuk kenali konsep AMM di dalam DeFi di artikel ini!

Apa Itu Automated Market Makers?

Secara singkat, Automated Market Makers adalah mekanisme pasar di dunia DeFi di mana besaran harga tidak ditentukan oleh permintaan dan penawaran. Kemajuan teknologi memungkinkan mekanisme tradisional ini digantikan dengan formulasi matematis yang konstan.

Seperti yang kita tahu, proyek DeFi terdiri dari banyak ragam. Mulai dari yield farming, crypto lending, dan sebagainya. Selain itu, ada pula platform DeFi yang berfungsi sebagai exchange crypto terdesentralisasi (DEX), misalnya Uniswap. Nah, mekanisme Automated Market Makers ini umum diterapkan di platform yang namanya disebut belakangan ini.

Mengapa demikian? Platform DEX tentu memfasilitasi banyak transaksi per hari dengan likuiditas yang juga deras. Apalagi, jumlah penggunanya terus meningkat setiap saat.

Sehingga, jika proses transaksi menggunakan order book seperti platform exchange kripto pada umumnya, maka proses penentuan harga jual-beli di platform DEX tentu akan memakan waktu.

Maka dari itu, platform DEX lebih memilih menggunakan formula matematika dan algoritma untuk menentukan harga jual-beli aset kripto di dalamnya. Tujuannya tentu saja agar transaksi di platform DEX lebih cepat dan efisien.

Cukup menarik untuk disimak bukan, Sobat Cuan?

Mengenal Automated Market Makers, ‘Motor’ Penggerak Teknologi DeFi, Pluang

Automated Market Makers Adalah Evolusi Pasar

Proyek AMM langsung menarik perhatian dunia investasi ketika pertama kali diimplementasikan pertama kali oleh Shearson Lehman Brothers dan ATD pada 1990. Awalnya temuan ini hanya dimaksudkan untuk mengefisiensikan proses transaksi di pasar modal.

Sebelum AMM ditemukan, seluruh harga ditentukan melalui order book. Di mana, broker, market makers, dan trader menulis harga permintaan (ask) dan harga penawaran (bid) secara manual. Namun sayangnya, proses ini justru rawan potensi kecurangan dan menghambat likuiditas perdagangan.

Untuk itulah mereka memperkenalkan AMM. Idenya sederhana, yakni mengganti proses pembentukan harga dari proses tawar menawar secara manual dengan pembentukan harga menggunakan algoritma. Hal ini akan meminimalisisasi potensi terjadinya kecurangan juga menambah likuiditas di pasar

Sejak 1990 hingga awal 2000 Automated Market Makers terus dikembangkan. Kini, sebagian pasar tersentralisi seperti Nasdaq sudah menggunakan AMM dalam skala tertentu.

Mekanisme Automated Market Makers

Sistem AMM bekerja layaknya order book pada umumnya.

Namun, sang trader tidak perlu berinteraksi dengan trader lainnya untuk untuk menentukan harga bid dan ask. Malahan, mereka justru akan berinteraksi dengan teknologi smart contract, di mana teknologi ini akan membuat “pasar personal” untuk mereka sendiri. Sistem inilah yang membuat AMM dikenal sebagai sistem peer-to-contract (P2C).

Selain itu, sistem AMM juga tak mengenal order book, sehingga di dalamnya pun tak ada tipe-tipe order. Alasannya, tentu saja karena harga terbentuk dari formula matematis tertentu.

Sistem AMM merupakan kebalikan dari sistem tukar menukar aset kripto secara peer-to-peer transaction. Alias, transaksi yang bisa dilakukan langsung antar dompet digital (wallet) milik trader.

Misalnya seperti ini. Jika kamu menjual Binance Coin (BNB) dan menukarnya dengan BUSD di Binance DEX, maka akan ada trader lainnya di seberang sana yang berlaku sebaliknya. Yakni, menjual BUSD miliknya demi mendapatkan BNB.

Orang-orang konvensional mungkin tidak dapat membayangkannya di waktu lalu. Bagaimana mungkin kamu berdagang dengan orang yang tidak kamu percaya tanpa perizinan. Jika pasar konvensional mengharuskan proses tawar menawar, mesin dan algoritmanya membuat segalanya jadi mungkin.

