Currently set to Index
Currently set to Follow

Bagaimana Cara Menghadapi Bear Market di Indeks S&P 500?

Indeks S&P 500 sampai saat ini masih menikmati masa-masa bulan madu. Setelah menembus rekor 4.000 pada awal April lalu, kini nilai indeks tersebut masih adem ayem di kisaran 4.190.

Namun, layaknya investasi lainnya, tentu saja ada yang namanya pasang surut. Kadang, indeks S&P 500 bisa moncer seperti saat ini dan ada kalanya ia jatuh terjerembab tak berdaya.

Salah satu contoh crash indeks S&P 500 terjadi pada saat pandemi COVID-19 menggempur seluruh belahan dunia pada Maret 2020.

Pada tanggal 23 Maret setahun silam, nilai indeks S&P 500 amblas 34% yang diikuti dengan masuknya indeks berisikan 500 perusahaan bonafide seantero AS tersebut ke zona bearish. 

Saat pagebluk melanda, indeks saham ini anjlok hanya dalam kurun waktu 1 bulan. Padahal dalam kondisi normal, indeks bisa bearish sedalam itu membutuhkan waktu selama 11 bulan.

Tetapi, itulah pasar saham. Koreksi dan anjloknya indeks saham adalah hal yang biasa dan tidak dapat diprediksi. Sebelum crash karena pandemi, indeks S&P 500 juga sebelumnya pernah longsor selama 10% dalam 38 sesi.

Berkaca dari peristiwa di atas, maka anjoknya nilai indeks S&P 500 di masa depan masih sangat mungkin terjadi apapun pendorong utamanya. Investor perlu memahami hal ini agar ia bisa segera melancarkan strategi mengamankan cuan yang jitu kala pasar bearish melanda.

Nah, biar kamu tidak panik saat S&P 500 sedang bearish, berikut ada beberapa tips yang bisa Sobat Cuan lakukan agar tidak melakukan panic selling yang malah berpotensi menggerus keuntunganmu. Apa saja tips tersebut?

Baca juga: Apa Beda Istilah Crash dan Koreksi Bitcoin? Simak di Sini!

Bagaimana Cara Menghadapi Bear Market di Indeks S&P 500?, Pluang

Kiat Bertahan di Kala Bearish S&P 500

1. Tenang, Jangan Panik

Saat kondisi pasar ambruk, Sobat Cuan harus bisa menguasai emosi. Karena selama 50 tahun, mulai dari 1970 sampai dengan 2020, pasar saham sudah mengalami koreksi sebanyak 28 kali.

Jadi, kamu perlu paham bahwa itu adalah hal biasa dalam dinamika pergerakan harga saham. Ditambah, saat kamu sudah memutuskan untuk masuk ke pasar saham, artinya kamu sudah juga harus siap menghadapi koreksi, tidak cuma cuannya saja.

Tetap yakin bahwa anjloknya indeks saham S&P 500 saat ini suatu saat akan pulih kembali di masa depan. Sebab, sesuai data historis, nilai indeks saham dan kapitalisasi pasar akan selalu naik mengikuti pertumbuhan ekonomi.

2. Hindari Panic Selling

Panic Selling adalah kondisi di mana investor khawatir akan pasar saham yang bergejolak. Biasanya, dalam kondisi ini, banyak investor akan melepas aset investasi sahamnya di harga berapapun, yang malah membuat indeks berpotensi tersungkur lebih dalam lagi.

Jika pasar mengalami koreksi dalam, Sobat Cuan jangan terpengaruh dengan pergerakan pasar yang banyak melakukan posisi jual. Sepanjang saham yang dikoleksi masih memiliki potensi pertumbuhan yang lebar di masa depan dan tidak ada perubahan bisnis dalam jangka pendek, tidak ada salahnya untuk memasang posisi bertahan.

Karena saat panic selling, besar kemungkinan nilai uang yang ada dalam rekening saham bakal tergerus tajam. Masih lebih baik untuk bertahan, karena artinya kerugian yang ada masih dalam bentuk potensi, tidak dalam nilai sebenarnya.

Baca juga: Begini Tips Mengatur Keuangan Kamu Saat Pandemi!

3. Saat indeks S&P 500 Bearish, Di Situlah ada Diskon Harga

Pasar yang sedang melandai bisa juga ditandai sebagai diskon harga bagi saham-saham tertentu.

Sebagai contoh, dalam kondisi normal, saham A bisa dihargai di US$100 per lembar. Namun, saat sedang lesu, saham tersebut anjlok di harga US$70 per lembar.

Disini pendekatan value investing bisa dipakai. Sobat Cuan bisa masuk atau menambah jumlah saham yang saat ini dikoleksi untuk kemudian menunggu momentum untuk memantul kembali ke harga yang lebih tinggi. Penjelasan lebih lanjut mengenai value investing bisa kamu baca di sini, ya!

Jadi, selalu siapkan uang tunai ekstra saat menghadapi kondisi bearish. Karena koreksi pasar memang bisa menganggu. Namun, di sisi lain, pasar yang amburadul dapat menjadi peluang untuk mendapatkan keuntungan lebih besar lagi.

Baca juga: Apa Itu Koreksi dan Apa Pengaruhnya Terhadap Investasi Kamu?

Apakah Tahun ini Indeks S&P 500 Bakal Anjlok?

Meski kamu perlu wanti-wanti mengenai potensi bearish S&P 500, beberapa analis masih menilai indeks saham ini akan bertumbuh terus sampai akhir tahun ini. Analis yang dimuat di Forbes juga sudah merevisi ke atas target earning per share (EPS) pada tahun ini, dari US$181 menjadi US$193.

Sedangkan untuk tahun 2022, target EPS juga telah direvisi ke atas dari US$197 menjadi US$202. Adanya peningkatan jumlah likuiditas di bank, pemulihan ekonomi global dan pertumbuhan Produk Dometsik Bruto (PDB) menjadi alasan optimisme analis melihat pasar saham di tahun ini.

Selain itu, analis juga percaya bahwa musim pelaporan keuangan (earning season) perusahaan di AS akan semakin mumpuni di kuartal II. Hal ini didukung oleh pembukaan kembali kegiatan ekonomi (reopening) serta prospek pasar tenaga kerja yang bisa mengarah ke zona positif.

Nah, apakah Sobat Cuan juga tertarik berinvestasi S&P 500? Yuk, investasi saja melalui micro e-mini S&P 500 futures index di Pluang sekarang!

Baca juga: Investasi S&P 500 Bisa Bikin Kamu Sultan Lho, Simak 3 Alasannya!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: The Motley Fool, Forbes

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img