Currently set to Index
Currently set to Follow

Penasaran Gimana Perusahaan AS Bisa Masuk Daftar S&P 500? Simak di Sini

Pada Januari lalu, Enphase Energy Inc menjadi pendatang baru dalam indeks S&P 500 menggantikan Tiffany, yang diakuisisi oleh LVMH Moet Hennessy-Louis Vuitton. Perusahaan investasi energi terbarukan itu berkode saham ENPH itu sebelumnya melejit 562% dalam setahun terakhir, membuatnya berhasil masuk ke jajaran perusahaan paling bonafit tersebut.

Masuknya Enphase ke S&P 500 mengikuti jejak Tesla, yang tiga bulan sebelumnya masuk ke dalam daftar perusahaan berkapitalisasi pasar jumbo seantero AS itu.

Perusahaan yang diawaki oleh Elon Musk itu masuk sebagai saham terbesar kelima di bursa saham AS, dengan kapitalisasi pasar saat itu mencapai US$650 miliar. Pelopor industri mobil listrik itu tetap menorehkan kinerja yang moncer di tengah pandemi dengan mencatatkan volume penjualan sesuai dengan target yang sebanyak 500.000 unit.

Tapi, bagaimana sih, proses kedua perusahaan tersebut sebelum masuk ke daftar S&P 500? Apakah memang mereka berdua perlu mendaftar terlebih dulu?

Baca juga: Apa yang Diukur oleh Indeks S&P 500?

Penasaran Gimana Perusahaan AS Bisa Masuk Daftar S&P 500? Simak di Sini, Pluang

Bagaimana Perusahaan Bisa Masuk di S&P 500?

Tidak sembarang perusahaan bisa masuk dalam indeks S&P 500. Apalagi, “kasta” indeks tersebut adalah yang paling “mulia” di antara indeks-indeks saham AS lainnya.

Analis Wells Fargo Jordan Wathen menjelaskan, secara jumlah perusahaan, indeks S&P 500 hanya terdiri dari 500 perusahaan dari seluruh saham terbuka di Bursa Saham AS. Namun, jangan ragukan kekuatan mereka. Betapa tidak, 80% dari total kapitalisasi pasar saham di Bursa AS dihasilkan dari seluruh perusahaan yang terdaftar di dalam indeks ini.

Karena hal itu juga, salah satu syarat untuk bisa masuk dalam indeks tersebut adalah perihal kapitalisasi pasarnya yang harus jumbo. Serta, potensi bisnis yang masih sangat besar di masa depan.

Seperti contohnya Coca-Cola. Perusahaan ini memiilki 4,3 miliar saham beredar dengan harga per sahamnya sebesar US$49. Artinya, kapitalisasi pasar Coca-Cola saat ini adalah sekitar US$210 miliar atau jika menggunakan kurs hari ini (Rp14.566 per dolar AS), kapitalisasi pasar perusahaan air berkarbonasi itu mencapai Rp3.058,86 triliun.

Untuk bisa masuk dalam Indeks S&P 500, perusahaan akan dinilai oleh komite pemilihan S&P 500 yang dibentuk oleh S&P Dow Jones. Yakni, sebuah perusahaan yang bergerak di penilaian indeks-indeks saham utama di Amerika Serikat.

Setidaknya, berikut ini adalah syarat-syarat yang diberikan oleh komite tersebut bagi perusahaan yang berambisi menjadi bagian dari S&P 500.

Yang pertama, perusahaan tersebut memiliki kapitalisasi pasar paling tidak US$9,9 miliar atau sekitar Rp142,67 triliun. Meskipun begitu, batasan tersebut bisa terus berubah seiring dengan pergerakan pasar.

Selain itu, perusahaan tersebut juga sudah harus membukukan keuntungan selama empat kuartal terakhir atau paling tidak di kuartal keempat.

Contoh

Sebagai contoh, perusahaan A mencatatkan rugi sebesar US$300 juta di masing-masing kuartal 1 sampai 3, namun di kuartal ke empat, kinerja perusahaan bangkit dan sukses membukukan keuntungan sebesar US$950 juta. Artinya, perusahaan A sudah memenuhi syarat untuk bergabung dengan S&P 500.

Indeks S&P 500 memang unik. Selain persyaratan di atas, terdapat pula syarat lain yang harus dipenuhi, utamanya soal likuiditas pasar. Saham yang masuk dalam S&P 500, jumlah saham publiknya harus lebih besar dari saham pengendali utamanya.

Tidak hanya itu, volume perdagangannya juga harus mencapai 100% dari total saham publik yang beredar dan minimal 250.000 saham harus diperdagangkan dalam kurun waktu 6 bulan.

Karena S&P 500 dimaksudkan untuk memudahkan pelacakan bisnis-bisnis jumbo di AS, maka perusahaan yang tergabung sudah pasti sangat mencerminkan “Amerika”. Maksudnya adalah, perusahaan-perusahaan tersebut memiliki pluralitas aset dan pendapatan di AS, dan sudah terdaftar di Bursa Saham AS seperti NYSE ataupun Nasdaq.

Keseluruhan persyaratan tersebut wajib dipenuhi. Jika salah satunya tidak cocok, mohon maaf, S&P 500 tidak bisa menerima saham perusahaan tersebut.

Salah satu contohnya adalah Berkshire Hathaway, perusahaan investasi milik begawan saham Warren Buffett, yang tidak tercatat di indeks saham top itu. Padahal, kapitalisasi pasarnya tidak perlu dipertanyakan lagi. Dengan harga saham pada perdagangan hari ini yang berada di angka US$395,47 per saham, kapitalisasi pasar perusahaan mencapai US$605,39 miliar.

Memang, saham Berkshire Hathaway masuk ke indeks S&P 500 saat ini, tapi hanya sebatas saham seri B-nya saja. Padahal, total saham yang dimiliki perusahaan terdiri atas seri A dan seri B.

S&P 500 Dipantau Banyak Investor

Banyak investor yang mencermati pergerakan saham di dalam indeks S&P 500. Bukan hanya menuyoal valuasi saham perusahaan atau kinerja bisnisnya. Namun, perihal imbal hasilnya.

Dalam 10 tahun terakhir, indeks tersebut berhasil memberikan imbal hasil sebesar 11,18% per tahun, dan sebesar 15,76% pada tahun lalu. Seperti apa tren pertumbuhan imbal hasil tersebut?

Melihat keuntungan yang terus naik, apakah kamu tidak tertarik berinvestasi di S&P 500? Yuk, segera investasi indeks saham AS terbaik tersebut di Pluang!

Baca juga: Apa Itu Kapitalisasi Pasar?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: The Street, Motley Fool, Business Insider

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img