Currently set to Index
Currently set to Follow

Earning Season Kuartal II Sudah Dimulai. Apa yang Investor bisa Harapkan?  

Musim laporan keuangan kuartal II perusahaan Amerika Serikat, atau dikenal dengan earning season, sudah dimulai. Termasuk perusahaan-perusahaan di bawah indeks S&P 500.

Saat ini, mata investor memang tertuju pada peristiwa ini. Alasannya, pelaku pasar mengantisipasi apakah earning season kuartal ini akan secemerlang kuartal sebelumnya. Jika hasilnya demikian, bukan tidak mungkin nilai indeks S&P 500 juga akan terbang tinggi. Sebab, pelaporan keuangan adalah aspek fundamental dari harga saham-sahamnya.

Lantas, seperti apa earning season s&p 500 pada kuartal lalu? Dan apa yang bisa investor harapkan dari musim pelaporan keuangan di kuartal ini?

Ulasan Singkat Earning Season Kuartal I S&P 500

Secara singkat, triwulan pertama memang menjadi masa bulan madu bagi perusahaan di bawah indeks S&P 500. Alasannya, sebanyak 86% dari 500 perusahaan di indeks itu melaporkan laba per saham yang berada di atas estimasinya. Capaian ini merupakan yang tertinggi sejak FactSet menjejak indeks ini sejak 2008 silam.

Soal pendapatan pun tidak kalah menariknya. Sebanyak 76% dari perusahaan S&P 500 mencatatkan angka pendapatan yang jauh di atas perkiraan. Hal ini membuat membuat pertumbuhan pendapatan S&P 500 meningkat 52% secara year-on-year (yoy), padahal angka pertumbuhan tahunan sebelumnya hanya mencapai 6,2%.

Naiknya pendapatan perusahaan yang tergabung dalam S&P 500 terjadi di beberapa sektor. Utamanya, di sektor consumer discretionary yang mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 231% secara tahunan di kuartal lalu. Tak hanya itu, sektor utilitas, keuangan, dan energi juga memimpin pergerakan positif di indeks tersebut.

Baca juga: Apa Itu Altcoin Season?

Earning Season Kuartal II Sudah Dimulai. Apa yang Investor bisa Harapkan?   , Pluang

Bagaimana Nasib Earning Season S&P 500 di Kuartal II?

Beberapa analis memasang target yang sangat optimistis. Salah satunya adalah Zacks Investment Research yang meramal bahwa indeks S&P 500 mampu mencatat pertumbuhan pendapatan bahkan mencapai 67,7% secara tahunan di triwulan II. Angka ini, tentu saja, lebih tinggi dari kuartal I yang “hanya” 52%.

Ramalan pertumbuhan tersebut tentu tidak hanya disebabkan oleh moncernya kinerja perusahaan S&P 500.

Namun, karena baseline perhitungan persentase (yakni kuartal II 2020) juga terbilang rendah lantaran kinerja perusahaan saat itu tiarap diterjang COVID-19. Adapun pada kuartal II setahun lalu, pertumbuhan pendapatan perusahaan S&P 500 terjun 32,2% dibanding tahun sebelumnya.

Dan nampaknya, pertumbuhan gemilang tersebut bisa jadi akan terwujud.

FactSet melansir, per akhir pekan kedua Juli, 30 perusahaan di bawah indeks S&P 500 sudah melaporkan pertumbuhan pendapatan kuartal II yang melesat 244,3% secara year-on-year. Penyebabnya adalah kinerja sektor keuangan yang terbilang mumpuni.

Sementara itu, per 23 Juli 2021, sebanyak 120 perusahaan telah melaporkan hasil pelaporan keuangannya. Ternyata, 88% di antaranya sudah mencatatkan laba per saham yang melebihi ekspektasi.

Namun, investor tetap harus waspada. Pasalnya, terdapat beberapa sektor yang kinerjanya akan berada di bawah capaian 2019. Mulai dari sektor transportasi yang diramalkan turun 62,9%, sektor consumer discretionary yang bisa terkoreksi 48,9%, hingga sektor otomotif dan energi yang masing-maing berpotensi mengalami tekanan 42,3% dan 15,1%.

Hanya saja, melihat gambaran tersebut, pendapatan indeks S&P 500 masih diproyeksikan tumbuh lebih dari 35,6% dengan laba per saham bisa mencapai US$184,77.

Kenapa Earning Season Penting bagi Investor?

Investor bisa menggunakan earning season untuk meramal cuan masa depannya di indeks S&P 500.

Yang pertama, hasil pelaporan keuangan bisa menjadi sinyal bagi investor apakah harus berinvestasi atau justru menjauhi indeks S&P 500.

jika kinerja keuangan perusahaan kian mumpuni, maka harga sahamnya juga bisa terdongkrak. Ujungnya, kapitalisasi pasar membengkak, dan mempengaruhi pembobotan nilai indeks S&P 500. Hasilnya, nilai indeks saham paling bonafit di AS ini pun melesat bak roket.

Nah, di sisi lain, nilai indeks S&P 500 adalah cerminan dari laju tingkat return indeks saham tersebut. Jika laju nilai indeks S&P 500 bergerak secara pelan, itu mengindikasikan bahwa mendulang cuan dari indeks ini pun kemungkinan akan sukar. Begitu pun sebaliknya.

Yang kedua, earning season bisa menjadi petunjuk bagi investor untuk mengatur portofolionya. Biasanya, di momen seperti ini, mereka rela menyisir ratusan laporan keuangan demi mendapatkan saham yang kuat secara fundamental dan berprospek mumpuni ke depan.

Sehingga, sekarang adalah saat yang tepat bagi kamu untuk mulai memilih mana saham yang baik untuk dikoleksi dan mana yang sudah harus dilepas secepatnya.

Tapi, jika itu adalah hal yang sukar, kenapa kamu tidak berinvestasi langsung di indeks S&P 500 saja? Apalagi, seperti yang disebutkan di atas, nilai pendapatan perusahaan S&P 500 bisa bertengger di atas dua digit akhir kuartal ini.

Untuk itu, yuk investasi S&P 500 saja di Pluang!

Baca Juga: Setelah Inflasi, Earning Season Jadi Fokus Pasar Saham AS Pekan Ini

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Factset, Nasdaq, Forbes

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img