Currently set to Index
Currently set to Follow

Nyaris Dekati 4.500, Kapan Indeks S&P 500 Bisa Sentuh 5.000?  

Indeks S&P 500 secara beruntun berhasil menembus level psikologisnya sendiri sepanjang tahun ini. Buktinya, indeks saham yang dihuni 500 perusahaan top Amerika Serikat ini seolah tak henti-henti mencetak rekor terbarunya setiap saat.

Terakhir, pada Selasa (13/7), indeks S&P 500 mencetak rekor lagi di kisaran 4.390, alias hampir menyentuh level 4.400. Padahal, indeks ini baru saja menembus level 4.000 tiga bulan silam.

Kondisi demikian tentu bikin investor bertanya mengenai kecepatan laju nilai S&P 500 yang ngegas terus. Apakah S&P 500 memang bisa menyentuh 5.000 dalam waktu dekat? Dan sebenarnya apa yang terjadi dengan salah satu indeks terseksi di dunia ini belakangan ini?

Sekilas Kinerja Indeks S&P 500 Sepanjang 2021

Laju kinerja indeks saham satu ini memang terbilang moncer di tahun ini. Sejak awal tahun hingga tulisan ini dibuat (15/7), nilai indeks tersebut telah melonjak 18,37% atau terapresiasi 679,46 basis poin. Pertumbuhan tersebut saja sudah lebih kencang dari total pertumbuhan nilai S&P 500 sepanjang 2020 yakni 16,26%.

Sejatinya, ada banyak hal yang mendasari pergerakan mumpuni tersebut. Namun seluruh faktor tersebut memiliki satu tema serupa, yakni pemulihan ekonomi AS pasca dihantam pandemi COVID-19.

Melihat polanya, kinerja S&P 500 selalu moncer ketika terdapat perilisan data ekonomi AS yang positif. Salah satunya adalah data penyerapan tenaga kerja baru AS sebanyak 850.000 pada Juni lalu.

Tak hanya itu, optimisme pelaku pasar terhadap kinerja pasar saham AS juga disebabkan oleh sikap pemerintah AS yang lagi getol menabur stimulus ekonomi. Contohnya, kini pemerintah di bawah Presiden Joe Biden akan menggelontorkan dana bantuan infrastruktur setelah meluncurkan paket pemulihan COVID-19 sebesar US$1,9 miliar.

Hal ini pun didukung oleh kebijakan bank sentral AS, The Fed, yang masih berfokus untuk memulihkan ekonomi AS dan menahan pengetatan suku bunga. Langkah ini tetap ditempuh meski inflasi tinggi tengah meradang negara adidaya tersebut.

Rangkaian kebijakan tersebut membawa optimisme akan cepatnya pemulihan ekonomi di AS. Sehingga, investor melihatnya sebagai hal yang positif. Alhasil, instrumen investasi berisiko seperti saham menjadi buruan bagi banyak investor.

Nyaris Dekati 4.500, Kapan Indeks S&P 500 Bisa Sentuh 5.000?   , Pluang

Setelah Kinerja Gemilang, Kapan S&P 500 Sentuh 5.000?

Banyak analis berpendapat bahwa indeks S&P 500 bakal terus bullish seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi, program vaksinasi yang masih berjalan, dan juga stimulus ekonomi yang digelontorkan pemerintah AS. Hanya saja, beberapa di antaranya tidak memprediksi bahwa angka 5.000 akan dicapai di tahun ini.

Menurut laporan UBS Global Wealth Management, nilai S&P 500 biasanya akan naik 11,7% pada 12 bulan setelah berhasil mencapai level tertingginya sepanjang masa. Artinya, mengacu pada hitungan tersebut, maka indeks S&P 500 mungkin akan bertengger di posisi 4.859 pada Juli 2022.

Namun, kini laju S&P 500 untuk melompat dari satu level psikologis ke level berikutnya terbilang kian kencang. Sehingga, ada kemungkinan S&P 500 bisa menyentuh level 5.000 dengan lebih cepat.

Laporan UBS itu juga menyebut, sejak tahun 1928, S&P 500 rata-rata membutuhkan waktu 9,9 tahun untuk menggandakan nilainya. Namun, ketika nilai S&P 500 melompat dari level 2.000 ke 4.000 lalu, indeks ini ternyata hanya membutuhkan waktu 6,6 tahun.

Kemudian, seperti apa laporan lembaga analisis lainnya tentang prediksi S&P 500?

Baca juga: Simak 3 Alasan Kenapa Investor Pemula Harus Masuk ke Indeks S&P 500

1. JPMorgan: Indeks S&P 500 Bisa Sentuh di 4.400 di Akhir Tahun

Salah satu lembaga investment bank terkemuka AS, JP Morgan, mengatakan bahwa nilai indeks S&P 500 mungkin bertengger di angka 4.400 di akhir tahun akibat hasil kinerja keuangan perusahaan-perusahaan S&P 500 yang mumpuni.

