Currently set to Index
Currently set to Follow

Nabung di Bank vs Dompet Kripto. Mana yang Lebih Untung?

Selama ini, kita mengetahui bahwa membuka rekening bank adalah cara utama bagi masyarakat untuk menabung. Banyak manfaat yang bisa didapat dengan menabung di bank, mulai dari keamanan hingga mendapatkan bunga. Namun, seiring perkembangan zaman, kini sudah banyak masyarakat yang mencoba menabung di dompet aset kripto.

Sejatinya, konsep menabung di aset kripto sama seperti dengan menabung di bank. Kamu bisa menyimpan aset kriptomu di beberapa platform yang menyediakan pembukaan “rekening” menabung.

Kegiatan ini umumnya dilakukan di dalam ekosistem decentralized finance (DeFi), dan masuk ke dalam kategori staking. Crypto staking sendiri merupakan aktivitas di mana pengguna aset kripto dapat mendulang cuan hanya dengan memvalidasi transaksi atau segala aktivitas yang terjadi di atas sistem blockchain.

Maka dari itu, tak heran jika kamu nantinya juga bisa mendapatkan cuan dalam bentuk “bunga tabungan” jika menempatkan aset kriptomu di dompet-dompet tersebut. Tapi, kamu pasti kemudian akan bertanya-tanya: Dari mana sumber pendapatan bunga tersebut?

Lagi-lagi, jawaban tersebut ternyata serupa dengan bank konvensional. Dana yang kamu simpan di dompet-dompet tersebut akan disalurkan lagi ke dalam bentuk pinjaman. Artinya, nanti kamu akan memperoleh pendapatan dari bunga kredit yang diajukan oleh para debitur aset kripto.

Namun, menyoal besaran pendapatan bunga, sebenarnya manakah yang lebih untung? Menabung di aset kripto? Atau menabung di bank?

Nah, salah satu platform yang bisa kamu manfaatkan untuk menabung aset kripto adalah Pluang! Kamu bisa menabung Bitcoin atau Ethereum dan mendapatkan imbal hasil hingga 3,5% per tahun. Selain itu, kamu pun bisa mengaksesnya dengan praktis dan bisa menarik tabunganmu kapan saja!

Baca juga: Mengenal Berbagai Tipe Cryptocurrency Wallet

Nabung di Bank vs Dompet Kripto. Mana yang Lebih Untung?, Pluang

Adu Untung Menabung di Bank vs Dompet Aset Kripto

Salah satu alasan mengapa banyak orang yang mulai bergerak menyimpan kekayaan di dompet kripto adalah imbal hasilnya. Di luar negeri, ternyata banyak platform yang menyediakan imbal hasil tahunan, atau kerennya disebut sebagai Annual Percentage Yield (APY), yang berkisar dari 3% hingga 12%.

Nah, angka imbal hasil yang tokcer ternyata sukses bikin masyarakat tergoda untuk mengikuti tren menabung ini. Menurut data Defipulse, jumlah total aset kripto terkunci (Total Value Locked/TVL) di aplikasi DeFi sudah mencapai US$65 miliar (per 29 April 2021). Atau, melonjak 7.219% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar US$888,1 juta. Betul, kamu tak salah baca: 7.219%.

Angka imbal hasil yang lumayan besar ini pun harusnya tidak mengherankan lho, Sobat Cuan. Perlu diketahui bahwa kegiatan pinjam-meminjam di aplikasi DeFi tidak diatur oleh regulator jasa keuangan, sementara tingkat bunganya pun tak diatur oleh bank sentral. Sehingga, tingkat bunga menabung di aktivitas ini bisa berada di level yang tinggi dan terbilang menggiurkan.

Namun, tingkat bunga yang bisa kamu raih pun tergantung dengan jenis aset kripto yang kamu genggam.

Di dalam aplikasi menabung kripto, tingkat bunga kerap kali ditentukan oleh sistem-sistem algoritma yang didasarkan pada beberapa faktor seperti tingkat likuiditas dan tingkat transaksi masing-masing aset kripto. Makanya, kamu kerap menemukan bahwa menabung Bitcoin, misalnya, tentu akan menghasilkan APY yang berbeda dengan menyimpan Ethereum.

Lantas, bagaimana perbedaannya dengan imbal hasil menabung di bank konvensional?

Menurut data Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI) yang dirilis Bank Indonesia per Februari 2021, tingkat suku bunga tabungan perbankan Indonesia berkisar antara 0,69% hingga 1,21%. Seperti yang terlihat di grafik di bawah ini:

Sementara itu, suku bunga berjangka rupiah pun tidak sebesar apa yang ditawarkan oleh tabungan kripto. Data tersebut pun bisa dilihat di tabel bawah ini, yang mencantumkan rata-rata  bunga tabungan berjangka di bank umum, bank persero, bank pemerintah daerah, bank swasta nasional, dan bank asing.

Setelah melihat data-data di atas, kira-kira apa jagoan kamu nih, Sobat Cuan? Menabung di bank? Atau justru makin tertarik menyelami tabungan aset kripto?

Konsiderasi Menabung di Dompet Aset Kripto

Pepatah mengatakan bahwa high risk, selalu memberikan high return. Begitu pun dengan menabung di dompet kripto. Meski memiliki bunga yang bikin ngiler, nyatanya kegiatan ini pun memiliki risikonya tersendiri.

Risiko pertama yang perlu kamu ketahui adalah volatilitas harga aset kripto. Kamu mungkin menyadari bahwa harga aset kripto bisa jungkat-jungkit dalam sekejap. Hal tersebut bisa saja mempengaruhi nilai APY yang kamu inginkan di masa depan. Sebagai contoh, kalau APY menabung kamu sebesar 10% namun harga aset kripto amblas 15%, artinya kamu akan tekor 5% secara riil, kan?

Kemudian, rsiko kedua yang perlu kamu pahami adalah masalah likuiditas. Di dalam kegiatan menyimpan aset kripto, kamu tak bisa menariknya sesuka hatimu. Ini lantaran beberapa platform aset kripto mengharuskan penggunanya untuk “mengunci” aset kriptonya selama periode tertentu. Bisa jadi sehari, atau hingga 90 hari.

Jadi, kalau harga aset kripto kamu amblas di periode “kunci” tersebut, kamu tentu tak bisa menariknya begitu saja. Ya, tanggung sendiri risikonya ya, Sobat Cuan!

Yang terakhir, kamu juga perlu tahu bahwa imbal hasil menabung aset kripto hanya berupa simple interest. Artinya, tabungan kamu tak bisa membangun bunga majemuk (compound interest) di jangka panjang. Meski demikian, tentu imbal hasil tabungan aset kripto tetap bikin kamu tertarik, kan?

Sobat Cuan tertarik untuk menabung aset kripto? Yuk, nabung di Pluang! Kamu bisa mendapatkan imbal hasil hingga 3,5% per tahun hanya dengan menabung Ethereum dan Bitcoin. Selain itu, kamu juga bisa menarik tabunganmu kapan saja, hanya di Pluang!

Baca juga: Mau Coba Simpan Aset Kripto di Dompet DeFi? Berikut Tipsnya!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Forbes, SEKI Bank Indonesia

spot_img

Artikel Terbaru

Performance Marketing Manager

0

Product Manager

0

Product & UX Researcher

0
spot_img