Currently set to Index
Currently set to Follow

Beli 3 Saham S&P 500 Ini Akan Bikin Kamu Tenang di Masa Pensiun. Apa Saja?

Bursa saham Amerika Serikat (AS), termasuk indeks S&P 500, masih memperlihatkan volatilitasnya. Ragam sentimen mewarnai pergerakan saham di negeri Paman Sam itu pada pekan ini, mulai dari kebijakan The Fed yang ancang-ancang menaikkan suku bunga acuan hingga imbas dari paket stimulus AS sebesar US$1,9 triliun.

Meski terombang-ambing, sekarang sebenarnya adalah saat yang tepat untuk mendulang keuntungan dari S&P 500. Pasalnya, setiap kali pasar mengalami kejatuhan, pergerakannya kemudian akan mencetak rekor keuntungan yang lebih tinggi.

The Motley Fool, perusahaan konsultan investasi asal AS membeberkan tentang potensi tiga saham yang tercatat di S&P 500 dan bisa dijadikan sumber kekayaan untuk masa pensiun nanti.

Namun, perlu diingat, tidak sembarang saham Amerika Serikat bisa dijadikan pegangan secara jangka panjang. Investor bisa mencermati kondisi fundamental yang tangguh dan ruang pertumbuhan yang sangat panjang, seperti saham-saham Amerika Serikat berikut.

Beli 3 Saham S&P 500 Ini Akan Bikin Kamu Tenang di Masa Pensiun. Apa Saja?, Pluang

Investasi di 3 Perusahaan S&P 500 Ini Bikin Pensiun Tenang!

1. Paypal Holding

Perusahaan dengan kode saham PYPL itu layak untuk dikoleksi secara jangka panjang. Pasalnya, perusahaan yang bergerak di sektor financial technology (fintech), termasuk PayPal, mendapatkan berkah transaksi yang luar biasa selama pandemi COVID-19 berlangsung setahun belakangan.

Saat itu, perusahaan yang mengandalkan penjualan secara offline harus tutup karena pembatasan aktivitas masyarakat. Akhirnya, banyak orang yang kemudian memilih menggunakan sistem pembayaran digital. Ahasil, volume transaksi pembayaran digital mencapai angka pertumbuhan 31%, jauh diatas ekspektasi pertumbuhan selama ini.

Sejalan dengan hal itu, total volume pembayaran juga ikut terdongkrak 21% seiring maraknya aktivitas penjualan.

Kinerja yang cemerlang dalam sistem pembayaran digital terefleksi pada laporan keuangan PayPal. Pada tahun lalu, perseroan S&P 500 ini sukses meraup pendapatan US$21 miliar. Tidak puas hanya disitu, perusahaan yang memperdagangkan sahamnya di Bursa Nasdaq itu juga berniat meluncurkan fitur Buy Now Pay Later dan perdagangan aset kripto bagi untuk segme ritel di triwulan IV nanti demi meningkatkan loyalitas pelanggan terhadap produknya.

Untuk memuluskan aksinya, PayPal baru saja mengakuisisi Curv, perusahaan penyedia infrastruktur keamanan bagi aset digital. Hal itu dilakukan sebagai salah satu cara untuk mendorong sayap bisnis aset kripto yang akan digenjot tidak lama lagi.

Ruang pertumbuhan di bisnis keuangan digital memang masih sangat besar. Hal itu terlihat dari total nilai pasar potensial yang bisa digarap oleh berbagai lini bisnis perusahaan yang mencapai kisaran US$110 miliar.

Kedepannya, terdapat potensi transaksi sebesar US$8 triliun di 2025 mendatang dari aktivitas pembayaran di segmen ritel. Dari nilai tersebut, perusahaan optimistis dapat meraup US$50 miliar diantaranya sebagai pendapatan perusahaan.

Dengan kata lain, kinerja perusahaan diproyeksi mampu meningkat 133% dalam lima tahun ke depan setelah membukukan pendapatan US$21,5 miliar tahun lalu. Menyoal pergerakan saham, selama tiga tahun terakhir, saham PayPal sukses juga sukses meningkat tiga kali lipat dan masih memiliki ruang pergerakan yang lebih tinggi lagi jika melihat rencana bisnisnya.

