Currently set to Index
Currently set to Follow

Apakah Strategi DCA Bisa Kamu Terapkan di Investasi Emas? Simak di Sini!

Selama sepekan lalu, harga emas ambruk 5% lantaran sinyal The Fed yang akan meninggalkan kebijakan dovish-nya. Harga emas terjerembab di level US$1.782,80 per ons pada perdagangan Jumat lalu dan seolah-olah masih gagal bangkit hingga pekan ini.

Memang, kondisi ini terbilang menyedihkan, Sobat Cuan. Tapi, beberapa analis bahkan mengatakan bahwa sekarang adalah saat yang tepat untuk menumpuk tabungan emas. Alias mengoleksi emas di saat harga rendah, atau istilah kerennya buy the dip.

Tapi, kalau kamu masih ragu-ragu dalam melakukan buy the dip, kamu masih bisa menabung emas dengan metode yang dikenal dengan Dollar Cost Averaging (DCA). Nah, bagaimana sih, cara investasi emas menggunakan metode ini? Yuk, simak selengkapnya!

Baca juga: Strategi Investasi Reksadana DCA vs Lump Sum: Mana yang Paling Oke?

Penjelasan Singkat Strategi DCA Untuk Tabungan Emas

Dollar Cost Averaging adalah salah satu strategi investasi, di mana investor bisa membagi modal investasinya dalam rentang satu periode tertentu.

Dalam mekanisme DCA, Sobat Cuan tidak perlu menunggu harga turun untuk kemudian masuk dan membelinya. Istilah mudahnya, DCA adalah strategi menabung secara rutin dengan jumlah yang sama, bisa dalam jangka waktu setiap minggu atau setiap bulan.

Begini gambaran gampangnya, Sobat Cuan. Misalnya, kamu punya dana Rp10 juta untuk membeli emas. Tapi, kamu tidak mau langsung menggelontorkannya di depan.

Nah, dengan strategi DCA, kamu bisa membeli emas senilai Rp1 juta setiap bulan dalam 10 bulan ke depan terlepas dari kenaikan atau penurunan harganya. Mirip sekali dengan menabung, bukan?

Strategi ini bisa digunakan untuk instrumen investasi seperti emas, reksa dana ataupun saham. Strategi DCA juga membuat Sobat Cuan untuk tidak melakukan panic selling, karena dalam kondisi apapun, Sobat Cuan tetap masuk dan mengoleksi emas.

Apakah Strategi DCA Bisa Kamu Terapkan di Investasi Emas? Simak di Sini!, Pluang

Manfaat Strategi DCA

Kini, kamu sudah tahu strategi DCA. Tapi, apa saja sih, manfaat strategi DCA itu sendiri?

1. Menambah Portofolio Lebih Baik Dibanding Lump-Sum

Ini adalah manfaat paling penting dari DCA yang akan membantumu menambah pundi tabungan emasmu. Terutama, saat pasar sedang bearish. Ini yang menjadi kelebihan strategi DCA dibandingkan strategi investasi secara di muka alias lump-sum investment.

Bingung tidak, Sobat Cuan? Nah, begini contoh gampangnya.

Anggap saja bahwa kamu punya uang Rp3 juta untuk investasi emas. Kamu kemudian memutuskan untuk menggunakannya dalam jangka waktu tiga minggu ke depan untuk berinvestasi emas menggunakan strategi DCA. Artinya, setiap minggunya kamu akan membeli emas senilai Rp1 juta.

Kemudian, asumsikan bahwa harga emas di minggu pertama adalah Rp1 juta per gram. Namun, harga emas kemudian turun menjadi Rp750.000 per gram di pekan kedua, sehingga dengan Rp1 juta, kamu bisa mendapatkan 1,3 gram emas. Ternyata, harga emas di pekan ketiga turun lagi menjadi Rp500.000 per gram, sehingga uang Rp1 juta milikmu bisa mendapatkan 2 gram logam mulia.

Artinya, selama tiga pekan tersebut, kamu berhasil mengoleksi tabungan emas sebesar 4,3 gram emas.

Nah, dengan asumsi yang sama, sekarang bandingkan hasilnya kalau kamu membeli emas secara lump-sum. Jika di pekan pertama kamu habiskan uang Rp3 juta untuk membeli emas, maka kamu hanya mendapatkan 3 gram saja. Mending pilih mana, Sobat Cuan?

