Currently set to Index
Currently set to Follow

Apa Saja Sih Faktor yang Mempengaruhi Reksadana? Yuk Simak di Sini!

Kita mengenal reksadana sebagai salah satu alternatif untuk berinvestasi bagi kalian yang tidak punya banyak waktu. Tanpa perlu repot-repot menghitung risiko dan keutungannya, reksadana menjadi investasi idola banyak orang karena dikelola oleh manajer investasi. Selain itu, reksadana juga bisa menjadi bekal kita saat pensiun nanti.

Meskipun mudah dikelola, kita juga perlu paham seluk beluk dalam berinvestasi reksadana. Sebelum memutuskan memulai, kalian perlu tahu apa saja kelebihan, kekurangan, manfaat sampai risiko investasi reksadana. Tentunya kita juga perlu paham faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja reksadana.

Sehingga diharapkan, sebagai investor kalian bisa lebih memperhitungkan risiko dari investasi yang dimiliki, hingga dapat menentukan reksadana mana yang tepat untuk kalian.

Jika Sobat Cuan merupakan investor pemula dan ingin berhasil dalam berinvestasi, maka hal utama yang harus diketahui adalah faktor yang mempengaruhi sebuah instrumen investasi. Hal ini juga berlaku dalam berinvestasi reksadana. Tanpa basa-basi lagi, yuk simak faktor yang mempengaruhi reksadana di bawah ini.

Baca juga: Bisa Gak Sih, Kamu Rugi di Reksadana Pendapatan Tetap? Simak Di Sini!

Apa Saja Sih Faktor yang Mempengaruhi Reksadana? Yuk Simak di Sini!, Pluang

Faktor Mempengaruhi Reksadana

1. Mengenal Nilai Aktiva Bersih (NAB)

Hal termudah yang dapat kamu lakukan untuk mengetahui harga reksadana adalah dengan melihat nilai aktiva bersihnya. Nilai Aktiva Bersih (NAB) adalah nilai total dari aset reksadana, dikurangi semua kewajibannya. Banyak reksadana menggunakan nomor ini untuk menentukan harga unit pada setiap transaksi reksadana. Saat kamu membeli dan menjual reksadana, kamu biasanya melakukannya di NAB.

2. Perubahan Nilai Aktiva Bersih (NAB)

Kemudian untuk sebagian besar reksadana, NAB dihitung setiap hari karena portofolio reksadana terdiri dari banyak instrumen aset dasar (underlying asset) yang berbeda.

Nah, karena masing-masing nilai underlying asset ini mungkin sering berubah harga sepanjang hari, nilai pasti reksadana sulit ditentukan. Dengan demikian, perusahaan reksadana telah memilih untuk menilai portofolio mereka sehari sekali, dan setiap harinya, harga di mana investor harus membeli dan menjual reksadana.

Teknik penilaian yang tepat dapat bervariasi dari satu produk reksadana dengan lainnya, karena mungkin beberapa menggunakan rata-rata dari tiga harga terakhir yang diperdagangkan. Namun yang pasti, semua reksadana menetapkan penilaian NAB mereka sehari sekali.

3. Harga Sebenarnya di Pasar Modal

Ketika Sobat Cuan membeli atau menjual reksadana, kalian bertransaksi langsung dengan dana tersebut.

Jika kamu memasuki perdagangan untuk membeli atau menjual saham reksadana, maka perdaganganmu akan dieksekusi pada nilai aset bersih berikutnya yang tersedia. Lalu, dihitung setelah pasar tutup. Harga saat itu mungkin lebih tinggi atau lebih rendah dari NAB penutupan hari sebelumnya.

Naik turunnya kondisi pasar modal akan mempengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Jika kondisi pasar positif, maka IHSG juga akan naik dan umumnya kinerja reksadana akan mengikuti.

Intinya, kondisi pasar modal yang mempengaruhi IHSG merupakan suatu pacuan untuk harga saham. Begitu juga sebaliknya, kondisi pasar modal yang negatif akan menurunkan tingkat pengembalian reksadana, khususnya di pasar saham.

4. Faktor Mempengaruhi Reksadana: Intinya

Meskipun harga reksadana mudah ditemukan, kenyataannya tidak ada yang tahu berapa nilainya ketika pesanan yang kamu beli dieksekusi. Kamu akan mengetahui pada hari berikutnya setelah kamu membelinya. Satu-satunya cara untuk mendapatkan harga yang kamu inginkan adalah dengan membeli reksadana yang diperdagangkan di bursa.

Baca juga: Selain Inflasi, Apa Saja yang Pengaruhi Harga Emas? Cek 4 Faktor Lainnya!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Investopedia

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img