Currently set to Index
Currently set to Follow

Simak Langkah Diversifikasi Cryptocurrency bagi Pemula di Sini!

Belakangan ini, pecinta aset kripto pemula mungkin tertarik masuk pasar cryptocurrency lantaran terbuai dengan cuannya yang menggelegar beberapa waktu lalu. Hanya saja, mereka mungkin kurang memahami langkah yang perlu dilakukan ketika pasar kripto lagi amburadul.

Padahal, bagi pemula, salah satu langkah mudah untuk mengantisipasi buntung dari anjloknya harga kripto adalah dengan diversifikasi cryptocurrency. Ya, sesimpel itu saja.

Apalagi strategi tersebut bisa kamu lakukan saat ini juga, mengingat momentumnya pun cukup pas. Apa alasannya?

Seperti yang kita tahu, saat ini harga dua jawara aset kripto yakni Bitcoin dan Ethereum masih belum bangkit setelah mencapai titik tertingginya di April dan Mei.

Kala itu, token Bitcoin (BTC) dan juga Ethereum (ETH) sempat berada di posisi puncak dengan harga masing-masing menembus US$60.000 dan US$4.375 per token. Sayangnya, kini masing-masing token diperdagangkan di kisaran US$34.000 dan US$2.300 per keping.

Nah, di periode yang penuh gejolak dan volatil seperti ini, tentu saja kamu disarankan “menyebar” risiko investasimu ke aset yang lain. Tujuannya, tentu saja agar penurunan nilai portofolio kriptomu, yang berisikan satu jenis koin saja, tak serta. merta bikin frustrasi.

Namun, bagaimana cara diversifikasi yang benar ketika investasi cryptocurrency? Selain itu, apa saja manfaat yang bisa kamu petik dari diversifikasi tersebut? Yuk, simak artikel ini hingga habis ya, Sobat Cuan!

Baca juga: Harga Bitcoin, Ethereum, dan Cryptocurrency Lain Diprediksi Meroket

Penjelasan Singkat Diversifikasi Cryptocurrency

Pada dasarnya, diversifikasi adalah tindakan untuk berinvestasi di berbagai macam jenis aset sebagai bagian dari manajemen risiko investasi. Dengan diversifikasi, artinya kamu melindungi portofolio investasimu dari risiko-risiko yang akan menurunkan nilai portofoliomu, yang sangat mungkin terjadi di masa depan.

Sementara itu, diversifikasi cryptocurrency adalah membagi risiko investasi yang ada di aset kripto sesuai dengan sentimen dan juga cara kerja masing-masing aset kripto yang ada di pasaran.

Dengan kata lain, Sobat Cuan tidak hanya membeli satu token tertentu saja, melainkan membeli aset kripto lainnya demi mengurangi eksposur risiko yang ditimbulkan oleh satu jenis cryptocurrency. Bagaimana contohnya?

Misalnya seperti ini. Anggap saja Sobat Cuan memiliki uang Rp100 juta dan dihadapkan pada dua opsi: Membeli Bitcoin saja atau membeli Bitcoin dan ETH masing-masing bernilai Rp50 juta.

Sekarang bayangkan jika kamu memilih opsi pertama dan bayangkan jika harga BTC ternyata turun 25% sebulan mendatang. Pastinya, nilai portofolio cryptocurrency kamu sekarang tersisa Rp75 juta saja, bukan?

Nah, sekarang, bandingkan jika kamu memilih opsi kedua dengan asumsi sama, yakni harga BTC amblas 25% dalam sebulan. Bedanya, kini dalam waktu bersamaan, ternyata harga ETH naik 10%. Lantas, posisi portofolio kamu pun akan menjadi Rp37,5 juta dalam bentuk BTC dan Rp55 juta dalam bentuk ETH, atau total Rp92,5 juta.

Nah, jadi mending mana Sobat Cuan? Diversifikasi cryptocurrency milikmu? Atau tetap setia dengan satu jenis koin saja?