2. Mengurangi Risiko Investasi

Strategi DCA membuatmu menebar risiko investasi secara periodik di masa depan. Dengan kata lain, strategi ini akan sangat berguna dalam memitigasi risiko atas kerugian dari volatilitas harga yang bakal terjadi di masa depan.

Strategi ini berfungsi agar investor tidak terpapar dampak volatilitas harga aset yang terjadi karena beberapa faktor. Lewat cara seperti itu, Sobat Cuan bisa terhindar dari potensi kerugian jika melakukan pembelian secara lump-sum alias langsung.

Karena pembelian dilakukan secara berkala, maka pada akhirnya harga emas yang dimiliki sobat cuan akan tetap lebih rendah dari harga tertinggi, karena adanya harga rata-rata yang dilakukan lewat pembelian rutin, baik ketika harga naik ataupun turun.

3. Membantumu Disiplin untuk Menumpuk Tabungan Emas

Strategi DCA adalah sesuatu yang perlu kamu lakukan secara rutin. Sehingga, hal ini akan membuatmu disiplin untuk menabung emas! Sikap disiplin sangat penting, lho, dalam menumpuk kekayaanmu.

4. Menghindarimu dari Berinvestasi dengan Emosi

Saat harga sebuah aset turun, investor dan pelaku pasar biasanya panik dan akhirnya melakukan aksi jual secara besar-besaran. Selain itu, kepanikan juga muncul kala dunia investasi diliputi ketakutan, ketidakpastian, dan keraguan (Fear, Uncertainty, and Doubt/FUD).

Nah, kalau kamu tak tahan iman, kamu pun bisa ikutan latah dengan menjual asetmu. Padahal, yang namanya harga instrumen investasi pasti akan kembali rebound nantinya.

Agar kamu tak terjebak panic selling dan hal-hal berbau kepanikan lainnya, maka strategi DCA adalah langkah yang perlu kamu tempuh!

Mengapa Strategi DCA Cocok Untuk Emas?

Sobat Cuan mungkin memahami bahwa harga emas selalu naik-turun bak jungkat-jungkit. Di mana, hal tersebut mungkin bisa bikin kamu ketar-ketir sampai berhari-hari.

Tapi, kamu perlu paham bahwa emas adalah instrumen jangka panjang dengan cuan yang bisa kamu nikmati di tahun-tahun sebelumnya. Makanya, yang perlu kamu lakukan dengan emas adalah menabungnya, bukan diperjualbelikan dalam waktu singkat alias trading.

Terdapat beberapa faktor yang membuat emas cocok sebagai instrumen menabung. Yang pertama, tentu saja adalah sifat logam mulia yang ada di dalam tubuh emas itu sendiri.

Sobat Cuan mungkin sudah tahu bahwa emas adalah unsur logam yang tak akan berkarat meski terpapar unsur kimia lainnya. Artinya, bentuk emas sekarang akan tetap sama meski 100 tahun kemudian. Dengan kata lain, emas cocok sebagai instrumen penyimpan kekayaanmu di jangka panjang.

Makanya, tak heran jika banyak sekali investor yang langsung menempatkan dananya di emas ketika inflasi sedang menanjak. Dengan menempatkan uang di emas, artinya para investor tengah melindungi “kemampuan daya belinya di masa depan” dari gerusan inflasi.

Selain kemuliaan logamnya, tabungan dalam bentuk emas juga disarankan karena nilainya akan terus meningkat di masa depan. Sebagai barang logam, tentu suplai emas akan menipis antar waktu. Nah, sesuai hukum ekonomi, suplai yang ketat akan mendorong harga suatu barang nantinya.

Makanya, yuk mulai menabung emas dengan strategi DCA di Pluang! Apalagi, kini kamu bisa mengamalkan strategi DCA di Pluang secara mudah, lho, berkat fitur baru Pluang: Auto Invest Emas!

Melalui fitur ini, Sobat Cuan bisa menabung emas secara otomatis secara mingguan atau bulanan tanpa perlu masuk ke aplikasi Pluang! Sebab, Pluang yang akan membelikan emas secara langsung untukmu!

Yuk, menabung emas dengan strategi DCA di aplikasi Pluang sekarang!

Baca juga: Di Tengah Gempuran Investasi Viral, Kenapa Kamu Masih Perlu Punya Emas?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang.

Sumber: Investopedia, Investopedia, Nerdwallet

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img