Currently set to Index
Currently set to Follow

Apa Beda Blockchain Polkadot dengan Ethereum? Simak di Sini!

Sobat Cuan investor aset kripto mungkin pernah mendengar soal Polkadot. Nah, koin dan jaringan yang masih ‘saudara’ dengan Ethereum ini disebut-sebut punya masa depan yang cerah lho!

Tapi, kalau kerap disandingkan dengan Ethereum, apakah memang Polkadot sama seperti Ethereum? Jika tidak, lantas apa sih bedanya Polkadot vs Ethereum? Yuk, simak penjelasannya berikut!

Baca juga: Apa Itu Bitcoin Taproot? Simak Penjelasannya Secara Padat di Sini!

Penjelasan Singkat Tentang Polkadot

Polkadot didirikan oleh Web3 Foundation di Swiss dan merupakan web open source terdesentralisasi yang dibuat oleh mantan CTO Ethereum Gavin Wood, Robert Habermeier dan Peter Czaban.

Ia adalah protokol jaringan yang memungkinkan data arbitrer—bukan hanya token—untuk ditransfer melintasi blockchain. Ini berarti Polkadot adalah ekosistem aplikasi multi-chain sejati, di mana hal-hal seperti pendaftar cross-chain (beda jaringan) dan komputasi cross-chain dimungkinkan.

Polkadot dapat mentransfer data ini melalui blockchain publik, terbuka, dan tanpa perlu otorisasi tertentu untuk menggunakannya. Hal ini memungkinkan siapapun untuk membangun aplikasi yang mendapatkan data yang diizinkan dari blockchain pribadi dan menggunakannya di blockchain publik.

Misalnya, sekolah dapat menggunakan teknologi Polkadot untuk mengirimkan catatan akademik guna verifikasi gelar muridnya melalui kontrak pintar dengan blockchain publik.

Penjelasan Singkat Tentang Ethereum

Sementara itu, Ethereum dibuat untuk memungkinkan pengembang membangun dan menerbitkan kontrak pintar dan aplikasi terdistribusi (dApps) yang dapat digunakan tanpa risiko waktu henti, penipuan, atau gangguan dari pihak ketiga.

Ethereum menggambarkan dirinya sebagai “blockchain yang dapat diprogram di dunia.” Nah, hal inilah yang membedakan dirinya dari Bitcoin sebagai jaringan yang dapat diprogram.

Ethereum bisa berfungsi sebagai pasar untuk layanan keuangan, game, dan aplikasi. Di mana, semuanya dapat dibayar dalam cryptocurrency Ether (ETH) yang aman dari penipuan, pencurian, atau penyensoran.

Apa Beda Blockchain Polkadot dengan Ethereum? Simak di Sini!, Pluang

Persamaan Polkadot vs Ethereum

1. Platform yang Sama-Sama Mendukung Inovasi

Pada tingkat pengembangan, Polkadot dan Ethereum sebenarnya memiliki sebagian hal yang mungkin terkesan tumpang tindih.

Polkadot adalah salah satu blockchain generasi baru yang paling dinanti-nantikan, karena berfokus pada pengembangan jaringan ke depan. Polkadot juga bertujuan untuk menyediakan kerangka kerja untuk membangun blockchain kamu sendiri. Ia juga memiliki kemampuan untuk menghubungkan blockchain yang berbeda satu sama lain.

Sifat itu berbeda dengan sifat blockchain Ethereum, yang merupakan platform untuk mengimplementasikan teknologi smart contract yang tersohor. Di mana, teknologi smart contract tersebut berfungsi sebagai motor dalam menggerakkan fungsi keuangan terdesentralisasi (Decentralized Finance/DeFi)

Terlepas dari perbedaan ini, kedua platform dirancang untuk pengembang untuk membangun aplikasi terdesentralisasi. Keduanya mempersilakan pengembang untuk menciptakan inovasi-inovasi keuangan berbasis sistem blockchain di atasnya. Sekaligus, menyertakan fungsionalitas smart contract yang berdasarkan program Solidity (untuk Ethereum) and Ink! (untuk Polkadot).

