Currently set to Index
Currently set to Follow

Dari LBMA Hingga COMEX, Apa Aja Sih Acuan Harga Emas Dunia?

Emas menjadi barang buruan bagi investor dalam masa pandemi seperti sekarang. Stabillnya imbal hasil dan sifatnya yang bisa dijadikan lindung nilai terhadap pergerakan inflasi menjadi salah satu alasan investor untuk terus mengoleksinya. Namun ternyata, harga emas dunia memiliki harga acuan yang berbeda-beda, tergantung bursa emas yang digunakan sebagai tolok ukurnya.

Nah, penerapan harga emas di masing-masing bursa pun berbeda. Hal itu dikarenakan perbedaan metode yang diterapkan masing-masing bursa.

Beberapa bursa emas dunia mengacu pada bursa utama di London, Inggris, seperti London Bullion Market Association (LBMA) dan London Metal Exchange (LME). Selain itu, beberapa bursa juga menggunaka harga acuan milik Commodity Exchange (Comex), yang merupakan divisi di bawah Chicago Merchantile Exchange (CME).

Lantas, bagaimana para bursa utama dunia tersebut membentuk harga emasnya?

Baca juga: Apa Itu Gold Standard?

Dari LBMA Hingga COMEX, Apa Aja Sih Acuan Harga Emas Dunia?, Pluang

Mengenal Ragam Harga Acuan Emas

1. LBMA

Salah satu bursa emas yang dijadikan acuan adalah LBMA. Harga emas dan perak yang ada pada LBMA adalah harga emas yang tidak dialokasikan di London. Penetapan harganya menggunakan tolok ukur harga lelang emas pada pasar spot yang dilakukan oleh ICE Benchmark Administration (IBA).

Prosesnya adalah IBA menyediakan platform yang menyajikan referensi harga dan juga perangkat untuk bertransaksi emas, baik itu di pasar spot ataupun di transaksi derivatif lainnya. Jadi, investor ataupun produsen emas bisa bertransaksi secara langsung dalam lelang elektronik tersebut.

Proses lelang emas dilakukan pada pukul 10:30 GMT atau yang dikenal sebagai London Gold AM FIX dan pukul 15:00 GMT atau London Gold PM FIX. Sementara untuk lelang perak dilakukan pada 12:00 GMT.

Nah, waktu tersebut juga sekaligus menjadi penetapan harga emas yang akhirnya dipublikasikan ke pasar sebagai harga emas LBMA AM, harga emas LBMA PM dan benchmark harga perak LBMA.

Pembentukan harga untuk setiap lelang menggunakan mata uang dolar AS (USD). Meski begitu, IBA juga menyiapkan tolak ukur harga emas dalam bentuk poundsterling Inggris (GBP) dan juga euro (EUR), meski investor tidak bisa memperdagangkannya secara langsung melalui mekanisme lelang.

Proses lelang berjalan setiap 30 detik. Dalam setiap tahap, IBA akan menerbitkan harga awal emas tersebut. Kemudian, para peserta lelang memiliki waktu selama 30 detik untuk memasukkan harga emas yang ingin dibeli atau dijual.

Namun, tidak semua proses lelang akhirnya bisa dijadikan harga acuan.

Jika terdapat ketidakseimbangan dalam proses lelang, maka IBA akan membuat harga penyesuaian dan lelang dimulai kembali. Sedangkan, jika keseimbangan sudah terjadi di volume jual beli lelang, maka baru bisa tercipta harga acuan yang dipublikasikan.

Batasan toleransinya berbeda-beda untuk setiap instrumen, emas berada di 10.000 ons dan perak di 500.000 ons. Sebelum lelang dimulai, setiap peserta lelang memilki waktu 30 menit untuk antre dan memasukkan harga yang diinginkan, hal itu dikenal sebagai putaran nol (round zero).

2. LME Gold

Bursa emas lainnya yang dijadikan acuan adalah London Metal Exchange (LME Gold). Meski sama-sama berbasis di London, Inggris, harga emas LME ternyata diturunkan dari mekanisme yang berbeda.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, harga emas LBMA diturunkan dari putaran akhir lelang emas. Namun, harga acuan emas LME merujuk pada harga emas secara harian (yang juga dibobotkan dengan volume transaksinya) yang ditransaksikan di platform perdagangan LME. Kemudian, hasil dari formulasi tersebut kemudian digabungkan dengan harga spot sampai 25 hari ke depan, harga bulanan, juga harga emas per triwulan dalam jangka waktu lima tahun.

Melalui mekanisme tersebut, maka skema penetapan harga emas LME terbilang memadukan harga emas di pasar over the counter (OTC) serta harga emas berjangka secara bulanan dari harga penawaran bursa yang ada.

Harga yang ditransaksikan adalah harga kontrak perdagangan yang dimulai sejak pukul 01:00 sampai 20:00 GMT. Investor bisa membelinya melalui LME Select atau telepon layanan antar kantor selama 24 jam.

Baca juga: Aturan dan Tips Beli Barang Lelang di Pegadaian

3. Comex

Acuan harga emas dunia lainnya adalah Comex. Berbeda dengan LBMA dan CME yang menggunakan proses lelang sebagai basis harga emas, Comex menetapkan harganya berdasarkan kontrak derivatifnya. Artinya, harga ditetapkan berdasarkan nilai kontrak emas di masa depan berdasarkan perjanjian antara pemesan dan penjual.

Kemudian, harga emas yang dihasilkan pun bukan berasal dari nilai “asli” komoditas itu sendiri, melainkan diturunkan dari fluktuasi harga emas tersebut di masa depan. Makanya, harga emas berjangka di Comex bisa sama, atau bahkan berbeda sama sekali, dengan nilai emas “sesungguhnya” di hari ini.

Sebagai contoh, investor A sepakat membeli 100 ons emas dari investor B dengan masa pengiriman tiga bulan mendatang dengan nilai US$100 per ons. Jika harga emas tiga bulan kemudian lebih besar dari US$100, maka investor A masih bisa mendulang untung karena ia bisa membelinya dengan harga yang lebih murah. Begitu pun sebaliknya.

Nah, kumpulan harga-harga dalam kontrak tersebutlah yang membentuk harga acuan di pasar Comex.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: LBMA, LME, Bullion Star

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img