Currently set to Index
Currently set to Follow

Mengenal Hard Fork London, Angin Segar bagi Harga ETH ke Depan

Sobat Cuan pecinta Ethereum pasti paham bahwa sistem blockchain Ethereum akan mengalami perubahan besar pada pertengahan tahun ini. Ya, apalagi kalau bukan implementasi dari hard fork London.

Konon, upgrade sistem blockchain ini digadang-gadang akan menjadi kabar baik bagi harga ETH. Namun, apakah faktanya demikian? Dan lantas, seperti apa pengaruh upgrade tersebut ke dalam sistem blockchain Ethereum secara umum?

Untuk lebih jelasnya, yuk simak artikel ini hingga habis ya, Sobat Cuan.

Baca juga: 4 Mitos Salah Kaprah Soal EIP 1559 di Hard Fork London Ethereum

Sekilas Tentang Hard Fork London

Hard Fork London di sistem blockchain Ethereum sejatinya merupakan kelanjutan dari Hard Fork Berlin yang diluncurkan pada April lalu. Di dalam hard fork ini, pengembang akan mengubah skema besaran ongkos transaksi di blockchain Ethereum (gas fees) sekaligus mempermudah penambangan ETH.

Hard fork ini dijalankan demi menuju sistem blockchain Ethereum 2.0, di mana nantinya algoritma konsensus blockchain ini akan berubah dari sistem Proof of Work menjadi Proof of Stake.

Lantas, bagaimana caranya pengembang memperbaiki dua sistem di atas? Caranya adalah dengan mengaktivasi lima proposal perbaikan Ethereum (Ethereum Improvement Proposal). Namun, terdapat dua proposal yang penting, yakni EIP-1559 dan EIP-3554.

Berikut adalah penjelasan bagi masing-masing proposal perbaikan Ethereum tersebut.

Mengenal Hard Fork London, Angin Segar bagi Harga ETH ke Depan, Pluang

1. EIP-1559

EIP-1559 dianggap menjadi inti dari Hard Fork London, yang menyebabkan perbaikan sistem kali ini digadang-gadang lebih kontroversial dibanding Hard Fork Berlin.

Alasannya, karena perbaikan ini bisa mempengaruhi nilai transaksi. Di mana, hal itu tentu saja mempengaruhi penghasilan yang bisa dikantongi penambang ETH.

EIP-1559, yang disusun langsung oleh pendiri Ethereum Vitalik Buterin, berisikan perubahan skema pembayaran gas fees di jaringan Ethereum. Nantinya, biaya transaksi di setiap blok di blockchain akan disandarkan pada satu standar biaya tertentu (yang disebut dengan basefee). Skema ini akan mengubah penetapan biaya transaksi sebelumnya yang berbentuk lelang antara penambang dan pengguna.

Angka basefee akan berubah tergantung dari permintaan pengguna Ethereum. Jika sebuah blok transaksi sudah terisi minimal 50% dari kapasitasnya, maka basefee akan meningkat. Begitu pun sebaliknya.

Pengguna juga bisa memberikan uang tip kepada penambang sebagai insentif untuk “menyelak” antrean transaksi di jaringan blockchain Ethereum.

Basefee sendiri dihitung berdasarkan mekanisme harga otomatis. Dan untuk menstabilkan biaya transaksi tersebut, sistem Ethereum akan membakar ETH (burning). Sehingga, pasokan ETH akan menjadi lebih rendah dan biaya transaksi pun tidak bisa turun atau pun naik.

Mengapa Ethereum akan mengaktifkan proposal ini? Alasannya, tidak lain dan tidak bukan, karena biaya transaksi Ethereum kian mahal.

Mahalnya biaya transaksi ini disebabkan oleh skema lelang yang diterapkan saat ini. Di dalam skema lelang, penambang hanya mau memproses transaksi yang memberikan tawaran biaya transaksi paling tinggi.

Hal ini bisa menjadi beban bagi pengguna yang hanya melakukan transaksi berjumlah mini. Contohnya, mengirim ETH senilai US$20 akan menjadi percuma jika biaya transaksinya pun US$20.

Kondisi ini bikin jaringan Ethereum tidak menarik bagi pelaku aset kripto pemula. Mereka akhirnya memilih menggunakan blockchain lain yang membebankan biaya transaksi rendah, seperti Polkadot dan Cardano.

Sehingga, pengembang pun memperkenalkan basefee agar pengguna tetap di jaringan blockchain Ethereum. Hanya saja, proposal ini ditentang penambang lantaran biaya transaksi yang “disamaratakan” bisa menurunkan penghasilan mereka.

