Currently set to Index
Currently set to Follow

Bagaimana Dampak Dana Infrastruktur Biden Terhadap Pasar Saham AS?

Pekan lalu, dana jumbo untuk pembangunan infrastruktur di Amerika serikat (AS) mendapat lampu hijau dari senat AS. Akhirnya, pemerintahan Biden pun bisa menggunakan dana sebesar US$953 miliar untuk membantu memulihkan ekonomi AS yang porak poranda akibat pandemi COVID-19.

Sejak awal tahun, hal ini digadang-gadang bakal menjadi angin segar bagi pasar saham AS, utamanya tiga indeks utama yakni S&P 500, Dow Jones, dan Nasdaq.

Lantas, apakah benar kondisi itu dapat terjadi? Dan seperti apa dampak rencana kebijakan tersebut terhadap indeks S&P 500 dan indeks saham lainnya? Nah, bagi Sobat Cuan investor S&P 500 ada baiknya membaca artikel ini hingga selesai, ya!

Sekilas Tentang Anggaran Infrastruktur AS

Biden menggulirkan wacana kebijakan ini tak berselang lama setelah legislatif AS menyetujui Undang-Undang (UU) paket stimulus ekonomi AS sebesar US$1,9 triliun, yang ditujukan untuk memulihkan ekonomi AS yang hancur akibat pandemi COVID-19.

Biden pun akhirnya menyampaikan proposal anggaran infrastruktur tersebut pada Maret 2021. Harapannya, agar infrastruktur AS kian mumpuni dalam delapan tahun mendatang.

Jika mengacu pada proposal awal, Biden mengusulkan anggaran sebesar US$2 triliun untuk kebijakan tersebut. Anggaran ini disebut sebagai bagian kedua dari upaya pemerintah AS untuk memulihkan ekonomi negara adidaya tersebut setelah UU stimulus.

Lantas, bagaimana rincian alokasi paket infrastruktur Biden yang awal? Berikut tabelnya.

Pos Pengeluaran Nilai Anggaran
Transportasi US$621 miliar
Bantuan Kesejahteraan Tenaga Kerja US$400 miliar
Mendorong Industri US$300 miliar
Perumahan US$213 miliar
Riset dan Pengembangan US$180 miliar
Air US$111 miliar
Sekolah US$100 miliar
Infrastruktur Digital US$100 miliar
Pengembangan Tenaga Kerja US$100 miliar
Rumah Sakit Veteran dan Bangunan Pemerintah Federal US$18 miliar
TOTAL US$2,14 triliun

 

Rencananya, Biden akan membiayai anggaran tersebut dengan menaikkan tarif pajak perusahaan dari 21% ke 28%. Selain itu, pemerintah AS juga akan meningkatkan angka minimum pajak perusahaan AS di luar negeri menjadi 21%.

Tak hanya itu, Biden juga akan membebankan pajak pendapatan minimum 15% bagi perusahaan yang memiliki cuan melimpah. Atau biasa dikenal dengan book income.

Rencana kebijakan Biden mencapai babak baru pada 24 Juni lalu, di mana Senat AS menyetujui “hanya” US$953 miliar dari kebutuhan awal US$2 triliun. Hal itu ia sampaikan setelah bertemu dengan 10 anggota Senat bipartisan.

Baca juga: Apa Saja Sih,10 Perusahaan yang Berperan Besar di S&P 500? 

Indeks S&P 500 dan Pasar Saham Bergeliat Karena Anggaran Infrastruktur

Pasar saham AS sontak riuh ketika Biden memberikan pernyataan bahwa dana infrastruktur sudah disetujui oleh pihak parlemen.

Indeks S&P 500 pada pekan lalu langsung naik 0,6% ke level 4.266 poin, melewati angka penutupan tertinggi pada 14 Juni lalu yang sempat menyentuh 4.255.

Bursa saham lainnya, Nasdaq mencatat rekor dengan lonjakan sebesar 0,7% ke level 14.369. Di sisi lain, Dow Jones Industrial Averaging (DJIA) yang selama ini menorehkan rapor merah pun ikut naik 1% di waktu yang sama.

Sektor infrastruktur yang bakal kebanjiran dana jumbo juga merespon positif. Saham Caterpilar, misalnya, langsung naik 3% dan diikuti oleh saham perusahaan konstruksi Vulcan Materials yang mencatat kenaikan 3%.