Nah, karena sistem blockchain Ethereum dan Polkadot bisa mengakomodasi ragam aplikasi dan inovasi ke depan, tak heran jika keduanya masing-masing disebut sebagai ekosistem tersendiri.

2. Memiliki Algoritma Konsensus yang Sama

Selain itu, kemiripan antara Polkadot dan Ethereum akan mulai terasa jika nanti Ethereum sudah sepenuhnya upgrade ke sistem Ethereum 2.0. Kemiripan itu terdiri dari dua aspek: Skala transaksi dan penggunaan algoritma konsensus.

Sekadar informasi nih, Sobat Cuan, sistem Ethereum saat ini tidak dapat memproses transaksi dalam ukuran besar karena hal itu dijalankan di atas satu rantai (chain) transaksi. Namun, nantinya Ethereum 2.0 bisa melakukan hal tersebut lantaran transaksi akan dilakukan secara multi-chain, persis seperti Polkadot.

Persamaan kedua adalah algoritma konsensus. Sobat Cuan masih ingat kan, dengan arti algoritma konsensus? Yakni, algoritma yang dibutuhkan di sistem blockchain untuk memverifikasi seluruh transaksi yang berjalan di atasnya.

Nah, rencananya Ethereum 2.0 akan menggunakan algoritma konsensus Proof of Stake. Hal ini pun serupa dengan algoritma konsensus yang digunakan Polkadot.

Baca juga: Fans Bitcoin Wajib Baca! Ini Prediksi Bitcoin Selama 2021 Dari 10 Pakar Top!

Perbedaan Polkadot vs Ethereum

1. Ethereum: Besar & Berkembang, Namun Punya Tantangan Skalabilitas

Kekuatan utama Ethereum adalah ekosistem pengembang, pengguna, dan bisnisnya yang besar serta mapan. Semua itu berkat teknologi smart contract, sebuah teknologi yang memang menjadi ciri khas utama dari Ethereum. Karena hal tersebut, Ethereum menjadi platform kontrak pintar de-facto untuk dikembangkan. 

Nilai jaringan Ethereum juga sama pentingnya, memberikan tingkat keamanan ekonomi yang tinggi berdasarkan nilai token Ether yang mendasarinya.

Tak hanya itu, sebagian besar DeFi dibangun di atas Ethereum. Beragam produk DeFi memanfaatkan kompatibilitas antara kontrak pintar Ethereum yang berbeda dan dapat saling berinteraksi dalam satu jaringan yang mendukung Ethereum 1.0.

Namun, Ethereum punya kelemahan sendiri. Yakni, skalabilitas. Karena seluruh transaksi Ethereum dilakukan di satu chain transaksi, maka teknologi blockchain pun akan kewalahan dalam memprosesnya dalam waktu bersamaan.

Tantangan lain adalah gas fee atau ‘biaya bahan bakar’ yang dibutuhkan untuk menjalankan smart contract. Biaya bahan bakar diperlukan untuk keamanan sistem secara keseluruhan, dan untuk melindungi sistem agar tidak terhenti oleh program yang tidak terkendali.

Tetapi karena nilai ETH telah meningkat, biaya bahan bakar untuk menjalankan kontrak pintar juga meningkat dan telah membuat jumlah penggunaan tertentu menjadi sangat mahal. Biaya ini terkait dengan skalabilitas, karena jika kapasitas lebih besar, biaya untuk setiap transaksi dapat diturunkan.

Baca juga: Tergiur Aset Kripto? Simak 4 Tanda Kesiapan Kamu dalam Investasi Kripto!

2. Polkadot: Dibangun di atas Kerangka yang Fleksibel, Tapi Masih Baru

Kekuatan terbesar Polkadot adalah Substrat.

Substrat adalah kerangka kerja Polkadot dalam mengembangkan blockchain yang kompatibel dan menawarkan tingkat abstraksi yang berbeda tergantung pada kebutuhan pengembang.

