Currently set to Index
Currently set to Follow

Apa Bedanya Investasi dan Spekulasi? Simak Ciri-cirinya!

Bagi sebagian orang, spekulasi adalah salah satu cara menambah pundi-pundi keuntungan. Namun, bagaimana perbedaan investasi dan spekulasi dalam keuangan?

Ada yang bilang spekulasi sama seperti judi. Di sisi lain, investor dan pedagang pun telah memperhitungkan risiko dalam usaha mengumpulkan keuntungan di pasar saham.

Tingkat risiko yang diambil dalam transaksi adalah perbedaan investasi dan spekulasi. Spekulasi adalah memiliki risiko yang lebih tinggi. Sementara itu, investasi memiliki risiko yang lebih rendah.

Pada dasarnya, setiap tindakan seseorang untuk menghabiskan uang dengan harapan usahanya akan mendatangkan laba, mereka berinvestasi.

Spekulasi adalah tindakan menggunakan uang dan mengandalkan kekuatan eksternal untuk mendapat keuntungan. Perbedaan investasi dan spekulasi didasari pada latar belakang tujuan seseorang dalam mencari keuntungan.

Baca juga: Jangan Trading Saham Kalau Belum Baca Sejarah Pasar Modal Indonesia Ini!

Perbedaan investasi dan spekulasi

Berikut penjelasan singkat perbedaan investasi dan spekulasi yang wajib diketahui.

#1 Investasi

Investasi bisa melalui beberapa bentuk. Dia bisa berwujud moneter, waktu, dan hal yang berbasis energi. Dalam ilmu keuangan, investasi adalah kegiatan jual beli saham, obligasi, dana yang diperdagangkan di bursa (exchange-traded funds-ETFs), reksadana, dan sebagainya.

Sementara itu, keuntungan yang didapat dari investasi bisa berupa penghasilan dari aset, dividen atau pembayaran bunga (interest), atau dalam pengembalian penuh dari modal.

Investasi yang paling populer dilakukan adalah membeli dan memegang aset untuk jangka panjang. Untuk dapat disebut sebagai long term holding, investor harus memiliki aset tersebut minimal selama satu tahun.

Analisis dan penelitian adalah aspek lain perbedaan investasi dan spekulasi. Dalam investasi, investor harus melakukan penelitian terlebih dahulu. Kegiatan ini melibatkan evaluasi aset, sektor, dan pola atau tren yang terjadi di pasar.

Analisis fundamental ini membantu investor menentukan faktor apa yang mempengaruhi sekuritas, mulai dari ekonomi makro hingga mikro. Selanjutnya, analisis teknis pasar, seperti harga dan volume, mampu membantu investor untuk melihat peluang pasar.

Seiring dengan berjalannya waktu, teknologi memudahkan investasi. Dengan menggunakan algoritme, pialang robot menjadi salah satu faktor pembantu investor.

#2 Spekulasi

Spekulasi merupakan tindakan memasukkan uang ke dalam upaya finansial dengan probabilitas kegagalan yang besar. Spekulasi sering kali dikaitkan dengan perjudian. Namun, spekulan di sini berusaha memiliki alasan yang logis untuk menjustifikasi perbuatannya.

Misalnya, ada penjual yang membeli sekuritas dengan pemahaman bahwa sekuritas hanya untuk investasi waktu singkat. Maka, penjual tersebut akan sering bergerak masuk dan keluar dari suatu posisi.

Perdagangan spekulatif pernah mengalami kejatuhan. Ketika ada ekspektasi inflasi atau kecenderungan harga yang meningkat. Hal ini membuat volume perdagangan meningkat, hingga mengarah ke bubble. Teori ini terjadi pada masa bubble dotcom.

Perusahaan internet naik pesat hingga akhir tahun 1990-an. Namun, pasar mengalami kejatuhan yang cepat pula setelah tahun 2001. Sebagai akibatnya, banyak perusahaan teknologi besar yang kehilangan nilai karena tak memahami perbedaan investasi dan spekulasi ini.

Baca juga: Bursa Saham Sedang Terkoreksi, Kenali Pola Investasi Saham dengan Cara Ini

Ciri-ciri yang perlu dipertimbangkan dalam menghadapi pasar yang spekulatif

Penjual harian atau day trading adalah bentuk spekulasi. Tidak ada ciri khusus yang melekat pada mereka. Istilah tersebut muncul karena mereka sering berdagang. Mereka akan memegang aset selama sehari dan ditutup setelah sesi perdagangan selesai.

Sedikit mirip dengan day trader, swing trader memegang aset mereka lebih lama, sekitar beberapa minggu. Tujuannya, agar bisa memanfaatkan keuntungan selama waktu itu. Hal ini dilakukan dengan melalui beberapa tahap. Pertama dia akan menentukan di mana harga saham akan bergerak. Kemudian, mengambil posisi dan menghasilkan keuntungan.

Spekulan dapat melakukan banyak jenis perdagangan dan menggunakan beberapa strategi.

  • Future contract: pembeli dan penjual sepakat untuk menjual aset dengan harga yang disepakati pada masa mendatang.
  • Put and call options: Opsi put berarti pemilik kontrak memiliki hak, tetapi bukan kewajiban, untuk menjual aset dengan harga yang telah disepakati dalam suatu periode. Sementara itu, opsi call memungkinkan pemilik kontrak untuk membeli aset dasar sebelum tanggal berakhirnya kontrak dengan harga yang disepakati.
  • Short selling: spekulan akan menjual aset sesegera mungkin. Hal ini didasari spekulasi bahwa harga sekuritas akan turun di masa depan. Sehingga dia mengambil posisi untuk menjual.

Investor dan spekulator akan memasukkan uang mereka ke berbagai kendaraan investasi yang ada. Namun, perbedaan investasi dan spekulasi terletak dalam perhitungan risiko yang diambil.

Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

Sumber: Investopedia

Simak juga:

Siapkan Dana Pensiun? Kamu Perlu Bangun Portofolio Investasi Ideal

4 Produk Investasi Ini Ternyata Bisa Atasi Inflasi, Apa Saja?

Investasi Aman, Konsep Investasi ala Benjamin Graham

spot_img

Artikel Terbaru

Product UX Copywriter

0

Partnerships Manager

0

Business Development Manager

0

Chief Marketing Officer

0

Relationship Manager

0
spot_img