Simak Langkah Diversifikasi Cryptocurrency bagi Pemula di Sini!, Pluang

Mengapa Harus Diversifikasi Cryptocurrency?

Alasan pentingnya adalah melindungi nilai portofoliomu dari pasar yang bergejolak. Mengapa demikian?

Sobat Cuan harus paham bahwa setiap instrumen investasi memiliki performa yang berbeda-beda. Dengan kata lain, jika satu instrumen investasi anjlok, bukan berarti instrumen lainnya pun bernasib seperti demikian. Sehingga, kerugianmu berinvestasi di satu instrumen bisa “diimbangi” dengan keuntunganmu di aset lainnya.

Selain itu, manfaat lainnya adalah bikin kamu tidak melewatkan potensi cuan di instrumen lainnya.

Anggap saja seperti ini. Kamu fans garis keras BTC sehingga kamu menggenggamnya terus dan enggan diversifikasi. Padahal, di waktu yang sama, ETH sedang mencapai rekor tertingginya. Artinya, kamu melewatkan kesempatan hujan cuan dari ETH begitu saja, bukan?

Ya, ketika semua aset kripto yang dimiliki bertumbuh, maka keuntungan yang kamu dapatkan juga bisa menjadi bertambah. Semakin banyak jenis koin yang dimiliki, semakin tinggi juga peluang mendapatkan imbal hasil yang signifikan.

Tetapi ingat, yang namanya investasi selalu terdapat risiko yang mengikutinya, oleh karena itu, pelajari dengan baik mana aset kripto yang cocok untuk investasi kamu.

Baca juga: Mau Diversifikasi Reksadana? Simak Tips dan Angka Idealnya di Sini!

Metode Diversifikasi Portofolio Cryptocurrency

Sekarang, kamu sudah tahu manfaat dan alasan kenapa kamu harus melakukan diversifikasi. Yang perlu kamu lakukan berikutnya adalah mengamalkannya agar cuan aset kriptomu makin aman, khususnya untuk situasi saat ini.

Untungnya, terdapat beberapa metode diversifikasi cryptocurrency yang bisa dilakukan oleh pemula. Yuk, simak beberapa di antaranya!

1. Diversifikasi Sesuai dengan Tingkat Risiko

Masih ragu diversifikasi dengan menambah aset kripto yang lain karena takut sama-sama fluktuatif? Jangan khawatir! Kamu tetap bisa memitigasi risikomu dengan mendiversifikasikannya ke jenis investasi lain. Tentunya, instrumen tersebut pun harus memiliki tingkat risiko yang lebih rendah dibanding aset kripto.

Beberapa instrumen yang bisa kamu pilih misalnya adalah emas atau mungkin reksa dana. Utamanya, reksa dana pasar uang. Sebab, reksa dana pasar uang lumrah digunakan sebagai diversifikasi bagi investor ketika kinerja pasar modal atau investasi lainnya sedang tiarap.

Lantas, berapa nilai uang yang perlu kamu tanamkan di instrumen-instrumen tersebut? Beberapa perencana keuangan mengatakan bahwa 30% dari total alokasi dana investasimu sudah cukup untuk mengurangi eksposur risiko dari satu instrumen investasi tertentu.

2. Diversifikasi Cryptocurrency Berdasarkan Nilai Investasimu

Nah, kalau kamu sudah berani diversifikasi investasi aset kriptomu, mungkin kamu bisa memulainya dengan satu konsiderasi: Nilai investasimu.

Kalau nilai portofolio investasi kriptomu terbilang mini, maka ada baiknya kamu diversifikasi di dua hingga tiga aset kripto saja. Mengapa demikian?

Sobat Cuan perlu paham bahwa kamu pasti akan dibebani biaya admin dan biaya transaksi saat membeli aset kripto di platform exchange. Komponen biaya itu mungkin saja tak akan jadi persoalan jika memang kamu membelinya dalam nominal besar. Hanya saja, beban-beban tersebut tentu akan menggerus manfaat diversifikasi jika kamu pun membelinya dalam nominal yang rendah.