Liquidity PoolsLiquidity Provider Adalah Sumber Kehidupan Automated Market Makers

Jika sang trader tak perlu menemui trader lain di mekanisme AMM dan harga ditentukan oleh algoritma, maka dari mana asalnya likuiditas di smart contract tersebut? Nah, hal itu berasal dari kumpulan pemilik token kripto yang disebut Liquidity Providers (LPs).

Para LPs ini kemudian akan menaruh dananya di platform yang disebut “kolam uang” (Liquidity Pools). Liquidity Pools inilah yang akan memberi “pasokan koin” bagi sistem likuiditas Automated Market Makers. Sehingga, para trader bisa menukar aset kriptonya kapan saja tanpa takut stok aset kripto incaran mereka menipis di pasar.

Semua orang dengan koneksi internet dan kepemilikan token ERC-20 bisa menjadi Liquidity Provider. Mereka akan mendapat keuntungan berupa fee yang dibayarkan trader, juga yield jika mereka melakukan yield farming.

Saat liquidity pools dipenuhi aset, tentu proses jual beli jadi lebih mudah tereksekusi. Namun, saat pasar sepi, bukan berarti dagangan trader tidak laku. Automated Market Makers membuat likuiditas bukan lagi isu dalam liquidity pools.

Formula Produk yang Konstan

Bagaimana cara Automated Market Makers menyingkirkan proses tawar menawar dalam pembentukan harga? Caranya ialah dengan membuat formula produk yang konstan.

Semua ini berawal dari postingan blogger yang juga pendiri Ethereum, yakni Vitalik Buterin. Dia membuat formulasi matematis yang bisa berlaku dalam berbagai format.

Formulanya: tokenA_balance(p)*tokenB_balance(p)=k

Konstanta balance di pool yang diciptakan oleh formula ini membuat tawar menawar jadi tidak perlu. Tiap kali user membeli token A, maka balance-nya turun. Ini akan membuat token B harganya naik sebab balance-nya lebih besar. Sementara itu, jumlah himpunan yang ada di pools tetaplah konstan.

Model ini membuat trader terpacu untuk mengambil keuntungan dari perubahan konstan. Sehingga, meski konstan, pasar AMM tetap dinamis dan menarik.

Automated Market Makers Perlu Variasi

Di dalam postingan berjudul ‘on-chain money markets‘ itu, Buterin telah berhasil membuat konsep fundamental AMM yang berevolusi pesat sejak diinisasi Lehman Brothers.

Hingga saat ini terdapat tiga model dominan dalam pasar AMM, yakni Uniswap, Curve dan Balancer. Ketiganya memiliki spesialisasi yang berbeda.

Uniswap merupakan pionir teknologi yang memfasilitasi pengguna dengan kepemilikan ERC-20.

Sementara itu, Curve mengambil ceruk pasar lain, yakni menyediakan liquidity pools untuk aset serupa seperti stablecoins. Hasilnya, Curve bisa menawarkan bunga terendah dan trading yang efisien.

Di sisi lain, Balancer memperluas batas Uniswap dengan membuat pengguna dapat memiliki kumpulan likuiditas yang dinamis hingga delapan jenis aset berbeda dalam rasio apapun.

Buterin berpandangan bahwa automated market makers harusnya bervariasi. Tak hanya itu, seharusnya ada mekanisme lainnya untuk decentralised trading.

Sebab, pertukaran non-AMM sangat penting untuk menjaga akurasi harga di pasar otomatis itu.

Nah, ternyata dunia DeFi menarik ya, Sobat Cuan? Setelah belajar mengenai DeFi, sekarang saatnya kamu pun memanfaatkaannya untuk mendulang cuan!

Caranya gampang banget. Kamu bisa menabung Bitcoin atau Ethereum di Pluang Cuan, dan dapatkan kesempatan mendulang bunga hingga sebesar 3,5% per tahun. Yuk, investasikan aset kriptomu di Pluang Cuan!

Baca juga: Panduan Cara Menggunakan RSI Untuk Trading Crypto Bagi Pemula

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img