Currently set to Index
Currently set to Follow

Ada Produk Indeks S&P 500 ETF, Futures, dan Fund. Apa bedanya?

Investasi di indeks S&P 500 banyak dianggap sebagai jalan pintas untuk memupuk aset keuangan.

Betapa tidak, 505 perusahaan yang tergabung dalam indeks tersebut adalah perusahaan-perusahaan beraset jumbo dan memiliki kinerja mentereng. Tak heran jika Warren Buffett menyarankan kamu untuk berinvestasi di indeks S&P 500 agar kaya di masa depan.

Berinvestasi indeks juga bisa menjadi gerbangmu ke pasar saham jika kamu masih ragu-ragu atau bingung berinvestasi di saham tunggal. Terlebih, return S&P 500 memang terbilang mumpuni terlihat dari laju pertumbuhannya antar periode.

Namun, layaknya banyak jalan menuju Roma, banyak pula jalan untuk berinvestasi di S&P 500. Saat ini, investor bisa berinvestasi indeks saham tersebut melalui S&P 500 Fund, S&P 500 Exchange-Traded Fund (ETF), dan juga S&P 500 Index futures

Ketiganya bisa kamu jadikan pilihan untuk tambahan portofolio investasi dan cocok untuk kamu investor pemula. Tapi, apa saja sih perbedaan ketiga produk tersebut? Yuk, simak artikel ini ya!

Baca juga: Apa Itu Index Futures?

Mengenal Produk Indeks S&P 500

1. S&P 500 ETF

ETF atau Exchange-Traded Fund adalah sebuah produk keuangan yang bisa dipertukarkan layaknya saham. Artinya, produk ETF bisa dibeli dan dijual kembali dalam hari yang sama. Biasanya, aktivitas jual beli instrumen ini dilakukan di papan perdagangan utama.

Produk-produk ini merupakan wadah yang berisi kumpulan aset atau obligasi. Nah, dalam hal ini, maka ETF S&P 500 memiliki underlying asset berupa saham-saham perusahaan yang berada di bawah indeks S&P 500.

Cara kerja ETF adalah sebagai berikut. Penjual ETF memiliki underlying asset, kemudian menciptakan wadah pendanaan (fund), dan menjual fraksi-fraksi dari underlying asset tersebut ke investor. Nantinya, investor bisa mendapatkan porsi dari ETF, namun mereka tidak bisa memiliki underlying asset dari produk tersebut.

Meski begitu, investor ETF bisa mendapatkan pembayaran dividen secara langsung atau melakukan reinvestasi di saham-saham yang membentuk komponen indeks tersebut.

Secara prinsip, ETF berfungsi layaknya reksa dana namun bisa diperjualbelikan di pasar utama. Namun, nilai yang tertera dalam ETF adalah kontrak investasi kolektif yang unit penyertaan dicatat dan diperdagangkan di bursa saham.

ETF memiliki sifat yang lebih likuid dibandingkan dengan reksadana karena tergantung dari likuiditas pasar. Di samping itu, produk ETF juga disebut lebih murah dibanding reksa dana pada umumnya.

Dalam kondisi pasar yang sedang fluktuatif, ETF dapat dijadikan pilihan. Pasalnya, kamu bisa membelinya di pagi hari saat pembukaan perdagangan dan menjualnya kembali sebelum penutupan perdagangan.

Risiko yang harus ditanggung juga menjadi lebih kecil, karena kamu tidak perlu melakukan riset mendalam tentang single stock yang akan diburu dan terus mencermati pergerakan harganya. Terlebih, pergerakan harga saham tidak bisa diprediksi pasti naik dan turunnya.

Selain itu, ETF juga cocok untuk kamu yang memilki dana terbatas. Seperti dalam ETF Indeks misalnya, kamu bisa memiliki seluruh saham yang ada di indeks tersebut dengan harga yang jauh lebih murah, ketimbang kamu membeli 505 saham perusahaan yang ada di indeks tersebut secara mandiri.

Ada Produk Indeks S&P 500 ETF, Futures, dan Fund. Apa bedanya?, Pluang

2. S&P 500 Fund

S&P 500 Fund, atau yang dikenal dengan, reksa dana Indeks S&P 500, adalah produk reksa dana yang memiliki basis portofolio berupa saham yang tergabung dalam indeks S&P 500.