Baca juga: Hingga Lebih dari Rp1 T, Kerugian Banjir Bisnis Ritel Diprediksi Paling Besar

2. Costco Wholesale

Pilihan saham Amerika Serikat berikutnya yang bisa dikoleksi untuk keuntungan saat pensiun adalah Costco. Perusahaan dengan kode saham COST di S&P 500 itu berhasil mempertahankan eksistensinya di tengah pandemi setelah sukses mencetak pertumbuhan penjualan 13% di kuartal Itahun ini.

Sementara, jika dilihat secara keseluruhan, penjualan Costco meningkat 15% yang didorong melesatnya pertumbuhan penjualan e-commerce sebesar 76%. Sistem keanggotaan yang diterapkan oleh Costco ternyata secara konsisten mampu meningkatkan loyalitas pelanggannya.

Hal itu terlihat dari tingkat retensi pelanggan yang mencapai 90% dan menambah jutaan pelanggan baru setiap tahunnya. Dengan menggunakan keanggotaan, pelanggan Costco bisa mendapatkan harga yang lebih rendah.

Alhasil, meskipun terhimpit oleh pembatasan aktivitas masyarakat yang menyebabkan tertundanya pengiriman barang dan ditutupnya beberapa kategori penjualan, kinerja perusahaan masih mengkilap.

Costco masih sanggup membayar dividen 0,87% dan membayarkan dividen khusus di beberapa tahun terakhir. Seperti pada November 2020, dimana Costco membayar dividen pada pemegang saham senilai US$10 per saham.

Harga saham perusahaan telah meningkat sebanyak 75% selama 3 tahun terakhir, meskipun nilainya menurun sekitar 13% tahun ini. Momentum ini bisa dijadikan kesempatan bagi investor s&p 500 untuk masuk dan menikmai imbal hasil yang cukup untuk pensiun nanti.

Baca juga: Beli Saham Starbucks Bikin Kamu Kaya? Yuk, Simak di Sini!

3. Starbucks

Segmen ritel memang terkena imbas yang sangat besar dari Pandemi COVID-19. Hasilnya, beberapa gerai ritel terpaksa gulung ritel lantaran sepinya pelanggan dan adanya aktivitas pembatasan kegiatan masyarakat.

Namun untuk ritel yang mampu berinovasi seperti Starbucks misalnya, perusahaan tetap berhasil menyecap pertumbuhan pendapatan.

Perusahaan dengan kode saham SBUX itu akhirnya meluncurkan fitur dan metode penjualan baru. Yakni, dengan meluncurkan layanan pengambilan pesanan di pinggir jalan dan peningkatan penjualan lewat jalur digital.

Kerja kerasnya berbuah manis. Melalui program digital, penjualan Starbucks di China pada triwulan I tahun fiskal 2020 naik 26% dibanding kuartal sebelumnya. Capaian tersebut bahkan memiliki pertumbuhan ganda jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumya.

Cina merupakan pasar terbesar kedua setelah Amerika Serikat dengan penetrasi gerai yang mencapai 4.800 dari total 32 ribu gerai Starbucks di seluruh dunia.

Namun memang, Starbucks masih harus menghadapi kenyataan bahwa penjualannya menyusut 5%. Untuk mendukung akselerasi bisnis kedepannya, perusahaan yang bergabung di S&P 500 ini siap mengubah strategi penjualannya demi pendapatan yang lebih baik.

CFO Starbukcks, Pat Grismer mengatakan, perusahaan bakal mengoperasikan 55 ribu gerai di 2030 dan akan menyalip jumlah kepemilikan gerai salah satu restoran waralaba, Mc Donald’s yang saat ini memiliki 39 ribu gerai di 100 negara.

Starbucks menargetkan dapat menambah jumlah gerainya sebanyak 6% setiap tahun, termasuk 1.300 toko internasional dan 600 gerai baru di Cina di tahun ini.

Pembayaran dividen SBUX meningkat dan memiliki imbal hasil sekitar 1,7%. Selain itu, dalam 3 tahun terakhir pergerakan saham perusahaan meningkat 80%.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Motley Fool

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img