2. EIP-3554

Selain EIP-1559, pengembang juga akan mengaktivasi EIP-3554. Proposal ini rencananya akan mempermudah penambangan ETH dan memperlambat difficulty time bomb yang terdapat di aktivitas penambangan ETH.

Lantas, apa itu difficulty time bomb?

Difficulty time bomb adalah sebuah kondisi di mana penambang akan susah menggali keping-keping ETH, sehingga waktu penambangan akan semakin lama dan pendapatan penambang pun akan anjlok.

Namun, kondisi ini bukanlah sebuah kecacatan yang terjadi di jaringan Ethereum. Sejak awal, sistem difficulty time bomb memang dirancang untuk berada di sistem Ethereum. Dengan harapan bahwa penambang akan berhenti menambang di sistem Ethereum 1.0 dan berpindah ke Ethereum 2.0.

Ternyata, kondisi ini diprediksi akan datang lebih cepat dari perkiraan. Pengembang sendiri meramal bahwa difficulty time bomb akan “menyerang” blockchain Ethereum pada pekan pertama Desember 2021.

Sayangnya, di sisi lain, Ethereum pun masih melakukan pemanasan algoritma konsensus Proof of Stake sebelum memanfaatkan blockchain Ethereum 2.0.

Akibatnya, pengembang memutuskan untuk mengaktivasi EIP-3238 untuk menunda pemberlakuan difficulty time bomb di sistem Ethereum hingga kuartal II 2022. Sehingga, penambangan ETH akan tetap mudah dan cepat sembari menunggu sistem Ethereum 2.0 “matang”.

Baca juga: Sobat Cuan, Yuk Belajar Jenis-Jenis Hard Fork Ethereum Berikut!

Kapan Hard Fork London Aktif?

Awalnya, Hard Fork London dijadwalkan rilis pada Juli 2021. Hanya saja, ujicoba ativasi kelima EIP di dalam jaringan baru dimulai pada 24 Juni lalu.

Akibatnya, Hard Fork London diprediksi akan aktif pada 4 Agustus 2021 mendatang di blok 12.965.000.

Baca juga: Yakin Mau Buru-Buru Jual ETH? Ada Prediksi ETH Bakal ke Level US$4.200 Nih!

Apa Dampak Hard Fork London Bagi Harga ETH?

Selama ini, banyak pihak mengatakan bahwa upgrade sistem kali ini akan membawa angin segar ke harga ETH. Pendapat itu pun bisa jadi ada benarnya.

Seperti yang telah disinggung di atas, implementasi EIP-1559 akan menurunkan jumlah suplai ETH yang beredar melalui sistem burning. Nah, sesuai hukum ekonomi, merosotnya suplai suatu benda pasti akan bikin harganya naik jika memang permintaannya sedang tokcer.

Pertanyaan berikutnya, apakah benar permintaan ETH akan menanjak ke depan? Jawabannya adalah bisa.

Implementasi EIP-1559 akan menurunkan biaya transaksi, hal yang tentu saja akan bikin pecinta aset kripto menyerbu sistem blockchain Ethereum. Hal ini wajar saja, mengingat sistem blockchain ini merupakan jaringan terpopuler kedua setelah Bitcoin. Akibatnya, meningkatnya permintaan ETH bisa saja benar-benar terjadi.

Selain itu, implementasi Hard Fork London pun bikin kegiatan decentralized finance (DeFi) makin bergeliat. Apalagi sebelumnya, banyak pihak berpendapat bahwa tingginya biaya transaksi menghambat perkembangan DeFi sepanjang semester I 2021.

Antisipasi atas Hard Fork London pun sudah terbaca di pasar ETH. Pada Minggu (4/7), harga ETH bahkan hampir menyentuh US$2.500 per keping seiring reaksi dan optimisme investor atas implementasi upgrade tersebut.

Kalau kamu bagaimana Sobat Cuan? Apakah kamu juga optimistis dengan implementasi Hard Fork London? Nah, mumpung momentum ETH lagi moncer-moncernya, kenapa kamu tak simpan ETH saat ini saja?

Apalagi, kamu bisa beli ETH di Pluang! Kamu bisa mendapatkan ETH tanpa ribet hanya dengan tiga ketukan saja di ponsel. Yuk, miliki ETH di Pluang sekarang!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Yahoo Finance, Binance, Ivanontech

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img