Currently set to Index
Currently set to Follow

Mau Kumpulin Dana Darurat? Yuk, Coba dengan Reksadana Pasar Uang!

Dalam manajemen keuangan, katanya lebih penting untuk memiliki dana darurat dahulu sebelum berinvestasi. Memang, hal itu dapat dipahami lantaran dana darurat bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan saat keadaan terdesak. Jadi, dana investasi kamu tetap aman meski situasi gonjang-ganjing, misalnya saat pandemi seperti sekarang.

Namun, bagaimana jika analoginya dibalik. Yakni, menjadikan instrumen investasi sebagai “wadah” dana darurat? Nah, hal itu sebenarnya dimungkinkan lho, Sobat Cuan, asal kamu juga menempatkannya di reksadana pasar uang.

Tapi, kamu pasti penasaran kan, kenapa instrumen ini sangat cocok sebagai “parkiran” dana darurat? Oleh karenanya, yuk simak artikel berikut!

Memahami Konsep Dana Darurat

Namun, sebelum beranjak ke topik tersebut, ada baiknya kita kenalan dulu dengan konsep dana darurat dan alasan kenapa hal itu bisa dipenuhi oleh reksadana pasar uang.

Sobat Cuan perlu paham bahwa dana darurat adalah uang “pengaman” yang bisa dipakai oleh seseorang dalam menghadapi kondisi yang tidak dapat diprediksi. Beberapa perencana keuangan mengatakan bahwa dana darurat idealnya berjumlah tiga hingga enam bulan biaya bulanan.

Dana darurat ini pun wajib dimiliki oleh semua orang. Bahkan, hal ini merupakan fondasi dasar perencanaan keuangan yang termakhtub di prinsip financial pyramid. Sehingga, idealnya, kamu harus memupuk dana darurat dulu sebelum menyimpan uang demi punya rumah atau bahkan investasi.

Hanya saja, menimbun dana darurat bisa terasa berat. Apalagi bagi mereka yang punya penghasilan pas-pasan. Maka dari itu, tak ada salahnya juga mereka mengumpulkan dana darurat dengan menaruhnya di instrumen investasi.

Tapi, dana darurat tetap tak bisa ditaruh ke sembarang instrumen investasi ya, Sobat Cuan. Setidaknya, instrumen investasi penyimpan dana darurat harus memenuhi beberapa syarat, mulai dari likuiditas mudah alias bisa dengan cepat digunakan untuk kebutuhan hidup, bebas risiko, memiliki imbal hasil, dan mematok biaya admin yang rendah.

Untungnya, seluruh syarat tersebut bisa dipenuhi dengan produk investasi berupa reksadana pasar uang. Seperti apa sih produk investasi ini?

Baca juga: Sobat Cuan, Ini Lho Manfaat Berinvestasi di Saham Blue Chip!

Apa Itu Reksadana Pasar Uang

Reksadana pasar uang adalah jenis reksadana yang memiliki basis portofolio investasi di instrumen pasar uang. Saluran investasi yang digunakan adalah utang yang memiliki tenor pendek, alias berjangka waktu di bawah satu tahun.

Beberapa instrumen investasi yang masuk dalam portofolio reksadana ini adalah deposito, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), surat utang alias obligasi pemerintah maupun korporasi yang tentu saja bertenor pendek.

Selama ini, reksadana pasar uang merupakan jenis reksadana yang dikenal memilki tingkat risiko paling mini dibanding jenis reksadana lainnya. Sehingga, produk tersebut layak dijadikan sarana untuk mengumpulkan dana darurat.

Asyiknya lagi, dalam investasi reksa dana terdapat Manajer Investasi (MI) yang bertugas mengelola portofolio investasi yang menjadi sasaran penempatan dana produk reksadana yang dimaksud. Jadi, Sobat Cuan tidak perlu pusing untuk mencermati pergerakan harga instrumen pasar uang, cukup tabung dan tunggu hasilnya.

Selain itu masih ada beberapa alasan lain mengapa reksadana pasar uang cocok sebagai instrumen dana darurat. Berikut ulasannya.

