Currently set to Index
Currently set to Follow

Kini Menjelma Sebagai Investasi Populer, Simak Sejarah Reksa Dana!

Sebagai Sobat Cuan, kamu pasti sering mendengar soal jenis-jenis reksadana kan? Iya, investasi tersebut kini banyak dipakai jutaan, bahkan miliaran orang, di muka bumi ini. Kondisi itu tak mengherankan, sebab investor hanya tinggal menaruh dananya untuk kemudian dikelola oleh manajer investasi.

Namun, jenis reksadana yang beredar luas saat ini baru benar-benar menarik perhatian investor pada dekade 1980-an dan 1990-an meski sudah beredar 70 tahun sebelumnya. Masa-masa yang disebut sebagai “periode emas” reksadana ini persis hadir di kala investor mendapatkan keuntungan luar biasa dari berinvestasi di instrumen aset ini.

Saat ini, reksadana masih digandrungi, meski kebanyakan tujuan utama investasinya adalah sebagai tabungan dana pensiun masa depan. Sebab, sifat investasi reksadana pun sejatinya adalah investasi jangka panjang.

Dengan melihat keunggulan reksadana seperti di atas, tentu kamu jadi bertanya-tanya: Bagaimana awal mula terbentuknya reksadana? Yuk, simak evolusi reksadana dari berabad-abad lalu.

Baca juga: Kenali Jenis Reksadana, Mana yang Paling Cocok Buat Kamu?

Kini Menjelma Sebagai Investasi Populer, Simak Sejarah Reksa Dana!, Pluang

Sejarah Awal Reksadana: Dimulai di Belanda, Dikembangkan di Amerika Serikat

Siapa yang menyangka bahwa investasi reksadana saham dimulai di Belanda pada abad ke-18 silam? Bukti sejarah tersebut dimuat Subhamoy Das dalam buku teks ekonominya bertajuk “Perspectives on Financial Services”.

Melalui buku itu, Das bercerita bahwa produk reksadana berakar dari sebuah produk dana amanah (trust) yang diciptakan oleh pedagang Belanda bernama Adriaan van Ketwicg pada 1774.

“Van Ketwich mungkin percaya bahwa diversifikasi instrumen aset akan menarik investor dengan modal seadanya. Nama dana van Ketwich, Eendragt Maakt Magt, pun diterjemahkan menjadi ‘persatuan yang menciptakan kekuatan,” ujar Das melalui buku tersebut.

Kepercayaan akan jenis investasi ini pun lantas berkembang. Selanjutnya, diluncurkan di Swiss pada 1849 dan yang serupa di Skotlandia mulai diperkenalkan pada 1880-an.

Inovasi AS

Gagasan untuk mengumpulkan sumber daya pendanaan demi meminimalisir risiko investasi akhirnya sampai juga ke Amerika Serikat pada 1890-an.

Hal ini ditandai dengan munculnya reksadana tertutup (closed-end fund) pertama di negara adidaya tersebut bernama The Boston Personal Property Trust pada 1893. Menurut Collins Advisors, investasi tersebut kerap dilihat investor sebagai aset lindung nilai yang penting untuk diversifikasi dana.

Tak berselang lama, wadah investasi lainnya di negara bagian Philadelphia bernama Alexander Fund mengikuti jejak The Boston Personal property Trust pada 1907.

Berdirinya Alexander Fund menjadi tonggak penting bagi kemunculan reksadana saham modern. Sebab, lembaga itu selalu mempresentasikan masalah setengah tahunan yang dihadapi oleh para investor dan menawarkan strategi kepada mereka untuk melakukan penarikan dananya sesuai permintaan.

Hadirnya Reksadana Saham Modern

Namun, reksadana saham modern pertama kali diperkenalkan oleh Massachusetts Investors’ Trust di Boston pada 1924, yang kemudian dibuka untuk investor pada 1928. Terdapat pula Wellington Fund yang terbit tahun 1929, yang kini menjadi produk reksadana tertua dan masih bertahan di Amerika Serikat hingga saat ini.

Pada tahun 1929. ada 19 reksa dana terbuka yang bersaing dengan hampir 700 reksa dana tertutup. Namun, dengan jatuhnya pasar saham di tahun yang sama pada momen depresi besar (the great depression), dinamika pasar reksadana mulai berubah. Saat itu, reksadana tertutup dihapuskan, sementara reksadana terbuka yang berukuran kecil dipertahankan.

Perkembangan pesat reksadana modern ini akhirnya bikin pemerintah AS mulai memperhatikan industri yang masih berumur seumur jagung ini. Pada 1933, pemerintah AS membentuk regulator pasar modal bernama Securities and Exchange Commission (SEC) dan mengesahkan Securities Act serta Securities Exchange Act pada 1934.

Pemerintah AS melakukan hal tersebut untuk melindungi nasabah dari risiko-risiko dalam berinvestasi reksadana. Makanya, sebelum diedarkan, berbagai jenis reksadana wajib mendapat perizinan dari SEC. Sementara itu, perusahaan manajemen investasi juga wajib mengungkap penuh atas kepemilikan dan kinerjanya dalam bentuk prospektus, sebuah kegiatan yang masih dilakukan hingga sekarang.

Enam tahun kemudian, yakni pada 1940, pemerintah AS juga menyetujui The Investment Company Act untuk menghindari penempatan instrumen reksadana dari konflik kepentingan.

Setelahnya, manajemen investasi baru pun bermunculan di AS. Pada awal 1950-an saja, jumlah reksadana terbuka mencapai 100. Angka ini kemudian bertambah 50 lagi pada 1954.

Baca juga: Atur Risiko Investasi Melalui Reksadana, Ini 5 Hal Dasar yangg Wajib Kamu Pahami!

Perkembangan Terkini Reksadana Saham

Jenis produk-produk reksadana pun kian menunjukkan variasinya sepanjang waktu, terutama setelah pemerintah AS menyempurnakan regulasinya dan mengetatkan pengawasan investasinya.

Pada 1971, contohnya, William Fouse dan John McQuown dari Wells Fargo mendirikan reksadana indeks pertama, sebuah konsep yang digunakan oleh nisJohn Bogle sebagai fondasi untuk membangun The Vanguard Group.

Tahun 1970-an juga menjadi titik lahirnya reksadana tanpa biaya/komisi (no-load fund). Opsi investasi biaya rendah ini berdampak besar pada cara penjualan reksadana di kemudian hari.

Pada 1980-1990-an, pasar bullish yang belum pernah terjadi sebelumnya lantas melambungkan nama-nama manajer investasi ulung seperti Max Heine, Michael Price, dan Peter Lynch. Seluruh sosok tersebut dikenal karena kelihaiannya dalam menyelamatkan dana investor dari aset berisiko ke reksadana saham.

Perubahan lainnya muncul pada abad ke-21, di mana Exchange Traded Fund (ETF) mulai diperkenalkan. Reksadana baru ini mencakup juga reksadana saham dan lainnya, dengan rasio pengeluaran yang sangat rendah dan kemudahannya untuk ditransaksikan. Hingga saat ini, sudah ada dana sekitar US$4 triliun yang diinvestasikan dalam ETF.

Terlepas dari skandal reksadana tahun 2003 dan krisis keuangan global 2008-2009, industri ini masih berkembang. Di AS sendiri kini terdapat lebih dari 10 ribu produk reksadana yang beredar.

Baca juga: Mau Coba Investasi Reksadana? Berikut Panduan Mudahnya untuk Pemula

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Investopedia

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img