Nah, Substrat ini mampu mengurangi waktu, energi, dan dana yang dibutuhkan pengembang untuk membuat blockchain baru. Sehingga, hal ini bisa menjadi keuntungan tersendiri dibanding gas fees Ethereum yang selalu dikeluhkan.

Di samping itu, Substrat menyediakan sarana yang jauh lebih besar bagi pengembang untuk bereksperimen, dibandingkan dengan platform kontrak pintar seperti Ethereum. Hal-hal yang biasanya tidak dapat dimodifikasi pada platform kontrak pintar standar di Ethereum pun bisa dilakukan di platform ini.

Desain Polkadot yang memungkinkan keamanan bersama dalam jaringannya, adalah kelebihannya yang lain. Adapun Polkado memlki sistem shared security alias keamanan bersama dan memiliki dua manfaat utama.

Pertama, sistem keamanan ini terbilang cukup mudah dan aman, sehingga pengembang aplikasi bisa secara leluasa mengembangkan proyeknya di blockchain Polkadot.

Kedua, shared security menyediakan kerangka kerja bagi parachain untuk berinteraksi satu sama lain. Pada akhirnya hal ini memungkinkan parachain untuk berspesialisasi, sehingga satu pengembang mungkin tidak akan mengembangkan aplikasi serupa dengan lainnya.

Namun, sebenarnya tiga tantangan teratas untuk Polkadot ada adalah: adopsi, adopsi, dan adopsi. Hal inilah yang membuatnya terbilang “takluk” di hadapan Ethereum, yang selama ini memiliki posisi dominan dan komunitas pengembang terbesar dari semua platform berorientasi developer.

Tantangan nyata bagi Polkadot adalah mendapatkan daya tarik yang cukup serta membangun cukup ekosistem dan komunitas pengembang. Tujuannya agar efek jaringan dari arsitektur mereka mulai muncul.

Baca juga: Mengapa Volume Transaksi Sangat Penting bagi Pergerakan Harga Kripto?

Polkadot Bakal Disebut Jadi ‘Pembunuh Ethereum’?

Setelah penjelasan di atas, tentu kini kamu memahami bahwa sistem blockchain Polkadot menawarkan inovasi yang lebih luas dibanding Ethereum. Hal inilah yang bikin komunitas kripto jatuh cinta dengan Polkadot, sampai-sampai menyebutnya sebagai pembunuh Ethereum!

Denko Mancheski, CEO & Co-Founder Reef Finance mengatakan, pembaruan sistem blockchain Ethereum sangat lambat. Sehingga, ia ditakutkan tak bisa mengikuti inovasi-inovasi teknologi yang terdapat di dalam sistem Polkadot.

Hal senada diungkapkan Daniel Wolfe, Managing Director Halcyon Global Opportunities di Moskow, Rusia. Ia mengatakan, Polkadot dan Ethereum memiliki ambisi yang sama. Di mana, keduanya bertujuan untuk menjadi platform utama untuk kontrak pintar.

Hanya saja, Polkadot memiliki banyak elemen yang dirancang untuk mengatasi kelemahan Ethereum. Meski memang, ia mengakui bahwa Ethereum adalah platform yang lebih mapan dengan banyak proyek yang sudah dikerjakan.

“Polkadot adalah sesuatu yang kami perhatikan dengan cermat. Ada alasan untuk percaya bahwa ini akan menjadi jaringan yang lebih baik, tetapi kita perlu melihat adopsi yang berkelanjutan. Jika itu terjadi, investor akan pindah dari posisi Ethereum mereka ke Polkadot,” ujarnya.

Nah, kalau kamu bagaimana Sobat Cuan? Sudah siap mempercayakan masa depan keuanganmu di sistem Polkadot?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Purestake, Forbes

spot_img

Artikel Terbaru

Creative Lead

0

Pluang Pagi – Jumat 17 September 2021

0

Head Of Human Resources

0
spot_img