Currently set to Index
Currently set to Follow

Menilik ERC-20, Standar Emas Penciptaan Token-Token DeFi

Sebagian besar token DeFi dibangun dalam blockchain Ethereum yang memiliki beberapa standar tertentu. Adapun salah satu standar yang paling populer adalah ERC-20.

Popularitas standar ERC-20 cukup beralasan. Standar ini memungkinkan pengembang membangun aplikasi token yang dapat dioperasikan dengan produk dan layanan lainnya. Nah, lantas seperti apa sih standar token satu ini?

Token ERC-20

Protokol token ini dirancang oleh Fabian Vogelsteller, salah satu arsitek blockchain yang cukup terkenal, khususnya pada komunitas Ethereum.

Vogelsteller membuat rancangan token yang mengimplementasikan Application Programming Interface (API), yakni antarmuka yang dapat beroperasi antar aplikasi.

Berkat implementasi API, ERC-20 memiliki keunggulan di sisi fleksibilitas. Token ini dapat menyediakan fungsi transfer token dari satu akun ke akun lainnya, baik sebagai saldo token maupun pasokan token jaringan. Selain itu, terdapat juga fungsi operasional, misalnya transaksi token milik sebuah akun yang dapat dieksekusi oleh pihak ketiga.

Apa saja yang dapat direpresentasikan oleh token berstandar ERC-20? Hampir semua material yang dapat dimiliki dapat dijadikan token. Baik saham, properti, barang seni, hak guna, hingga kendaraan.

Hal yang perlu dilakukan oleh pengembang saat menjadikannya underlying asset dalam rupa token adalah membuat smart contracts. Kontrak-kontrak ini perlu diciptakan untuk mengakomodir berbagai prasyarat yang telah ditetapkan sebelum “mentransformasikan” aset beneran ke dalam bentuk token.

Baca juga: Mengenal Token DeFi dan Alasan Kenapa Kamu Harus Perhatikan Mereka

Token yang Mirip dengan Koin Native

ERC-20 telah muncul sebagai standar teknis yang diterjemahkan lewat smart contracts di blockchain Ethereum. Operasionalnya yang fleksibel membuat penggunaan token berbasis ERC-20 mirip dengan cryptocurrency, sampai-sampai kerap disebut sebagai blueprint cryptocurrency.

Dalam beberapa sisi, token berstandar ERC-20 punya karakteristik yang sama dengan Bitcoin, Litecoin, dan cryptocurrency lainnya. Yakni, sebagai aset berbasis blockchain yang memiliki nilai dan dapat dikirim dan diterima.

Perbedaan utama antara keduanya hanyalah platform operasi. Alih-alih beroperasi di blockchain mereka sendiri, token ERC-20 dikeluarkan di jaringan Ethereum.

Biasanya, setelah pengembang memiliki sumber daya untuk membangun jaringan blockchain-nya sendiri, token tersebut akan dipindah jaringannya menjadi koin native dengan standar yang masih mirip ERC-20. Banyak token digital terkenal menggunakan standar ERC-20, termasuk Maker (MKR), Basic Attention Token (BAT), Augur (REP), dan OmiseGO (OMG).

Baca juga: Waspada Bahaya Impermanent Loss Saat Yield Farming! Apakah Itu?

Menilik ERC-20, Standar Emas Penciptaan Token-Token DeFi, Pluang

Aturan Token ERC-20

Aturan terstandar yang dirancang oleh Vogelsteller memiliki peranan yang sangat penting, yakni mendefinisikan daftar aturan umum yang harus dipatuhi oleh semua token Ethereum. Beberapa aturan tersebut antara lain mengatur tentang bagaimana token dapat ditransfer, bagaimana transaksi disetujui, bagaimana pengguna dapat mengakses data tentang token, hingga berapa banyak total persediaan token.

Lantas, apa sebab token-token tersebut harus mematuhi standar yang dimaksud? Tujuannya, agar token-token tersebut bisa diterima oleh komunitas kripto. Penggiat aset kripto pasti hanya akan menggunakan aset digital jika sudah paham mengenai manfaat token dan bagaimana token itu berfungsi di dalam sistem Ethereum yang lebih besar.

Hanya saja, token-token baru yang menggunakan standar ERC-20 tidak perlu merancang ulang fungsionalitasnya masing-masing. Mereka hanya perlu mengikuti format yang sudah ada, selama masih dalam koridor yang ditetapkan ERC-20 dalam smart contracts, agar token tersebut bisa kompatibel dengan jaringan utamanya.

Aturan ini juga memudahkan operasional token-token yang ada. Sebab, antara satu token dan lainnya telah kompatibel dan dapat ditransaksikan dengan lancar karena sama-sama dibangun di atas standar ERC-20.

Jika kamu berencana membeli mata uang digital apa pun yang diterbitkan sebagai token ERC-20, kamu juga harus memiliki wallets yang kompatibel dengan token ini.

Berkat popularitasnya, mencari wallet yang kompatibel dengan standar ERC-20 pun cukup mudah saat ini. Ada banyak pilihan wallets yang tersedia di market untuk disesuaikan dengan kebutuhan kamu.

Baca juga: Yuk, Simak Panduan Gunakan Bollinger Bands Untuk Trading Kripto!

Fitur dan Karakteristik ERC-20

Fitur utama yang membuat operasional ERC-20 dianggap user friendly adalah kemudahan dalam membuat smart contracts untuk token ini. Karenanya, token ERC-20 banyak digunakan sehingga mudah ditransaksikan.

Token ini juga memiliki karakteristik yang fleksibel dan kompatibel. Selain mudah ditransaksikan, token ini juga kompatibel dengan banyak platform, proyek DApps, serta aplikasi tersentralisasi yang menyediakan platform jual beli kripto. Hal ini membuat transaksi penerimaan dan pengiriman aset kripto berupa token jadi lebih sedehana.

Hingga saat ini, ERC-20 masih menjadi protokol terbaik di blockchain Ethereum, meski desas-desus menyebutkan bahwa protokol pembaharunya sedang dikembangkan. Salah satu catatan penting yang masih jadi pekerjaan rumah pada protokol ERC-20 adalah bugs yang terkadang mengganggu jalannya transaksi.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Ethereum, Investopedia, Bit Panda

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img