Currently set to Index
Currently set to Follow

Mengapa Volume Transaksi Sangat Penting bagi Perdagangan Kripto?

Sobat Cuan pecinta aset kripto pasti tahu bahwa selama ini sebagai trader selalu fokus dengan pergerakan harga kripto. Saking fokusnya, mereka kadang langsung panik ketika harga aset kripto tiba-tiba anjlok tanpa memperhatikan aspek lainnya.

Namun, apakah Sobat Cuan tahu bahwa harga bukanlah satu-satunya indikator trading kripto yang harus kamu perhatikan? Sebab, memperhatikan volume transaksi kripto pun sama pentingnya.

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh CoinDesk Markets pada 2018 mengungkapkan bahwa volume transaksi adalah indikator pilihan para trader. Adapun sebanyak 39% menjagokan volume transaksi untuk menerka arah pergerakan harga kripto, sedangkan Relative Strength Index (RSI) berada di tempat kedua dengan 29% dari total suara.

Mengapa Volume Transaksi Sangat Penting bagi Perdagangan Kripto?, Pluang
Sumber: Coindesk

“Volume transaksi adalah aspek terpenting selain harga. Bahkan untuk banyak indikator teknis lainnya, volume transaksi dapat berfungsi sebagai konfirmasi atau penolakan hipotesis yang diberikan,” ujar Matt Thompson, Direktur Pengembangan Bisnis dan Operasi di Coinigy.

Seiring dengan jumlah pasokan yang beredar dan kapitalisasi pasar, volume transaksi adalah salah satu metrik paling menonjol dalam aset kripto. Di artikel ini kita bakal merinci mengapa volume perdagangan merupakan metrik yang sangat penting saat menganalisis aset kripto dan bagaimana hal itu dapat membantu kamu menunjukkan arah harga koin.

Baca juga: Mengapa Aturan Pemerintah Berpengaruh ke Harga Aset Kripto?

Alasan Pentingnya Volume Transaksi dalam Perdagangan Kripto

1. Melihat Mata Uang Kripto Paling Populer

Kamu bisa melihat data volume transaksi token yang terdaftar di CoinMarketCap dengan mudah. Data itu adalah besaran jumlah koin yang telah diperdagangkan dalam 24 jam terakhir.

Misalnya, Bitcoin senilai sekitar US$3,5 miliar telah berpindah tangan dalam 1 hari terakhir. Kamu juga dapat memecah data ini dalam berbagai cara; atau juga bisa mencantumkannya menjadi senilai 3,03 miliar Euro. Atau, dalam istilah kripto, 642.566 Bitcoin.

Kamu juga dapat membandingkannya dengan bursa lain. Misalnya dalam 24 jam terakhir, sekitar 14,97% dari semua Bitcoin yang diperdagangkan bergerak melalui Bitfinex, di mana harganya semisal US$34.450. Pada dasarnya, volume menggarisbawahi berapa banyak orang yang membeli dan menjual koin.

Jika harga Bitcoin naik dan menunjukkan volume yang besar, itu memberi tahu kita bahwa banyak orang yang bertransaksi. Dengan demikian, kemungkinan hal itu memberi petunjuk bahwa aset kripto itu tengah populer dan memiliki potensi permintaan yang mumpuni ke depan.

Jika harga Bitcoin turun, tetapi volumenya minimal, itu bisa memberi tahu kamu bahwa hanya sedikit orang yang mendukung tren tersebut.

Baca juga: Sudah Siap Cuan? Yuk Simak 3 Katalis Positif Harga ETH di Juni Berikut!

Mengapa Volume Transaksi Sangat Penting bagi Perdagangan Kripto?, Pluang

2. Membaca Arah Harga Aset Kripto ke Depan

Volume transaksi bisa dibilang metrik yang paling penting untuk aset kripto, karena banyaknya cara untuk memecahnya. Dari volume, kamu dapat menyimpulkan arah dan pergerakan harga koin. Ini adalah metrik penting bagi para trader.

Sobat Cuan dapat melacak volume transaksi di CoinMarketCap dalam 24 jam terakhir, minggu lalu, atau 30 hari terakhir. Hal ini membantu mengungkapkan apakah pergerakan harga koin baru-baru ini hal yang biasa saja atau tidak lumrah.

Koin dengan pergerakan harga yang sering tidak akan menarik perhatian jika memiliki volume tinggi. Jika koin biasanya memiliki volume yang lebih sedikit namun perdagangan cukup besar dalam 24 jam terakhir, maka itu mengindikasikan ada dukungan di balik pergerakan yang dimaksud.

