Currently set to Index
Currently set to Follow

Yuk, Kenalan Lebih Jauh dengan Decentralized Finance (DeFi)!

Istilah sistem keuangan terdesentralisasi, atau akrab disebut Decentralized Finance (DeFi), mungkin sudah akrab di telinga Sobat Cuan. Ya, ekosistem keuangan ini merujuk pada segala kegiatan jasa keuangan, layaknya jasa keuangan konvensional, namun seluruhnya bergerak di atas sistem blockchain.

Namun, apakah Sobat Cuan sudah paham mengenai manfaat DeFi bagi penggunanya? Dan kenapa sih, teknologi kini mulai menjamur digunakan oleh pecinta aset kripto? Untuk itu, yuk baca artikel ini hingga habis, ya!

Yuk, Kenalan Lebih Jauh dengan Decentralized Finance (DeFi)!, Pluang

Sekilas Mengenai Decentralized Finance

Sejatinya, kamu sudah bisa membaca penjelasan rinci mengenai DeFi di artikel berikut. Namun, pada intinya, DeFi merujuk pada sebuah ekosistem aplikasi finansial yang dibandung di atas jaringan blockchain.

Jaringan DeFi juga merujuk pada sebuah pergerakan yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan jasa keuangan yang bebas akses, transparan, dan tanpa intervensi apapun. Di mana, seluruh jasa keuangan tersebut bisa dimanfaatkan oleh semua orang dan tanpa diatur oleh satu otoritas tertentu.

Adapun, pengguna bisa memiliki kontrol penuh atas aset mereka dan berinteraksi dengan ekosistem ini melalui sistem komunikasi dua arah (peer-to-peer) via aplikasi terdesentralisasi (dApps). Seluruh aplikasi yang berjalan di atas sistem blockchain ini akan menciptakan produk, jasa, serta pasar finansial baru yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

Baca juga: Ragu Sama DeFi? Ini 5 Alasan Kenapa Kamu Harus Mulai Perhatikan Teknologi Ini!

Manfaat Decentralized Finance

Dengan sifat seperti demikian, maka DeFi bermanfaat untuk memberikan akses jasa keuangan bagi mereka yang tidak bisa menikmati produk jasa keuangan finansial konvensional saat ini.

Sebagai sebuah bisnis, tentu orientasi lembaga jasa keuangan tradisional adalah mendulang cuan sebanyak-banyaknya. Namun implikasinya, mereka jadi enggan untuk menjangkau mereka yang berasal dari kelas pendapatan menengah ke bawah. Nah, “kekosongan inklusi keuangan” yang diciptakan oleh aksi lembaga jasa keuangan konvensional itu diisi oleh keadiran DeFi.

Di samping itu, melakukan kegiatan jasa keuangan di aplikasi DeFi juga tidak memakan biaya mahal. Apa alasannya?

Seperti yang dijelaskan di atas, sistem keuangan terdesentralisasi tidak diatur oleh regulator, maupun tidak melibatkan lembaga perantara (intermediaries) seperti bank. Akibatnya, kegiatan di sistem DeFi berlangsung tanpa lapisan birokrasi panjang. Implikasinya, ongkos kegiatan jasa keuangan di sistem Decentralized Finance pun bisa diredam.

Apa Saja Kegunaan Decentralized Finance?

Seperti yang telah disebutkan di atas, DeFi berisikan aplikasi jasa keuangan terdesentralisasi dan tidak diatur oleh lembaga apapun. Artinya, kegiatan utama DeFi pun kurang lebih mirip dengan jasa keuangan konvensional saat ini.

Lantas, seperti apa jenis kegiatan jasa keuangan yang terdapat di jaringan DeFi?

1. Kegiatan Pinjam Meminjam

Di kancah aset kripto, protokol kegiatan pinjam meminjam adalah salah satu tipe aplikasi DeFi yang populer. Platform pinjam meminjam di DeFi memiliki banyak kelebihan dibanding sistem pinjam meminjam konvensional. Misalnya adalah penyelesaian transaksi yang instan, kemampuan untuk menjaminkan aset digital, dan tanpa birokrasi pengajuan kredit yang berbelit-belit.

Selain itu, kegiatan pinjam meminjam di sistem blockchain juga tidak terpapar risiko dari pihak intermediaries. Sehingga, kegiatan pinjam meminjam menjadi lebih murah, cepat, dan bisa digunakan oleh semua orang.

2. Jasa Keuangan

Aplikasi DeFi adalah aplikasi keuangan, sehingga jasa-jasa keuangan selain kegiatan pinjam meminjam pun termasuk di dalamnya. Kegiatan ini mencakup stablecoin, Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dan asuransi. Lantas, seperti apa detail dari kegiatan ini?

  • Stablecoin

Ketika industri blockchain semakin berkembang, pengembang aplikasi DeFi pun fokus mengembangkan stablecoin. Produk ini sendiri merupakan aset kripto yang nilainya ditautkan (pegged) dengan aset di dunia nyata dan bisa ditransfer secara digital dengan mudah.