Mau Kumpulin Dana Darurat? Yuk, Coba dengan Reksadana Pasar Uang!, Pluang

Alasan Reksadana Pasar Uang Cocok Sebagai Dana Darurat

1. Mudah Dicairkan

Reksadana jenis ini merupakan produk investasi yang paling mudah untuk dicairkan. Proses redemption yang berlaku mulai dari trade date+1 (T+1) atau trade date+2 (T+2).

Maksudnya adalah, pencairan langsung dilakukan minimal 1 hari dan maksimal 2 hari setelah tanggal transaksi penjualan reksa dana kamu.

Setelah itu, dana akan langsung masuk ke rekening pribadi Sobat Cuan lho. Hal itu sejalan dengan prinsip dana darurat yang memang wajib memiliki kemudahan penggunaan.

2. Bebas Pajak

Imbal hasil dari reksadana pasar uang bukanlah objek pajak. Jadi, dana yang ada di dalam produk tersebut bisa dibilang tidak dikenakan pajak oleh pemerintah.

Hal itu diatur di dalam pasal 4 Ayat 2 huruf (i) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan.

Beleid itu berbunyi bahwa yang dikenakan pajak penghasilan adalah bagian laba yang diterima anggota dari perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham-saham, persekutuan, perkumpulan, firma dan kongsi, termasuk pemegang unit penyertaan kontrak investasi kolektif.

Agar bisa semakin cuan, Sobat Cuan bisa memilih produk reksa dana pasar uang yang tidak memiliki biaya pembelian ataupun biaya saat melakukan redemption.

Sehingga, dana yang masuk di dalam produk investasi tersebut akan utuh dan tidak tergerus oleh biaya administrasi seperti layaknya bank.

3. Potensi Keuntungan Lebih Tinggi dari Deposito

Saat ini, rata-rata bank mengganjar suku bunga deposito maksimal 4% per tahun. Coba bandingkan dengan imbal hasil reksadana pasar uang yang berkisar di angka 4% hingga 6% secara rata-rata.

Artinya, potensi keuntungan yang bisa didapatkan dengan reksadana ini lebih besar dengan produk deposito sekalipun. Dengan begitu, jika sebagian dana darurat Sobat Cuan tabung dalam reksadana pasar uang, perkembangan jumlah dana darurat yang akan dicapai bisa lebih besar dari target!

Baca juga: Apa Itu Reksadana?

4. Murah

Proses menabung di produk reksadana pasar uang sama seperti bank. Sobat Cuan hanya perlu membeli produk reksadana yang diinginkan lalu kemudian melakukan transfer ke rekening efek.

Jumlah minimal untuk pembelian unit penyertaan (UP) dalam reksa dana pasar uang bisa dimulai dengan Rp15 ribu lho. Dengan begitu, kamu jadi bisa lebih mudah mengatur keuangan.

Namun ingat, namanya produk investasi selalu ada risiko yang membayangi. Oleh karena itu, Sobat Cuan dianjurkan untuk membagi porsinya dengan dana di tabungan sebagai langkah diversifikasi.

Misalnya, Sobat Cuan memiliki target dana darurat adalah sebesar Rp40 juta. Porsinya bisa dibagi dengan menyimpan di tabungan sebesar Rp15 juta dan sisa Rp25 juta bisa dibenamkan dalam reksadana pasar uang.

Jadi bagaimana, Sobat Cuan? Apakah kamu juga tertarik menyimpan dana darurat di reksadana pasar uang?

Jika jawabannya adalah ya, kamu bisa lho berinvestasi reksadana pasar uang di Pluang!

Di Pluang, kamu bisa membeli reksadana pasar uang UOB Dana Rupiah mulai dari Rp15.000, tanpa biaya admin, dan juga bisa diakses dalam tiga ketukan saja. Yuk, investasi reksadana di Pluang sekarang!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Bareksa, Big Alpha

spot_img

Artikel Terbaru

Copywriter

0

Creative Lead

0

Pluang Pagi – Jumat 17 September 2021

0
spot_img