Kamu juga dapat memeriksa bursa kripto mana yang memiliki volume besar. Hal ini penting karena bursa seringkali memiliki harga yang berbeda. Selain itu, volume transaksi di berbagai bursa dapat mengungkapkan dimana pembeli atau penjual koin berada.

Baca juga: El Salvador Resmi Adopsi Bitcoin Sebagai ‘Uang’. Harga Bitcoin Bakal Naik?

3. Memilih Aset Kripto Berpotensi Cuan Besar

Umumnya, koin terbesar dan terpopuler adalah aset kripto yang paling banyak diperdagangkan. Jika kamu mengurutkan berdasarkan volume di CoinMarketCap, tiga koin teratas adalah Bitcoin, Etherum, dan Tether, juga tiga kapitalisasi pasar terbesar.

Tetapi, jika Sobat Cuan bergeser sedikit ke bawah, kamu akan melihat aset kripto yang kurang dikenal, tetapi memiliki volume perdagangan yang lebih tinggi. Nah, di situlah potensi cuanmu berada.

Salah satu contohnya adalah MonaCoin. Beberapa tahun lalu, MonaCoin tidak banyak dibicarakan meski ada perubahan volume transaksi sebesar 86,97% dalam 24 jam terakhir. Alhasil, harganya pun melompat dengan tinggi dan cenderung bertahan dalam jangka menengah.

Namun di sisi lain, terdapat pula aset kripto yang mengalami lonjakan harga tinggi meski volume transaksinya rendah. Nah, kondisi seperti inilah yang perlu diwaspadai trader. Sebab, pergerakan tersebut mungkin tidak akan bertahan lama dan harga aset kripto tersebut akan cenderung terkoreksi.

Hanya saja, yang namanya trading aset kripto penuh ketidakpastian. Tidak ada cara yang jitu untuk mengetahui dengan pasti pergerakan harganya ke depan.

Baca juga: Ampun Om Elon! Sampai Kapan Pengaruh Elon Musk ke Harga Kripto Berakhir?

4. Melihat Tren dan Selera Trader

Dari membaca volume transaksi, Sobat Cuan pun juga mengetahui arah selera trader aset kripto saat ini. Hal ini penting dalam menentukan apakah aset kripto jagoanmu memang lagi diburu orang atau tidak. Jika tidak, mungkin kamu perlu memikirkan kembali tentang strategi trading-mu.

Nah, cara mudah untuk melihat pergeseran selera trader dapat kamu lakukan dengan membandingkan volume transaksi harian dengan mingguannya.

Misalnya, ada sekitar US$3,6 miliar Bitcoin diperdagangkan dalam 24 jam terakhir. Namun, ternyata total Bitcoin bergerak total dalam tujuh hari terakhir adalah US$12,3 miliar. Artinya, seperempat dari volume transaksi Bitcoin sepekan terjadi kemarin, bukan?

Dengan kata lain, trader cenderung menjauhi Bitcoin atas alasan tertentu, sehingga ada potensi harganya jatuh tak berapa lama lagi. Nah di saat seperti ini, mungkin ada baiknya kamu mengalihkan perhatianmu dari Bitcoin ke aset kripto lain yang volume transaksinya melonjak.

Kesimpulan

Menakar pergerakan harga aset kripto memang bukan hal mudah. Sebab, aset kripto sangat berbeda dari efek atau produk investasi yang sudah mapan, sehingga variabelnya terbatas dalam hal membandingkan metrik. Apalagi, setiap aset kripto tidak menghasilkan laporan keuangan, seperti saham, yang bisa dianalisis oleh para analis.

Sehingga, trader perlu mawas diri dengan melihat metrik-metrik yang tersisa, salah satunya adalah dengan volume transaksi.

Dengan berkaca pada volume transaksi, Sobat Cuan jadi paham bahwa naik turunnya harga bukan lagi menjadi penentu kalian masuk ke pasar kripto. Volume transaksi memberikan substansi bagi data-data harga aset kripto yang selalu kamu pantau setiap harinya.

Harga yang drastis dengan volume yang rendah mungkin merupakan hal yang patut diwaspadai. Sementara itu, penurunan harga dengan volume yang cukup besar di belakangnya mungkin berarti koin akan masuk ke situasi bearish.

Tidak ada kepastian dalam aset kripto. Tetapi, menilai volume transaksi secara efektif adalah hal penting dalam trading. Sudah siap trading aset kripto sekarang?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Coinist, Coindesk

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img