Currently set to Index
Currently set to Follow

Simak 4 Mitos Tentang Bitcoin yang Sudah Terbantahkan!

Investasi Bitcoin, beserta dengan jenis aset kripto lainnya, kini sedang digandrungi masyarakat. Selain karena memang harganya yang meroket tajam, kegemaran masyarakat terhadap Bitcoin nampaknya juga didorong oleh meningkatnya kepercayaan dari para investor besar.

Pada bulan lalu, contohnya, produsen mobil listrik Tesla mengumumkan akan menempatkan dana US$1,5 miliar di Bitcoin. Selain itu, perusahaan investment bank JPMorgan juga telah mengimbau investor untuk menempatkan dana di Bitcoin sebagai langkah diversifikasi.

Hanya saja, mereka yang merupakan fans berat Bitcoin sejak lama mengetahui bahwa kondisi saat ini sangat berbeda dibandingkan beberapa tahun ke belakang. Kala itu, Bitcoin masih diasosiasikan dengan hal-hal negatif, sehingga masyarakat enggan dekat-dekat dengan aset kripto tersebut.

Di bawah ini adalah empat mitos buruk tentang investasi Bitcoin yang sudah terbantahkan seiring berjalannya waktu. Apa saja “takhayul-takhayul” tersebut?

Baca juga: Mitosnya, Maret Selalu Menjadi Bulan Sial Bagi Harga Bitcoin. Benarkah?

Simak 4 Mitos Tentang Bitcoin yang Sudah Terbantahkan!, Pluang

Empat Mitos Investasi Bitcoin yang Sudah Dipatahkan

1. Hanya Kriminal yang Memegang Bitcoin

Hal ini mungkin adalah mitos paling lama dan sering berputar di masyarakat. Di satu sisi, memang betul bahwa beberapa badan intelijen dunia mencurigai adanya tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme melalui transaksi aset kripto. Niat jahat tersebut bisa muncul karena sifat transaksi aset kripto yang berbasiskan anonimitas. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa ada satu masa di mana mayoritas Bitcoin digunakan untuk transaksi pasar gelap dan perjudian.

Hanya saja, anggapan tersebut lambat laun berkembang lebih luas menjadi “Bitcoin adalah mata uang yang digenggam para kriminal”. Perlu diketahui bahwa transaksi atas dasar niat jahat yang dilakukan oleh kriminal menggunakan Bitcoin tentu adalah ilegal. Namun, menggenggam Bitcoin sendiri bukanlah sesuatu yang ilegal.

Sama saja seperti uang konvensional (uang fiat). Ia bisa digunakan sebagai sarana pendanaan aksi-aksi jahat, tetapi di sisi lain ia juga bisa digunakan untuk beramal dan hal-hal positif lainnya. Sehingga, tidak benar jika Bitcoin hanya dimiliki oleh para kriminal. Apalagi, kini makin banyak lembaga jasa keuangan yang memantapkan Bitcoin sebagai salah satu instrumen investasi utama.

2. Bitcoin Tidak Punya Nilai Intrinsik / Mitos Investasi Bitcoin Hanya Spekulasi

Mitos yang satu ini nampaknya masih menjadi perdebatan hangat hingga sekarang. Bahkan, Badan Pendapatan Amerika Serikat (IRS) masih kelimpungan untuk mengutip pajak dari aset kripto satu ini karena tidak ada nilai intrinsik yang bisa dijadikan dasar pengenaan pajak.

Namun, Bitcoin dan aset kripto tentu memiliki nilai intrinsik sendiri. Beberapa penelitian menemukan bahwa nilai intrinsik Bitcoin terletak pada ongkos marginal dari penambangan Bitcoin.

Ongkos menambang Bitcoin juga bukan biaya bohongan, lho. Perlu diketahui bahwa Bitcoin menggunakan sistem Proof-of-Work, di mana masing-masing komputer yang terkoneksi dengan sistem blockchain Bitcoin harus mencapai kata sepakat sebelum memverifikasi transaksi atau menambang Bitcoin baru. Banyaknya komputer yang terlibat di dalam sistem Proof-of-Work akan menyebabkan penggunaan listrik yang besar, dan otomatis bisa mengerek naik tagihan listrik.

Nah, tagihan listrik inilah yang disebut dengan biaya “beneran Bitcoin, yang kemudian menopang nilai intrinsik dari raja aset kripto tersebut.

Selain itu, nilai intrinsik Bitcoin juga terletak dari kelangkaannya. Seperti yang kita ketahui, hanya ada 21 juta keping Bitcoin di dunia ini, di mana seluruhnya akan selesai ditambang pada 2140 mendatang.

3. Bitcoin Tidak Aman

Beberapa tahun lalu, banyak orang yang tidak percaya dengan Bitcoin lantaran takut bahwa peretas bisa memasuki jaringan tersebut dan “mencolong” keping-keping Bitcoin di dalamnya. Namun, investor perlu ingat bahwa sistem blockchain Bitcoin bisa dibilang tahan dari serangan hacker — setidaknya hingga saat ini.

Bahkan, meretas jaringan Bitcoin mungkin akan menjadi mimpi buruk bagi para pelakunya. Ini lantaran aset kripto tersebut ditransaksikan menggunakan sistem kriptografi yang tidak dapat diubah secara sembarangan. Baca tautan di bawah ini untuk penjelasan lebih lanjut, ya!

Baca juga: Apakah Investasi Bitcoin Aman dari Serangan Hacker? Simak Jawabannya Di Sini!

4. Bitcoin adalah Investasi Tipu-Tipu

Memang, ada beberapa kasus di mana penawaran koin perdana (Initial Coin Offering) beberapa aset kripto ternyata berisikan penipuan dengan skala besar-besaran. Sialnya, kasus tersebut bikin nama Bitcoin jadi tercemar, di mana investasi Bitcoin selalu dianggap sebagai investasi tipu-tipu.

Padahal, kenyataannya tidak begitu. Hal itu pun terbantahkan dengan sendirinya setelah banyaknya minat perusahaan dan investor kelas kakap untuk menempatkan dana di Bitcoin. Mereka memperlakukan Bitcoin sama seperti instrumen investasi lainnya.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Investopedia

spot_img

Artikel Terbaru

Performance Marketing Manager

0

Product Manager

0

Product & UX Researcher

0
spot_img