Stablecoin menjadi penting lantaran bisa menjadi “nilai tukar” yang paling efektif dalam bertransaksi di kancah kripto. Jika pengguna bertransaksi dengan koin-koin aset kripto, maka “harga” sesungguhnya dari layanan keuangan aset kripto bisa terdistorsi mengingat fluktuasi nilai aset kripto yang juga kencang.

  • Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

Di sistem keuangan konvensional, mengajukan KPR bisa menjadi hal yang bikin pusing. Lambannya birokrasi, banyaknya beban biaya administrasi, hingga ketentuan-ketentuan regulator jasa keuangan tentu bikin mumet sang pencari rumah.

Namun, dengan berbasiskan sistem smart contracts di Decentralized Finance, maka mendapatkan KPR bisa menjadi lebih murah dan efisien. Ini mengingat nihilnya perantara yang berada di atas jaringan tersebut.

  • Asuransi

Di dalam sistem blockchain, jasa asuransi tidak disediakan oleh perusahaan asuransi melainkan urunan bersama dari pemegang polisnya. Hal ini berdampak pada rendahnya premi, namun dengan kualitas pelayanan kesehatan yang sama dengan asuransi pada umumnya.

3. Decentralized Marketplaces

Ini merupakan kategori Decentralized Finance yang susah untuk dikategorikan. Sebab, segmen DeFi satu ini memberikan ruang yang sangat besar untuk inovasi-inovasi finansial yang terdapat di teknologi blockchain.

Salah satu contohnya adalah decentralized exchanges (DExes), yakni sebuah platform tukar menukar aset digital tanpa lembaga perantara.

Selain itu, teknologi blockchain juga memperbolehkan penggunanya untuk menyimpan berbagai macam instrumen keuangan konvensional di dalamnya. Salah satu contohnya adalah platform penerbit sekuritas dalam bentuk token.

Proyek-proyek lainnya yang berkaitan dengan decentralized marketplaces adalah produk derivatif, prediksi pasar, aset sintetis, dan lain-lain.

Baca juga: Pakai DeFi Bisa Datangkan Cuan, Lho! Gak Percaya? Yuk, Simak 4 Caranya!

Apa Tantangan Decentralized Finance di Masa Depan?

1. Performa Buruk

Performa teknologi blockchain, secara inheren, terbilang lambat dibandingkan dengan keuangan tersentralisasi. Hal ini pun tercermin dari kecepatan pemrosesan aplikasi-aplikasi yang ada di atasnya. Para pengembang DeFi perlu untuk mempertimbangkan keterbatasan ini dalam mengembangkan produknya.

2. Satu Error Terjadi, Pengguna Terkena Risiko besar

Aplikasi Decentralized Finance (DeFi) melempar tanggung jawab yang seharusnya diemban intermediaries ke penggunanya. Ini bisa berdampak negatif lantaran pengguna adalah satu-satunya yang menanggung semua risiko di aplikasi DeFi.

3. Buruknya Pengalaman Pengguna (User Experience/UX

Saat ini, menggunakan aplikasi DeFi memang butuh kerja keras dari sisi pengguna. Nah, agar aplikasi DeFi bisa menjadi elemen inti dari sistem keuangan global, maka mereka harus mempersiapkan manfaat yang konkret dan memicu pengguna untuk beralih dari jasa keuangan tradisional.

4. Ekosistem yang Masih Berantakan

Menemukan aplikasi decentralized finance yang spesifik untuk satu kegiatan jasa keuangan tertentu masih terbilang sulit. Sehingga, pengguna harus pintar-pintar “mengais-ngais” ekosistem DeFi untuk menemukan pilihan aplikasi yang tepat.

Sehingga, tantangan ke depan bagi DeFi tidak hanya membangun aplikasinya semata, namun juga memikirkan manfaatnya bagi ekosistem DeFi secara keseluruhan.

Kesimpulan

Decentralized Finance fokus pada membangun sistem jasa keuangan yang terpisah dari sistem keuangan tradisional dan sistem politik. Ini akan membuka gerbang bagi banyaknya sistem keuangan terbuka dan mencegah diskriminasi yang kerap terjadi di jasa keuangan pada umumnya.

Meski idenya cukup mulia, nyatanya tetap saja tak semua orang akan mendapatkan manfaat dari teknologi ini. Sehingga, menemukan aplikasi yang benar-benar bisa menyelesaikan solusi keuangan masyarakat pada umumnya adalah poin krusial dalam pengembangan DeFi ke depan.

Jika hal tersebut sukses, bisa jadi DeFi akan menjadi kekuatan baru pesaing jasa keuangan pada umumnya.

Baca juga: Mengapa DeFi Bakal Jadi Saingan Sengit Jasa Keuangan Konvensional?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang.

Sumber: Binance Academy

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img