Currently set to Index
Currently set to Follow

Ini Jenis Uang yang Tak Boleh Digunakan Demi Trading Kripto!

Tips investasi paling dasar yang harus kamu pahami adalah memilah dana saat akan berinvestasi. Jangan sampai uang panasmu bikin investment goal kamu jadi berantakan ya, Sobat Cuan! Seperti yang diperlihatkan oleh unggahan viral beberapa waktu lalu.

Belakangan ini, video tiktok yang diunggah akun @vnd_putra ramai diperbincangkan warganet. Video itu menampilkan teman kantor sang tiktokers yang sedang frustasi lantaran batal kawin setelah rugi puluhan juta di pasar kripto.

@vnd_putraAda saran gak ? 😢 ##fyp ##foryoupage ##fypシ ##trending ##viral♬ tulus_andai aku bisa – panyaaa

Fluktuasi pasar kripto yang tidak diiringi persiapan mumpuni kini memakan korban baru lagi. Sontak warganet yang merasa relate dengan sang teman membanjiri kolom komentar.

Lantas, siapa sih yang harus disalahkan saat hal seperti ini terjadi? Salah fluktuasi aset kriptonya? Atau salah sang trader yang menggunakan uang pernikahannya?

Ketahui Bahwa Pasar Aset Kripto Penuh Gejolak

Sobat Cuan perlu memahami bahwa kondisi pasar aset kripto memang tidak bisa ditebak. Kadang kamu bisa untung dalam semalam, namun kamu juga bisa buntung dalam sekejap.

Makanya, jika kamu berencana trading di pasar satu ini, pastikan bahwa uang yang kamu gunakan adalah uang “dingin”. Alias, uang yang memang kamu sisihkan untuk trading atau investasi. Jangan sampai kamu menggunakan pos belanja rutin atau hal serupa hanya demi merangsek ke aktivitas berisiko seperti trading kripto.

Hanya saja, kadang trader pemula, apalagi yang memang terbilang awam dalam urusan perencanaan keuangan, sulit membedakan uang dingin dengan alokasi uang lainnya.

Nah, agar nasib Sobat Cuan tidak berakhir seperti unggahan di atas, yuk kenali uang seperti apa sih yang tidak boleh kamu pakai berinvestasi.

Baca juga: Biar Gaji Jakarta Gak Ambyar, Simak 10 Cara Tekan Biaya Hidup di Jakarta!

Tips Investasi: Jenis-Jenis Uang yang Tak Boleh Kamu Gunakan Untuk Trading Kripto

1. Dana Kebutuhan Sehari-hari

Tagihan listrik, biaya telekomunikasi, bajet kebutuhan pokok, uang bulanan sekolah anak hingga bajet bensin adalah kebutuhan sehari-hari yang wajib kamu sediakan untuk bertahan hidup.

Nah, karena fungsinya adalah untuk membantumu hidup, maka kamu harus pantang menggunakan uang jenis ini untuk trading atau investasi berisiko!

Kamu harus memastikan dulu kehidupanmu dan keluarga tercukupi dengan baik. Jangan sampai investasi yang menempati urutan ketiga dalam piramida perencanaan keuangan mengalahkan ketercukupan dana harian.

Meski pasar sedang menjanjikan dan sepertinya tebakanmu jitu, namun mengorbankan kepentingan keluarga tetap bukan hal yang bijaksana ya, Sobat Cuan!

2. Dana Darurat

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dana darurat wajib kamu sisihkan untuk kejadian tidak terduga seperti kecelakaan, kerusakan rumah, dan pemutusan hubungan kerja (PHK). Namanya juga dana darurat, maka uang ini harus kamu gunakan di saat darurat saja!

Alasannya, gampang saja, Sobat Cuan. Kita tidak bisa meramal masa depan, sehingga ketika terdesak, kamu tidak perlu lagi kebingungan mencari dana segar. Kamu bisa hidup tenang dan terjamin tanpa khawatir tidak punya uang saat mepet.

Baca juga: Panduan Cara Menggunakan RSI Untuk Trading Crypto Bagi Pemula

Masih menurut OJK, kamu harus punya dana darurat sebesar tiga hingga enam bulan kali gaji di rekening dana daruratmu jika kamu belum berkeluarga. Sementara, kamu bisa mencadangkannya dua kali lipat lebih banyak jika sudah berkeluarga.

Jumlahnya tentu terdengar besar dan menggiurkan untuk ditaruh dalam instrumen investasi. Tapi, tidak ada seorang pun yang bisa menebak masa depan, bukan?

3. Utang

Ini tips investasi yang terpenting, Sobat Cuan. Jangan sampai kamu trading atau investasi dengan berutang ke bank, apalagi ke pinjol!