Baca juga: Investasi Antariksa AS Tahun Lalu Capai Rp124,6 Triliun

Bagaimana Dampak Dana Infrastruktur Biden Terhadap Pasar Saham AS?, Pluang

Apakah Kebijakan Biden Terus Jadi Angin Segar bagi Saham AS & Indeks S&P 500?

Jawabannya adalah ya. Terdapat banyak alasan mengapa anggaran infrastruktur akan menjadi katalis indeks S&P 500 dan pasar saham AS di masa depan.

Pertama, adalah kenaikan permintaan. Maraknya proyek-proyek infrastruktur tentu akan bikin permintaan atas produk material, energi, dan keuangan menanjak. Hal itu, sudah pasti akan memperkuat sisi fundamental saham-saham perusahaan yang bergerak di sektor yang dimaksud.

Bahkan, kepala manajemen investasi Commonwealth Financial Network Brian Price menjelaskan, bukan tidak mungkin return saham di tiga sektor di atas bisa melebihi imbal hasil dari saham teknologi.

Selain itu, iklim pasar modal saat ini pun dipandang cerah, didukung oleh rencana The Fed yang masih galau dalam menaikkan suku bunga acuannya atau tidak. Kegalauan The Fed muncul di tengah data pre market yang mengatakan pertumbuhan ekonomi AS mencapai 6,4% di triwulan pertama.

Saham Infrastruktur Jadi Juaranya

Selain itu, beberapa analis mengatakan bahwa pemenang utama dari rencana anggaran infrastruktur Biden ini adalah saham-saham perusahaan material.

Ada dua alasan yang mendasari argumen tersebut. Pertama, permintaan produk material sudah pasti meningkat. Kedua, infrastruktur yang dihasilkan bisa memberikan efek pengganda (multiplier effect) bagi kegiatan ekonomi lainnya. Di mana, efek pengganda ini bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi menjadi lebih mumpuni.

Kepala tim riset Bahan Dasar Morgan Stanley Carlos De Alba memprediksi, saham perusahaan semen dan baja akan mendulang cuan yang optimal setelah kebijakan ini disahkan. Betul, keduanya memang dua bahan material yang cukup diburu saat proyek-proyek infrastruktur.

Bahkan, pergerakan saham-saham produsen material memang sudah memberi sinyal menguat sepanjang tiga bulan terakhir. Harga saham perusahaan produsen barang-barang konstruksi Caterpillar, misalnya, sudah naik 19% sepanjang tahun ini. Sementara itu, saham perusahaan pembangun rumah DR Horton juga naik 34% di waktu yang sama.

Jangan lupakan juga harga sama perusahaan baja Nucor yang tumbuh 82% sejak awal tahun. Artinya, bisa dibilang bahwa saham-saham perusahaan material memang sensistif terhadap sentimen tersebut.

Sektor Infrastruktur Punya Efek Pengganda Kuat

Sobat Cuan perlu memahami bahwa pembangunan infrastruktur memiliki efek turunan yang tidak sedikit. Pasalnya, terdapat industri terkait yang bersentuhan langsung maupun tidak langsung dengan sektor tersebut.

Beberapa analis menjelaskan, paket kebijakan senilai US$1 triliun selama 10 tahun dapat menambah 0,2 persen poin ke Produk Domestik Bruto (PDB) di tahun berikutnya dan menambah 715.000 pekerjaan dalam 10 tahun.

Wah, jadi kebayang kan, bagaimana cuan saham-saham perusahaan material ke depan?

Kebetulan, beberapa saham perusahaan material juga termasuk menjadi satu dari 11 indeks S&P 500 juga, lho. Jadi, apakah Sobat Cuan juga tidak mau kecipratan cuan dari proyek infrastruktur Biden juga?

Yuk, segera investasi di Pluang S&P 500! Di Pluang, kamu bisa mengakses 500 perusahaan AS secara mudah hanya dalam satu genggaman saja!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: CNN, Forbes, Financial Express

spot_img

Artikel Terbaru

Senior Social Media

0

Product UX Copywriter

0

Partnerships Manager

0

Business Development Manager

0

Chief Marketing Officer

0
spot_img