Konsepnya hampir mirip dengan ETF. Hanya saja, reksa dana indeks tidak diperdagangkan di bursa. Konsep investasi reksa dana indeks S&P 500 adalah untuk jangka panjang dan bersifat pasif.

Kamu hanya bisa membeli reksa dana indeks S&P 500 di perusahaan sekuritas dengan cara pembelian reksa dana pada umumnya. Selain itu, nilai yang tertera pun mirip dengan reksa dana lainnya, yakni berasal dari nilai aktiva bersih (total dana kelolaan) dibagi unit penyertaan.

Adapun, nilai aktiva bersih akan selalu berubah, tergantung kondisi saat penutupan perdagangan saham di hari itu.

Sama seperti ETF, reksa dana ini memiliki biaya yang rendah dengan imbal hasil yang memukau. Apalagi, jika yang tergabung di dalamnya adalah saham-saham berkapitalisasi jumbo seperti S&P 500.

Jenis investasi ini juga cocok untuk kamu investor pemula yang bingung untuk memilih saham mana yang paling baik pergerakannya.

Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan instrumen ini kalau kamu tak punya waktu memperhatikan pergerakan indeks saham. Sebab, seluruh instrumenmu akan dikelola oleh Manajer Investasi (MI), yang setiap bulannya kamu akan menerima laporan hasil investasi yang dikirimkan ke alamat e-mail.

3. S&P 500 Index Futures

Terakhir, ada juga yang dinamakan S&P 500 Index Futures.

Berbeda dibanding keduanya, instrumen ini disandarkan pada kontrak derivatif yang memberikan harga investasi di masa depan. Jadi, harga yang tercermin dalam S&P 500 Index Futures bukanlah harga saat ini melainkan proyeksi harga produk tersebut di masa yang akan datang.

Investor biasanya menggunakan produk ini untuk berspekulasi dalam menentukan nilai masa depan S&P 500. Oleh karenanya, tak heran jika banyak investor selalu melihat nilai produk ini untuk menakar nilai masa depan indeks S&P 500.

Cara kerja kontrak futures adalah sebagai berikut. Layaknya kontrak derivatif lainnya, penjual dan investor meneken perjanjian di awal terkait kapan sang penjual harus membeli atau menjual instrumen futures tersebut di masa depan.

Selain itu, penyelesaian transaksi S&P 500 Index Futures tidak hanya didasarkan pada harga saham semata, melainkan juga harga tertimbang.

Dua Jenis Indeks S&P 500 Futures

Karena produk ini merupakan kontrak berjangka, maka tak heran jika kamu hanya bisa mendapatkannya di pasar derivatif.

Adapun saat ini, penyelesaian transaksi dan pencatatan S&P 500 Index Futures bisa dilakukan di The Chicago Merchantile Exchange (CME). Dalam menelurkan produk futures ini, CME juga membaginya ke dalam dua jenis: Kontrak besar (SP) dan E-mini (ES).

CME meluncurkan kontrak besar S&P 500 berjangka pada 1982. Bursa itu kemudian menambah opsi E-mini pada 1997. Lantas apa bedanya kontrak SP dan juga ES?

Sesuai namanya, SP adalah kontrak berukuran besar, sehingga nilai pasarnya juga cukup jumbo. Cara menghitung nilai kontrak ini adalah dengan mengalikan nilai indeks S&P 500 saat ini dengan US$250. Sebagai contoh, jika indeks S&P 500 berada di level 4.000, maka nilai pasar dari kontrak tersebut adalah US$1 juta.

Sementara itu, nilai pasar ES dihitung dengan formula nilai indeks dikali US$50. Sehingga, jika indeks S&P 500 ada di posisi 4.000, maka nilai pasa kontrak tersebut adalah US$200.000.

Investor kerap menggunakan instrumen ini untuk melakukan spekulasi. Namun, kamu juga bisa menggunakan instrumen ini jika kamu menginginkan cari cuan melalui diversifikasi investasi yang instan.

Nah, kalau kamu pilih mana, Sobat Cuan? Kalau kamu mau punya S&P 500 index futures, yuk investasi di Pluang!

Baca juga: Beragam Cara Lindung Nilai Aset Kripto di Saat Harga ‘Ambyar’

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi gdi kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber:Vanguard, Investopedia, Investopedia

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img