Penjelasan mudahnya seperti ini. Masa depan dan imbal hasil trading-mu adalah sesuatu yang tidak pasti. Bisa jadi kamu buntung berhari-hari, atau berminggu-minggu lamanya.

Sementara itu, mengembalikan utang ke bank adalah sesuatu yang pasti. Kamu pasti diwajibkan membayar bunga per bulan dan mengembalikannya dalam jangka waktu tertentu. Mending kalau trading kamu berhasil dan cuan besar, bagaimana kalau kamu merugi terus? Untung tak didapat, tapi malah terlilit utang.

Selain itu, beberapa perencana keuangan menyebut bahwa utang harus digunakan untuk keperluan produktif dan ekonomi sektor riil. Sehingga, cuan dari kegiatan produktifmu bisa digunakan untuk membayar utang plus ekspansi usahamu menjadi lebih besar!

Ini Jenis Uang yang Tak Boleh Digunakan Demi Trading Kripto!, Pluang

Agar Trading dan Investasi Tak Menjadi Mimpi Buruk

Nah, setelah mengetahui uang-uang yang tidak boleh kamu gunakan dalam trading dan investasi, kini saatnya kamu mengetahui rambu-rambu agar kondisi keuangan kamu mampu menahan pesatnya volatilitas pasar kripto.

1. Lunasi Utang, Jangan Malah Berhutang

Sebelum melakukan investasi, idealnya kamu sudah melunasi seluruh utang yang kamu punya. Jika utang tersebut masih harus dicicil beberapa bulan lagi, pastikan juga cicilannya masuk dalam bajet utama kamu sebelum disisihkan untuk investasi.

Tentu saja kamu sangat tidak disarankan untuk berhutang demi membeli koin kripto yang sedang murah, atau emiten yang lagi diskon. Apalagi kalau kamu meminjam dari bank yang akan mengenakan margin pada dana yang akan dipakai berspekulasi itu.

Ingat, volatilitas market mustahil dipastikan. Meski kamu merasa sudah menganalisis dengan baik, pergerakannya sangat mungkin meleset dari tebakanmu. Jangan bertaruh dengan dana yang harus kamu bayar mahal di kemudian hari.

2. Tips Investasi Terpenting: Budgeting

Saat notifikasi gaji atau invoice kamu masuk, budgeting adalah hal pertama yang harus kamu lakukan sebelum merasa jadi sultan. Apa sih budgeting?

Senator Amerika Elizabeth Warren pernah menerbitkan buku berjudul All Your Worth: The Ultimate Money Plan. Dalam bukunya dia membagikan strateginya memilah pos pengeluaran berdasarkan kebutuhan.

Metode Warren dikenal dengan 50/30/20. Maksudnya, dari total pendapatan setelah pajak yang diterima, dia mengalokasikan 50% untuk tagihan wajib dan kebutuhan harian. Selain itu, 30% diposkan untuk membiayai hiburan dan keinginan lainnya seperti jalan-jalan, skincare, dinner atau berlangganan netflix dan spotify.

Barulah sisanya yakni 20% dimasukkan ke dalam dana dingin untuk berinvestasi dan menabung. Tidak hanya untuk membeli uang kripto, saham dan instrumen investasi ya, porsi ini juga termasuk dana darurat dan simpanan hari tua.

Metode budgeting lain yang tak kalah populer adalah prinsip pareto. Mirip dengan 50/30/20, pareto juga mengalokasikan 20% pemasukan dalam pos investasi.

Dapat disimpulkan bahwa pos investasi memang sebaiknya hanya 20% dari pemasukan kamu, supaya kamu dapat menikmati hidup dengan baik. Selain itu, berinvestasi juga harus dilakukan dengan uang khusus atau dana dingin.

Baca juga: Ini Alasan HODL & Menabung Kripto Adalah Strategi Jitu Saat Pasar Bearish!

Idle Money, Uang yang Bisa Kamu Pakai Berinvestasi

Dana dingin yang kamu sisihkan sebanyak 20% dari total penghasilan bersih kamu itu masih harus dipilah lagi ya, Sobat Cuan. Tentukan berapa banyak dana darurat yang harus kamu miliki, lalu sisihkan.

Kamu juga harus memilah berdasarkan jangka waktu kapan dana itu akan digunakan. Nah, dana yang berada dalam pos jangka panjang inilah yang disebut dengan uang dingin atau idle money.

Nah, bagaimana Sobat Cuan? Sudah bersiap untuk trading?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: OJK, Jenius, Detik

spot_img

Artikel Terbaru

Performance Marketing Manager

0

Product Manager

0

Product & UX Researcher

0
spot_img