Currently set to Index
Currently set to Follow

Disebut Barang Langka, Bagaimana Kondisi Suplai & Permintaan Emas Sekarang?

Membincang investasi emas seakan tidak ada habisnya. Barang yang sejak dulu sudah menjadi barang berharga itu sampai sekarang tetap mempertahankan kilau harga dan nilainya dengan baik.

Mungkin karena itu juga emas dianggap sebagai logam mulia, namun selain itu anggapan tersebut juga muncul lantaran kelangkaannya.

Nah, tapi apakah Sobat Cuan penasaran, seberapa besar sih kelangkaan emas tersebut? Dan apakah benar kelangkaan tersebut bisa bikin harga emas kian mentereng ke depan?

Melihat Kelangkaan Investasi Emas dari Cadangan dan Produksi

Untuk menjawab pertanyaan di atas, tentu kita harus menimbangnya dari dua indikator utama. Yakni, produksi serta cadangan emas. Sebab, kedua hal ini merupakan indikator penting dalam menakar suplai emas yang terdapat di dunia saat ini.

Menilik Cadangan Emas Dunia

Pertama, mari bahas soal cadangan emas terlebih dahulu.

Berdasarkan data U.S. Geological Survey (USGS), cadangan terbukti mineral emas pada tahun 2020 lalu mencapai 53.000 ton yang tersebar di hampir seluruh dunia. Di mana, angka ini menurun tipis dibandingkan tahun sebelumnya yakni 54.000 ton.

Namun, angka tersebut tidak mengindikasikan bahwa cadangan emas memang benar-benar tengah menurun ya, Sobat Cuan. Sebab, jumlah cadangan emas sejatinya bersifat fluktuatif, alias kadang naik dan turun. Hal itu sejalan dengan kemajuan proses eksplorasi guna menemukan cadangan emas baru.

Masih berdasarkan USGS, ternyata dunia kini memiliki 33 ribu ton mineral yang sudah diidentifikasi sebagai emas. Dengan kata lain, mineral tersebut memang masih diduga mengandung emas. Jadi, masih ada kemungkinan bahwa cadangan emas di masa depan akan terus meningkat.

Menilik Produksi Emas Dunia

Setelah melihat cadangan, kamu juga bisa melihat sisi kelangkaan emas dari produksinya.

Masih melansir data USGS, produksi emas dunia pada tahun 2020 lalu diproyeksi mencapai 3.200 ton. Sayangnya, angka ini susut 3,03% dibanding 3.300 ton pada 2019 silam.

Hanya saja, hal ini bukan berarti produksi emas terus menurun ya, Sobat Cuan. Sebab nyatanya, produksi emas tiap tahun terus merangkak naik, seperti yang terlihat pada grafik di bawah ini.

Grafik di atas memperlihatkan bahwa produksi emas per tahun telah meningkat 29,55% dalam 15 tahun terakhir. Artinya, produksi sang logam mulia memang secara kasat mata masih mumpuni, bukan?

Kendati demikian, kamu masih perlu melihat laju produksinya.

Seperti terlihat di grafik atas, laju produksi emas memang tak tentu. Bahkan, lajunya terbilang anjlok dalam empat tahun terakhir. Hal itu tentu saja akan mempengaruhi suplai emas.

Pertanyaan berikutnya, apakah menipisnya suplai emas sudah pasti akan bikin harga emas meningkat terus di masa depan?

Baca juga: Siapkan Dana Cadangan untuk Keadaan Darurat, Ini 6 Langkahnya

Disebut Barang Langka, Bagaimana Kondisi Suplai & Permintaan Emas Sekarang?, Pluang

Kelangkaan Investasi Emas dan Harga Emas

Sesuai hukum ekonomi, harga suatu barang akan meningkat jika suplainya lebih rendah dari permintaannya. Begitu pula sebaliknya.

Dari data di atas, memang produksi dan cadangan emas sedang turun. Sehingga, untuk mencari tahu dampak hal tersebut ke harga emas, kita pun harus menilik dari sisi permintaannya. Hal itu pun terlihat dari grafik di bawah ini.

Permintaan emas memang terlihat fluktuatif. Namun, satu yang pasti bahwa angka permintaan emas setiap tahunnya selalu lebih besar dari produksi tahunannya.

Mekanisme permintaan dan penawaran tersebut pun tercermin dari pergerakan harga emas yang selalu menanjak antar tahunnya.

Investasi Emas
Grafik Harga Emas 2000-2021. Sumber: Tradingview

Mengapa Permintaan dan Penawaran Emas Tidak Seimbang?

Namun, kenapa sih permintaan emas selalu melebihi dari suplainya? Hal ini pun tentu bisa dijawab dari beberapa sisi.

Di sisi pertama, beberapa analis mengatakan bahwa naiknya harga emas lebih didorong oleh pandangan investor yang menganggap bahwa emas adalah investasi yang lebih aman dalam ekonomi. Hal ini tak mengherankan, lantaran emas selalu digadang sebagai alat pelindung kekayaan (safe haven).

Selain dari sisi investasi, permintaan emas juga bisa dilihat dari sisi industri, di mana emas bisa digunakan sebagai bahan baku.

Namun, ketidakseimbangan suplai dan permintaan ini juga bisa berhulu dari lambatnya proses penemuan cadangan emas baru.

Proses penemuan tambang baru sejatinya masih terus dilakukan, namun pandangan ahli mengatakan bahwa proses menemukan cadangan emas baru adalah hal langka. Alhasil, produksi emas yang sampai saat ini ada, dan mungkin yang sedang kamu genggam sekarang, adalah emas yang berasal dari tambang tua.

Jadi bagaimana kesimpulannya? Seperti yang sudah dijelaskan di atas, tentu kita perlu berpijak lagi ke hukum ekonomi. Suplai emas bisa dikatakan kian menipis yang juga disertai dengan lebih besarnya permintaan daripada penawarannya. Hal itu, tentu saja akan menjadi sentimen bagi harga emas ke depan.

Nah, setelah membaca penjelasan tersebut, apa yang akan kamu lakukan Sobat Cuan? Apakah kamu juga tertarik membeli emas?

Jika jawabannya adalah ya, kamu bisa membeli emas digital di Pluang! Sebab, kamu bisa berinvestasi emas mulai dari Rp10.000 saja dan tanpa dikenakan biaya admin!

Baca juga: Produksi Emas Meningkat, Ini Dia 5 Negara Penghasil Emas Terbesar di Dunia

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img