Currently set to Index
Currently set to Follow

Bitcoin Amblas Bukan Kiamat! Ini Prediksi Harga Bitcoin Naik Selanjutnya!

‘Puk-puk’ buat Sobat Cuan yang portofolio investasinya ambyar karena harga Bitcoin melorot sepanjang pekan lalu. Tapi tenang, karena ada pihak yang memandang bahwa pelemahan ini memang diperlukan demi prediksi harga Bitcoin naik nantinya.

Seperti kita tahu, pada pertengahan April harga Bitcoin sempat menembus level tertinggi sepanjang masa dengan menembus level US$63.000. Namun apesnya, harga kemudian melorot tajam hingga kisaran level US$47.000 pada 26 April lalu.

Tapi tenang Sobat Cuan, menurut salah satu ‘peramal’ yang memiliki target harga akhir tahun US$100.000 untuk Bitcoin, hal ini malah bagus. Pelemahan yang “sehat” dinilai bisa benar-benar memperkuat pijakan untuk tren bullish nantinya.

“Kami tidak melihat ini sebagai sesuatu yang membawa kita ke puncak pasar pada 2017. Tetapi lebih sebagai sesuatu di mana pasar perlu memiliki periode pendinginan yang sehat sebelum pasar dapat terus maju,” ujar Lead Digital Asset Strategist Fundstrat, David Grider. Ia merujuk situasi puncak pada 2017 yang berlanjut ke keruntuhan harga 80% setelahnya.

Bitcoin Amblas Bukan Kiamat! Ini Prediksi Harga Bitcoin Naik Selanjutnya!, Pluang

Prediksi Harga Bitcoin Naik karena Halving

Banyak analis bullish yang setuju pendapat Grider dalam memprediksi kenaikan signifikan yang akan datang, jika merujuk pada siklus boom-and-bust Bitcoin. Siklus itu terkait dengan mekanisme kode Bitcoin yang secara otomatis memotong ‘hadiah’ atau imbalan yang dibayarkan kepada penambang, atau biasa disebut sebagai block reward.

Harga yang dibayarkan setelah sistem mengkonfirmasi transaksi di jaringan dipangkas menjadi setengahnya. Hal ini terjadi kira-kira setiap empat tahun, yang kemudian disebut “halving.”

Baca juga: Beragam Cara Lindung Nilai Aset Kripto di Saat Harga ‘Ambyar’

Pada Mei 2020, Bitcoin mengalami “halving” ketiga ketika block reward penambang secara otomatis terpangkas dari 12,5 bitcoin menjadi 6,25. Nah, Secara historis, harga Bitcoin selalu menguat setelah peristiwa-peristiwa halving tersebut. Adapun peristiwa paling baru ditandai dengan hampir 3.000% kenaikan yang terjadi dalam 18 bulan setelah “halving” kedua.

Selain itu, investor teknis lainnya semakin percaya model lain yang terkait dengan halving Bitcoin mampu memprediksi kenaikan harga Bitcoin selama bertahun-tahun. Model yang di sebut stock-to-flow ini mengukur persediaan Bitcoin yang ada terhadap arus volume di mana persediaan baru diproduksi. Dalam kasus Bitcoin, artinya pasokan akan turun karena adanya halving, di mana hal itu akan mengerek harga raja aset kripto di jangka panjang.

Nah, saat menerapkan model ini pada Bitcoin, pendiri perusahaan investasi kripto Pantera Capital, Dan Morehead, mengungkapkan keterkejutannya. Pasalnya harga Bitcoin telah bergerak seiring dengan proyeksi.

“Ini semakin menarik. Setahun yang lalu kami memperkirakan Bitcoin mencapai US$62.968 minggu ini. Itu baru saja terjadi. Reli kenaikan Bitcoin ini PERSIS seperti halving sebelumnya. Kemungkinan akan mencapai US$115.000 pada bulan Agustus,” ujarnya melalui Twitter.

Bitcoin Amblas Bukan Akhir Zaman

Setali tiga uang, analis aset kripto populer, PlanB mengatakan prediksi yang sama. PlanB dikenal di industri kripto karena model Bitcoin stock-to-flow atau S2F, yang sebelumnya telah dijelaskan di atas. Namun, selain itu, ia juga telah membangun sejumlah model lain di sekitar konsep tersebut dengan mempertimbangkan aspek-aspek yang berbeda.

“Tidak ada yang naik dalam garis lurus. #Bitcoin telah naik 6 bulan berturut-turut, hingga bulan ini. Ini terlihat seperti penurunan di tengah jalan yang juga kami lihat pada 2013 dan 2017,” kata PlanB melalui Twitter.

Secara historis, lonjakan harga sebelumnya telah mempertahankan harga yang cukup tinggi di tengah latar belakang siklus bullish yang lebih besar.

Baca juga: Ampun Bang Jago! Ini 7 Aset Kripto Yang Berani Nantang Dominasi Bitcoin!

Berdasarkan grafik BLX BraveNewCoin di TradingView, selama reli tahun 2013 usai aksi harga naik yang terkenal, Bitcoin mengalami penurunan sekitar 75% antara April dan Juli 2013. Setelah penurunan itu, Bitcoin terus mencatatkan lonjakan signifikan sebelum 2014 terjadi.

Pada bulan September 2017, Bitcoin mengalami penurunan sekitar 40% setelah kenaikan signifikan. Namun kemudian terus mencapai level tertinggi baru di bulan-bulan berikutnya sebelum jatuh ke pasar bearish pada tahun berikutnya.

Intinya, risiko volatilitas di dalam investasi Bitcoin pasti akan tetap ada. Selain itu, bukan berarti harga anjlok menandakan akhir yang suram. Sebab, investor juga bahkan bisa melakukan strategi buy the dip, atau membeli aset di harga rendah, untuk mengantisipasi cuan saat pasar kripto kembali mentereng. Nah, di sini, Sobat Cuan bisa memborong Bitcoin melalui aplikasi Pluang!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Yahoo Finance, Coin Telegraph

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img