Makanya, kamu harus perhatikan hal ini baik-baik. Jangan sampai, kamu berhasil menekan risiko volatilitas pasar kripto tapi juga dibebani biaya-biaya tinggi di waktu bersamaan.

3. Diversifikasi Berdasarkan Nilai Guna Aset Kripto

Mungkin Sobat Cuan bertanya-tanya tentang arti kalimat di atas.

Ya, selain berdasarkan nilai investasi, kamu juga bisa berinvestasi di beragam aset kripto tergantung nilai gunanya. Masing-masing aset kripto memilki manfaat yang berbeda, di mana risikonya pun tentu saja ikut berbeda.

Misalnya adalah Bitcoin. Sang raja kripto ini dikenal pecintanya sebagai token transaksional yang kini menjelma sebagai aset penyimpan kekayaan. Sifat BTC tersebut tentu saja berbeda dengan ETH yang digunakan sebagai “motor penggerak” aplikasi finansial terdesentralisasi (DeFi). Nah, sifat-sifat tersebut bisa kamu gunakan untuk modal diversifikasi.

Di dalam kancah aset kripto, terdapat empat jenis koin yang bisa kamu gunakan untuk diversifikasi yang terdiri dari:

  1. Bitcoin. Aset kripto ini memiliki nilai kapitalisasi pasar yang besar, sehingga bisa memberikan keuntungan yang signifikan ketika pasar bullish. Apalagi, dengan suplai yang hanya 21 juta keping, Bitcoin pun sangat cocok sebagai alat penyimpan kekayaan di kancah kripto.
  2. ETH. ETH merupakan koin yang dipergunakan di lalu lintas DeFi. Nilai gunanya yang cukup tinggi menjadikan permintaan koin ini diprediksi akan moncer di masa depan. Sehingga, koin ini sangat cocok dijadikan pilihan diversifikasi aset kriptomu.
  3. Koin yang memberikan pendapatan pasif. Misalnya, kamu mencari koin yang akan mengalami hard fork, sehingga kamu pun bisa memiliki dua token berbeda meski awalnya menaruh dana di satu jenis token saja.
  4. Stablecoin. Koin ini merupakan aset kripto yang nilainya ditautkan (peg) dengan uang fiat. Sesuai namanya, stablecoin tidak memiliki kondisi yang volatil seperti aset kripto, sehingga cocok digunakan sebagai aset diversifikasi di kala pasar kripto sedang gonjang-ganjing.

4. Jangan Kebanyakan Diversifikasi!

Berinvestasi di banyak koin memang strategi jitu, Sobat Cuan. Asalkan kamu jangan lebay dalam mendiversifikasikan asetmu! Sebab, tindakan ini justru malah bikin kamu tak bisa mendulang cuan maksimal dari aset kripto yang lagi berkinerja mentereng.

Anggap saja begini. Misalkan kamu mendiversikasikan asetmu di 15 aset kripto dengan nilai yang sama. Dua aset kripto sedang mengalami all time high, sementara 13 sisanya masuk ke zona merah. Artinya diversifikasi asetmu sama aja boong, kan?

Jadi, tetap cermat dalam melihat situasi ya, Sobat Cuan! Salah satu bentuk kecermatan melihat situasi adalah dengan cermat memilih platform kripto yang bikin kamu diversifikasi dengan gampang. Hal itu, tentu saja, bisa kamu dapatkan di Pluang!

Kamu bisa diversifikasikan aset kriptomu di reksa dana, emas, dan indeks S&P 500 hanya dalam satu aplikasi saja. Apalagi, kamu bisa mendiversifikasikan antar aset kripto pula lho, karena kamu bisa memiliki BTC, ETH, BNB, DOT, dan ADA di Pluang!

Yuk, download Pluang sekarang!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Gemini, Crypterium

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img