Currently set to Index
Currently set to Follow

Indeks S&P 500 Sudah di Atas 4.100. Kenapa Sih, Angka Ini Penting Buat Investor?

Pandemi COVID-19 seakan tidak mempengaruhi kinerja Indeks S&P 500. Saat beberapa instrumen investasi justru mengalami perlambatan efek dari kebijakan luar biasa pemerintah, S&P 500 malah terus berkibar dan tampaknya masih akan melanjutkan reli harganya.

Hal tersebut tercermin di awal April, di mana indeks S&P 500 pertama kalinya menembus level 4.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah. Dalam sepekan, nilai indeks tersebut pun akhirnya menembus level 4.100.

Dan kini, indeks saham yang dihuni oleh 505 perusahaan beraset jumbo di Amerika Serikat (AS) itu sudah bertengger di level 4.158. Jika dilihat Pergerakan Indeks S&P 500 secara year to date, angkanya sudah mencapai kisaran 12%.

Di saat pemerintah AS mengambil langkah luar biasa untuk pemulihan ekonomi dengan menggelontorkan dana sekitar US$1,9 miliar, nilai tukar dolar AS terancam melemah lantaran jumlah dolar yang beredar bakal mengalami “banjir”.

Di saat yang sama, The Fed juga memperlihatkan sinyal untuk menahan suku bunga acuannya hingga 2024 mendatang. Selain itu, otoritas moneter itu akan terus memborong obligasi senilai US$120 miliar setiap bulan demi mendorong likuiditas di sektor keuangan.

Kebijakan luar biasa tersebut membawa optimisme akan cepatnya pemulihan ekonomi di AS. Sehingga, investor melihatnya sebagai hal yang positif, Alhasil instrumen investasi berisiko seperti saham menjadi buruan bagi banyak investor.

Nah, sebagai investor, tentu Sobat Cuan punya satu pertanyaan yang tersimpan: Apa sih pentingnya angka indeks di 4.100? Bagaimana hal tersebut dapat mempengaruhi keputusan investasi kita semua? Untuk itu, yuk, simak bersama penjelasan di bawah ini.

Baca juga: Pengembangan Vaksin Covid-19, Pertaruhan antara Pandemi dan Ekonomi

Investasi S&P 500: Memahami Pentingnya Angka Indeks Dalam Berinvestasi

1. Sebagai Pembanding Return Antar Indeks Saham

Kita semua tahu bahwa terdapat tiga indeks saham utama di bursa saham AS. Yakni, S&P 500, Dow Jones, dan Nasdaq.

Jika Indeks S&P 500 berisi 500 perusahaan beraset jumbo dari berbagai sektor dengan pergerakan yang cenderung atraktif, maka indeks Dow Jones berisi 30 perusahaan AS terbesar dan penting, di mana harga tertimbangnya tidak sering mengalami perubahan. Sementara itu, Nasdaq berisi 3.000 perusahaan yang sebagian besar bisnis utamanya bergerak di bidang teknologi.

Nah, dari ketiga indeks saham ini, investor bisa memilih mana indeks yang bisa memberikan imbal hasil terbaik dan juga tercepat dari pergerakan nilai indeksnya. Sebagai contoh, kamu bisa membandingkan waktu yang dibutuhkan masing-masing indeks saham untuk menambah nilai indeksnya sebesar 1.000. Setelahnya, kamu bisa bandingkan, mana indeks yang paling oke laju return-nya.

Mengapa kita bisa melakukan hal tersebut? Perlu diketahui bahwa nilai indeks saham merupakan cerminan kesehatan saham-saham yang terdapat di masing-masing indeksnya. Makanya, kamu sah-sah saja membandingkan pertumbuhan atau laju ketiga indeks saham tersebut.

Baca juga: Cetak Rekor Melulu, Ini Alasan Harga Ethereum Bakal Terbang Terus!

2. Mengukur Laju Return S&P 500

Kini, indeks S&P 500 memang berada di angka 4.100. Namun, indeks tersebut membutuhkan waktu yang lama demi menuju titik tersebut.

Indeks S&P 500 pertama kali menembus level 1.000 pada 1998 silam. Dibutuhkan waktu 16 tahun lamanya sampai akhirnya indeks saham bonafit AS iti menembus level 2.000 di tahun 2014.

Namun, apakah S&P 500 membutuhkan waktu 16 tahun lagi demi mengeret nilai dari 2.000 ke 3.000? Jawabannya adalah tidak. Malahan, jangka waktunya kian cepat. Sebab, S&P 500 hanya membutuhkan waktu lima tahun saja untuk mencapai posisi 3.000 di 2019. Kemudian, ia hanya butuh kurang dari dua tahun untuk mencapai posisi 4.000.

Melihat hal ini, kira-kira pelajaran apa yang bisa dipetik, Sobat Cuan? Ya, pertumbuhan return S&P 500 semakin kencang seiring waktu. Alias, cuan investasi S&P 500 makin lama makin tokcer. Hal ini juga terlihat pertumbuhan return S&P 500 yang selalu mencatat dua digit setiap tahunnya. Terakhir, pada 2020 lalu, imbal hasil S&P 500 bertumbuh 18,4%.

Artinya, melihat pertumbuhan indeks bukan melulu berdasarkan nilainya. Namun, daya tarik indeks juga tercermin dari bagaimana indeks tersebut bisa bertumbuh.

Meski begitu, pertumbuhan indeks tidak melulu dilihat berdasarkan nilainya. Melainkan seberapa atraktif indeks tersebut bisa bertumbuh setiap harinya.

Sebagai contoh, ada dua indeks saham yang masing-masing berada pada level 25.000 dan 250. Pergerakan sahamnya untuk masing-masing indeks adalah 250 poin dan 10 poin, mana yang lebih baik?

Jawabannya tentu saja ada di indeks kedua dengan pergerakan setiap harinya 4%. Sementara indeks yang pertama meskipun secara nilai lebih besar, namun pertumbuhan perharinya hanya mencapai 1%.

Itulah pentingnya untuk melacak indeks saham. Karena semakin besar persentase kenaikannya, maka semakin besar juga potensi keuntungan yang bisa didapatkan oleh investor.

Dan setelah melihat pesatnya return indeks saham S&P 500, kamu pasti mau buru-buru berinvestasi di aset ini kan? Yuk, langsung investasi S&P 500 di Pluang sekarang!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Bloomberg, Money.com, Yahoo Finance

spot_img

Artikel Terbaru

Creative Lead

0

Pluang Pagi – Jumat 17 September 2021

0

Head Of Human Resources

0
spot_img