Bahkan, lembaga tersebut juga mengatakan bahwa pendapatan per saham (Earning per Share/EPS) S&P 500 tahun ini akan menyentuh US$200, dan akan naik lagi menjadi US$225 per lembar di 2022.

Adapun menurut mereka, salah satu ancaman utama dari pergerakan nilai S&P 500 ke depan adalah normalisasi kebijakan The Fed dalam bentuk pengetatan suku bunga acuan dan juga tapering. Selain itu, pelaku pasar pun mungkin akan menghindari pasar saham jika memang pemerintahan Biden jadi membebankan pajak capital gain.

2. Federated Auth: Indeks S&P 500 Bisa Tembus 5.000 di 2022

Prediksi serupa juga disuarakan oleh Federated Auth yang mengatakan bahwa indeks S&P 500 mungkin hanya berujung di 4.500 hingga 4.700 tahun ini. Hanya saja, indeks tersebut sangat mungkin menyentuh titik 5.000 pada 2022 mendatang.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi AS yang kencang diprediksi masih akan menjadi sentimen yang bikin investor makin selera memasuki pasar saham. Sebab, pertumbuhan ekonomi yang mumpuni tentu menjadi fundamental yang baik bagi kinerja perusahaan-perusahaan di bawah S&P 500.

Pertumbuhan ekonomi AS yang kencang pun sudah terlihat di kuartal I lalu dengan menorehkan pertumbuhan 6,4% secara tahunan. Adapun laju pertumbuhan ini merupakan yang terkencang dalam satu dekade terakhir.

3. Analisis Lainnya Juga Berharap S&P 500 Capai 5.000 di 2022

Pandangan serupa juga dilontarkan oleh analisis lainnya. Contohnya adalah investment strategis di Strategic Wealth Partners, Luke Lloyd.

Dirinya mengatakan bahwa S&P 500 masih memiliki banyak ruang untuk bertumbuh, membuatnya optimistis bahwa salah satu indeks bonafide dunia ini bisa tembus 4.500 setidaknya di Maret 2022. Hal itu didasarkan atas optimisme investor melihat program vaksinasi massal di AS beserta kencangnya stimulus pemerintah.

Sementara itu, Direktur Pelaksana dari firma wealth management The Lerner Group mengatakan bahwa indeks S&P 500 bisa mencapai 5.000 di periode yang sama “dengan mudahnya”.

Namun, Tetap Waspada Potensi Kritis

Namanya pasar bergerak, tidak melulu naik ke atas, bukan? Nilai indeks S&P 500 memang diprediksi naik, tapi bukan berarti tidak ada risiko yang mengintai. Dalam hal ini, analis pasar modal sekaligus kontributor Forbes Rob Isbitts membeberkan beragam risiko tersebut.

Ia mengatakan bahwa indeks S&P 500 bisa mencapai 5.000 di 2026 mendatang. Namun, di waktu yang bersamaan, indeks ini juga bisa tenggelam ke level terendahnya di kisaran 2.000.

Hal itu dikatakan bukan tanpa alasan, Sobat Cuan. Sebab, ia berkaca pada pola serupa yang pernah terjadi dua dekade lalu.

Isbitts mencatat, indeks S&P 500 pernah berada di kisaran 800 pada Februari 1997 silam. Nilainya kemudian tumbuh ganda pada tahun 2000 dan ambrol lagi ke level 800 dua tahun kemudian.

Kinerja indeks S&P 500 pun harus kembali ambrol ketika krisis keuangan melanda AS 2008 silam. Dari situ, tergambar bahwa pasar tetap saja berombak meski pun terbilang sedang riuh.

Indeks S&P 500 1990-2021
Indeks S&P 500 1990-2021. Sumber: Tradingview

Poin utamanya adalah, kamu sudah harus bersiap untuk menghadapi apapun dalam investasi. Tidak cuma siap cuan, tetapi juga siap mengelola risiko ketika arah pasar bergerak tidak sesuai dengan ekspektasi.

Meski demikian, indeks S&P 500 memang terbilang moncer di jangka panjang. Bahkan, begawan saham Warren Buffett mengatakan bahwa berinvestasi di indeks S&P 500 adalah cara cerdas menjadi kaya di masa tua.

Nah, apakah Sobat Cuan tak tertarik berinvestasi di S&P 500? Yuk, investasi saja di Pluang!

Baca juga: Sobat Cuan, Simak 3 Tanda Kamu Belum Siap Investasi S&P 500!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Forbes, Bloomberg

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img