Currently set to Index
Currently set to Follow

Tetap Cuan! Ini Dia Strategi Investasi Bitcoin Saat Harga Turun!

2020 telah menjadi tahun yang luar biasa untuk cryptocurrency. Bahkan sejak Januari lalu, kapitalisasi pasar aset kripto telah meningkat empat kali lipat. Namun, ada kalanya harga Bitcoin anjlok mendadak yang dimotori beberapa faktor. Di dalam kondisi ini, tentu muncul pertanyaan: Bagaimana strategi investasi Bitcoin ketika harganya turun?

Harga Bitcoin boleh saja melejit bak roket sepanjang tahun ini. Meskipun demikian, langit tidak selalu cerah. Ada kalanya pasar Bitcoin hancur dan terjerembab, seperti yang terjadi pada 2018 silam, di mana harga raja aset kripto ini anjlok 65% dalam kurun sebulan saja.

Oleh karenanya, reli harga saat ini pasti akan berbalik di beberapa titik. Hanya saja, banyak investor yang belum tahu kapan itu terjadi. Mereka mungkin berpikir bahwa saat pelemahan terjadi, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah mundur selangkah dan menunggu.

Namun, ini adalah asumsi yang salah. Situasi bearish malahan adalah waktu yang tepat untuk mulai menyimpan Bitcoin sebelum kembali ke tren naik. Pada artikel ini, kita akan membahas beberapa cara terbaik untuk menghasilkan keuntungan ketika pasar sedang turun.

Kita akan membahas beberapa metode dan strategi untuk menjaga portofolio kamu tetap hijau. Di sisi lain juga mempersiapkan kamu untuk cuan lebih besar ketika momentum pasar meningkat.

Baca juga: Analisis: Siap Cuan? Harga Bitcoin Pekan Ini Bersiap Unjuk Gigi

Tetap Cuan! Ini Dia Strategi Investasi Bitcoin Saat Harga Turun!, Pluang

1. Strategi Investasi Bitcoin: Swing Trading

Di kondisi bullish, strategi investasi terbaik adalah membeli dan menyimpan aset kripto yang menurut kamu dapat menghasilkan cuan paling banyak.

Namun ketika harga turun, kamu harus memanfaatkan tren. Investor berpengalaman biasanya meningkatkan portofolio Bitcoin mereka selama periode ini. Caranya adalah dengan membeli lebih banyak koin ketika harganya rendah, dan menjualnya begitu mereka mencapai puncak tren.

Meskipun metode ini dapat memberikan hasil yang konsisten, hal ini menjadi bukti bahwa trading bukan untuk semua orang. Untuk menjadi sukses dalam swing trading, kamu harus mulai memahami dasar-dasar analisis teknis. Hal itu akan memberi kamu titik masuk dan keluar terbaik di pasar.

2. Strategi Shorting

Shorting atau short selling dapat dianggap sebagai kebalikan dari membeli cryptocurrency dan berharap harganya meningkat. Strategi investasi Bitcoin ini adalah salah satu metode paling umum untuk mengambil untung di pasar yang sedang loyo.

Begini cara kerjanya: Saat melakukan shorting, kamu meminjam dana dari bursa crypto dan menjual aset dengan harga pasar saat ini.

Misalnya, jika harga Bitcoin tetap dalam momentum penurunan, kamu dapat menutup posisi di kemudian hari. Kemudian kamu membeli kembali dengan harga yang lebih murah, dan menguangkan selisihnya sebagai keuntungan.

Namun, jika asumsimu salah dan harga naik, kamu perlu membeli kembali koin tersebut pada harga pasar yang lebih tinggi. Bukan untung yang diraih, namun hal itu bisa mengakibatkan rugi bersih.

Mengingat aset kripto adalah aset yang sangat tidak stabil, metode ini dapat menghasilkan keuntungan besar, tetapi juga dapat mengakibatkan kerugian besar.

Baca juga: Ethereum vs Bitcoin: Katanya Sekarang Ethereum Lebih Unggul, Kamu Pilih Mana?

3. Berinvestasi di Aset yang “Lawan Arus”

Terkadang, ada beberapa aset kripto di pasaran yang tidak sesuai dengan ekspektasi. Di sisi lain, ketika semuanya turun, aset kripto ini tampaknya melawan tren. Nah, sehingga untuk sementara, kamu bisa mengalihkan fokusmu dari Bitcoin dan mencari cuan di aset tersebut.

Namun, bagaimana caranya mendeteksi aset kripto yang melawan arus? Dalam hal ini, kamu harus mampu mengikuti pasar secara cermat dan membandingkan pola harganya. Ada dua contoh penting dari aset kripto semacam itu, dan telah mengumpulkan banyak pengikut berkat pola yang tak terduga.

Yang pertama adalah Binance Coin (BNB), yang merupakan satu-satunya koin yang benar-benar menghasilkan keuntungan signifikan selama situasi bearish 2019. Itu menghasilkan lebih dari 1000% keuntungan ketika seluruh pasar sedang berjuang.

Koin lain yang disebutkan adalah Chainlink (LINK) yang memimpin kenaikan saat ini. Aset kripto mengungguli koin populer seperti Bitcoin dan Ethereum sebesar 300%.

Setelah harga Bitcoin kembali pulih, nantinya kamu bisa kembali masuk ke pasar dengan semangat yang lebih pede.

4. Beralih ke Penghasilan Pasif

Jika kamu merasa tidak cukup nyaman untuk berinvestasi atau berdagang dengan aksi harga jangka pendek, ada opsi lainnya. Misalnya, kamu dapat berinvestasi dalam koin yang dapat memberikan pendapatan pasif dan menutup kerugian dari penurunan harga Bitcoin. Untuk hal ini, biasanya aset kripto melakukan kegiatan pinjaman kripto.

Kamu bisa meminjam aset kripto di bursa populer atau melalui aplikasi decentralized finance. Kemudian kamu dapat meminjamkan aset kripto itu kepada pengguna lain dan menerima bunga secara teratur.

Kesimpulan Strategi Investasi Bitcoin saat Harga Turun

Banyak yang berasumsi bahwa kamu harus menjauh dari perdagangan cryptocurrency ketika pasar sedang turun. Ini tidak benar, karena situasi bearish sering kali merupakan waktu terbaik untuk meningkatkan portofolio dan mendapatkan lebih banyak Bitcoin untuk siklus pasar berikutnya.

Penjelasan di atas hanyalah beberapa metode yang dapat kamu gunakan untuk mulai menghasilkan keuntungan di pasar yang lesu. Setelah tren penurunan yang tidak dapat dihindari datang, kamu harus siap. Pengetahuan yang baik tentang analisis teknis akan membantu kamu mengubah peluang menjadi cuan.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Bitrates

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img