Currently set to Index
Currently set to Follow

Jangan Panik! Simak 3 Sikap Hadapi Penurunan Nilai Reksadana!

Berinvestasi di reksadana bukannya tidak berisiko sama sekali. Kadang, pasar bisa bergerak sangat volatil. Dan di saat seperti ini, tips berinvestasi reksadana yang bisa dilakukan adalah tetap tenang dan mengambil keputusan bijak agar kamu tidak rugi bandar.

Salah satu bentuk ketenangan itu adalah dengan memahami bahwa himpunan dana kamu ada di tangan orang yang tepat. Alasannya, reksadana kamu pasti dikelola oleh manajer investasi yang tentu saja sudah jagoan menyoal investasi. Jadi ketika pasar lagi oleng, mereka pasti paham cara mitigasinya.

Tetapi, biarlah para manajer investasi melakukan tugasnya sendiri. Kini yang perlu kamu lakukan adalah menenangkan diri sembari memikirkan hal-hal di bawah ini.

Tips Investasi Reksadana Saat Pasar Bearish

Saat portofolio investasi kamu merah, kamu mungkin akan terserang panik karena merasa sedang rugi. Sebetulnya, kerugian kamu saat itu dinamakan unrealized loss atau kerugian yang belum terealisasi.

Kerugian ini baru akan terealisasi jika kamu menjual portofolio kamu yang sedang merah. Aksi ini dinamakan cut loss atau jual rugi. Pertanyaannya, apakah kamu perlu melakukannya?

Nah, agar kamu bisa lebih yakin dalam melakukan hal tersebut, yuk simak hal-hal yang perlu kamu pertimbangkan berikut!

Baca juga: Mau Investasi Jangka Pendek Saat Pandemi? Simak Pilihan Aset Berikut!

1. Fokus Pada Tujuan Investasi Reksadana

Menjawab pertanyaan kapan cut loss perlu dilakukan sangat bergantung pada tujuan kamu berinvestasi. Apakah investasimu ini akan berlangsung dalam jangka pendek? Atau jangka panjang?

Selain itu, berapa target margin yang kamu sasar juga perlu diperhitungkan.

Biasanya, investasi reksadana dipilih oleh investor sebagai investasi jangka menengah. Sebab, kinerjanya baru dapat dirasakan sekurangnya setelah tiga tahun, bahkan lebih panjang dari itu lebih baik. Tapi, jika kurang dari tiga tahun, MI biasanya akan mengarahkan kamu untuk memilih produk pasar uang atau deposito saja.

Jika kamu membutuhkan dana tersebut dalam waktu dekat, yakni sekitar enam bulan sampai satu tahun mendatang, mungkin cut loss adalah pilihan yang baik. Kamu juga bisa memilih untuk mengubah strategi investasi, atau mengalihkan dana investasi kamu dalam reksadana kepada instrumen lain yang lebih baik kinerjanya.

Kalau ternyata dana investasi tersebut baru kamu butuhkan beberapa tahun lagi, kamu bisa menunggu hingga kinerjanya membaik sebelum menjualnya. Buat apa merealisasikan kerugian jika kamu mungkin akan untung besar jika mau bersabar, bukan?

Tips investasi reksadana lainnya ialah untuk melihat segala sesuatu yang terjadi di pasar dalam perspektif yang utuh.

Saat pasar bearish dan nilai aktiva bersih (NAB) reksadana kamu turun, artinya nilai per unitnya pun akan lebih murah.

Jika kamu sudah yakin di awal bahwa produk reksadana yang kamu pilih punya fundamental bagus, tidak ada salahnya bersikap agresif dengan menambah unit reksadana. Kapan lagi kan barang bagus dapat diskon?

Baca juga: Sobat Cuan, Ini Lho Manfaat Berinvestasi di Saham Blue Chip!

Jangan Panik! Simak 3 Sikap Hadapi Penurunan Nilai Reksadana!, Pluang

2. Ubah Strategi Investasi Jika Diperlukan

Mengubah strategi investasi tidak ada salahnya. Apalagi, sebagai investor kamu memang harus beradaptasi dengan pasar, bukan?

Salah satu upaya menekan kerugian saat kinerja reksadana kamu melambat adalah dengan beralih pada produk lain yang lebih minim risiko. Misalnya, jika semula kamu memilih untuk berinvestasi pada reksadana saham, saat prospek pasar modal sedang buruk kamu bisa beralih dulu pada reksadana pasar uang.

Strategi lainnya yang disarankan ialah membuat diversifikasi produk dalam portofolio investasi reksadana kamu. Cara ini akan membuat dana investasi kamu bisa bekerja dalam berbagai kondisi. Jika salah satunya sedang kebakaran, yang lain masih bisa setor cuan.

Pastikan kamu memilih strategi alternatif yang lebih aman ya, Sobat Cuan. Dengan begitu kamu akan dapat lebih tenang berinvestasi serta terhindar dari mengambil keputusan dengan gegabah.

Baca juga: Langkah-Langkah dan Cara Menggunakan Tradingview untuk Pemula

3. Siapkan Dana Cadangan 

Salah satu tips investasi reksadana yang kerap dipandang sebelah mata adalah menyediakan dulu dana cadangan. Dana ini sangat penting guna menjaga kamu tetap konsisten menyetor penghasilan pada portofolio investasi.

Saat kejadian tidak terduga terjadi, kamu tidak akan tergoda untuk membongkar portofolio investasi kamu meski tujuan finansial belum tercapai. Begitupun saat kinerja reksadana kamu sedang merah merona.

Kamu dapat menggunakan dulu dana cadangan kamu untuk keperluan di waktu dekat sembari menunggu kinerjanya pulih. Dengan begitu, kamu jadi tidak perlu merealisasikan kerugian dalam portofolio reksadana kamu hanya karena sedang butuh uang.

Jadi jangan lupa, sisihkan dulu dana darurat dan dana-dana cadangan lainnya agar kamu dapat lebih tenang berinvestasi ya, Sobat Cuan.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Reksadana Community

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img