Currently set to Index
Currently set to Follow

Mengapa Teknologi DeFi Akan Menjadi Masa Depan Jasa Keuangan?

Seiring dengan menghangatnya perbincangan tentang mata uang kripto, teknologi decentralized finance (DeFi) kian memantapkan posisinya sebagai masa depan jasa keuangan. Meski kerap dicibir sebagai tren sesaat, eksistensinya sebagai komplimen maupun substitusi jasa keuangan konvensional malah semakin populer.

DeFi diklaim sebagai revolusi besar dalam peradaban manusia. Setelah era berburu, meramu, bercocok tanam, kemudian masuk pada era industrialisasi, kini peradaban manusia memasuki ambang baru yakni era terdigitalisasi. Sebelumnya, Sobat Cuan bisa membaca mengenai apa itu DeFi di sini, ya.

Saat ini, segala aktivitas manusia hingga kepemilikan aset dilakukan dalam bentuk digital. Karenanya, revolusi jasa keuangan pun mengalihkan otoritas penerbitan mata uang yang semula hanya dimiliki bank sentral, kini terdesentralisasi.

Namun, mengapa sih, banyak orang mengatakan bahwa DeFi akan menjadi masa depan jasa keuangan? Apa yang membuatnya cukup spesial?

Baca juga: Cek pengertian DeFi di Sini!

Blockchain, Inisiator DeFi

Keuangan terdesentralisasi dimulai oleh sebuah sistem pencatatan keuangan digital bernama blockchain yang dirilis pada Agustus 2011.

Sistem ini memungkinkan pencatatan tiap transaksi antar blok yang dapat diedit oleh banyak pihak, namun tidak dapat benar-benar dihapus.

Seperti rantai block yang tidak terputus, seluruh riwayat transaksi tercatat dengan baik termasuk yang sudah maupun sebelum diedit penggunanya. Jika block-nya akan bertambah lagi, mayoritas pengguna dari blok transaksi yang sudah ada sebelumnya pun harus memberikan verifikasi sebagai jaminan kredibilitas.

Nah, DeFi sendiri berjalan di atas sistem smart contract, yang berjalan di atas sistem blockchain Ethereum. Teknologi decentralized finance sendiri diciptakan sebagai solusi atas minimnya akses masyarakat terhadap jasa keuangan sebagai berikut:

  1. Beberapa orang tidak memiliki akses untuk membuat rekening bank atau menggunakan produk jasa keuangan.
  2. Terdapat biaya yang dibebankan ke nasabah dalam memanfaatkan jasa keuangan.
  3. Terdapat potensi penyalahgunaan data yang bisa dilakukan oleh perusahaan jasa keuangan.
  4. Perusahaan jasa keuangan rentan diintervensi oleh pemerintah atau regulator.
  5. Kirim mengirim uang bisa berjalan dalam waktu lama.
  6. Perusahaan jasa keuangan tidak pernah transparan dalam memberikan data nasabah.

Karena manfaat tersebut, ditambah dengan keamanan sistem blockchain yang mumpuni, maka tak heran jika banyak pihak mengatakan bahwa DeFi bisa menjadi solusi keuangan masyarakat di masa depan. Apalagi, segala kegiatan jasa keuangan seperti pinjam meminjam, urun dana, hingga asuransi bisa dilakukan di atas jaringan DeFi.

Namun, di tengah manfaat yang ditawarkan, apakah teknologi DeFi benar-benar punya kredibilitas yang baik?

Menyoal Kredibilitas Decentralized Finance

Seiring dengan popularitas mata uang kripto yang meroket, banyak pihak yang mempertanyakan kredibilitasnya. Jika dibandingkan dengan uang fiat yang diterbitkan otoritas moneter masing-masing negara, kredibilitas kripto dinilai terlalu abstrak.

Namun, tentu saja semua bergantung pada perspektif kamu terkait seperti apa underlying, alias faktor intrinsik, yang mendasari kredibilitas tersebut.

Mereka yang optimistis terhadap teknologi DeFi ke depan sangat percaya bahwa sistem blockchain benar-benar ampuh diserang peretasan mengingat histori transaksinya terdistribusi pada puluhan juta jaringan komputer.

Jika block-nya akan bertambah lagi, mayoritas pengguna dari block yang sudah ada sebelumnya pun harus memberikan verifikasi sebagai jaminan kredibilitas. Kecuali memang ada 51% attack, seperti yang dijelaskan dalam artikel berikut.

Namun, mereka yang skeptis tetap meragukan keamanan dari jaringan ini. Terlebih, jaringan DeFi tidak diawasi oleh pemerintah dan regulator, yang sewaktu-waktu bisa mengintervensi jaringan jika terjaid hal yang tak diinginkan.

Namun, perlu diingat bahwa sistem jasa keuangan konvensional terbilang minim inovasi meski memang teregulasi dengan baik. Makanya, tak heran jika iklim decentralized finance sangat dinamis sekali dengan banyaknya aplikasi-aplikasi terdesentralisasi di ranah DeFi.

Slaah satu contohnya adalah BXTB, yang digunakan untuk menyederhanakan transaksi digital menggunakan token yang dapat ditambang oleh semua orang dan ditransaksikan. Menariknya, penambang bisa memperoleh yield dari tiap transaksi menggunakan token yang ditambangnya meski sudah alih kepemilikan.

Para pegiat DeFi kini mulai mengembangkan produk-produk yang memungkinkan aset konvesionalmu ikut terdigitalisasi. Tren ini dimulai oleh platform derivatif dalam komunitas DeFi yakni Synthetix.

Synthetix berencana meluncurkan produk yang dinamakan synthetix stock. Idenya adalah di masa depan Sobat Cuan akan dapat bertransaksi saham dalam komunitas DeFi lewat instrumen sejenis kripto.

Baca juga: Mengapa DeFi Bakal Jadi Saingan Sengit Jasa Keuangan Konvensional?

Mengapa Teknologi DeFi Akan Menjadi Masa Depan Jasa Keuangan?, Pluang

Bagaimana Masa Depan Decentralized Finance?

Di masa depan, bukan tidak mungkin seluruh aktivitas keuangan dan kepemilikan aset kamu dilakukan dalam protokol DeFi. Entah merupakan terobosan yang baik atau justru semakin rapuh, dunia keuangan melangkah pasti ke arah digital dengan otoritas yang terdesentralisasi.

Apalagi, pandemi COVID-19 yang melanda dunia sejak tahun lalu memang mengubah banyak hal seperti pola hidup dan kebiasaan manusia. Pembatasan sosial yang diberlakukan seluruh negara di dunia membuat manusia lebih banyak beraktivitas di dalam rumah dengan menggunakan platform digital.

Sedikit banyak hal ini membawa angin segar bagi komunitas DeFi. Bukan hanya aktivitas individu, platform digital menjadi primadona bagi tiap perusahaan yang tetap berupaya bertahan hidup di tengah situasi pandemi.

DeFi berevolusi dari sekedar alternatif pembayaran menjadi primadona baru instrumen investasi. Banyaknya terobosan yang diinsiasi pegiat DeFi membuat opsi keuangan digital tampak menarik.

Kemudian, seiring dengan kian banyaknya pengguna DeFi, di masa depan sistem ini pun akan terus berinovasi. Layer-layer DeFi mungkin dibutuhkan untuk menopang sistem yang telah ada agar dapat tetap memberi ruang inovasi.

Jadi, sejauh mana Sobat Cuan mempercayakan keuangan pada DeFi?

Baca juga: Mau Cuan dari DeFi? Simak Caranya di Sini!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: finance monthly, benzinga

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img