Currently set to Index
Currently set to Follow

Kenali 4 Strategi Ini Biar Cuan Investasi Saham Saat Pasar Anjlok!

Untuk kamu yang sedang belajar investasi saham, pasti kamu sering menemukan sebuah kondisi bernama bear market. Bukan, maksudnya bukan pasar yang menjual beruang-beruang imut. Malahan, maknanya jauh dari kata imut, sebab bear market adalah kondisi di mana imbal hasil saham investasi terjun bebas lebih dari 20%.

Patut dipahami bahwa bear market dapat menjadi kondisi yang sangat sulit bagi investor. Sebagian besar strategi investasi saham yang dilakukan investor bahkan hanya dapat membatasi jumlah paparan downside, bukan menghilangkannya secara total. Maka dari itu, investor harus mampu menangani kesulitan tersebut dengan melaksanakan strategi investasi saham yang tepat.

Strategi investasi saham itu bisa meliputi pencairan semua posisi investasi, membeli saham defensif alias saham perusahaan besar yang stabil, dan melakukan tawar menawar dan mengambil keuntungan dari harga yang tertekan untuk mengambil saham yang kuat.

Memahami strategi investasi saham diperlukan untuk kamu yang baru belajar investasi saham agar terhindar dari jebakan kerugian di saat bear market.

Baca juga: 4 Produk Investasi Ini Ternyata Bisa Atasi Inflasi, Apa Saja?

Kenali 4 Strategi Ini Biar Cuan Investasi Saham Saat Pasar Anjlok!, Pluang

Ragam Strategi Investasi Saham untuk Menghindari Kerugian

Menurut pakar investasi Chad Langager, salah satu strategi investasi saham teraman—dan paling ekstrem—untuk menghindari kerugian saat bear market adalah dengan menjual semua investasi kamu.

Kamu kemudian dapat menyimpan uang hasil penjualan itu dalam bentuk tunai atau menginvestasikannya ke instrumen keuangan yang jauh lebih stabil seperti obligasi pemerintah jangka pendek.

Lebih lanjut, Langager menjelaskan bahwa kamu bisa menerapkan strategi defensif jika ingin mempertahankan posisi di pasar saham. Jenis strategi ini melibatkan investasi di perusahaan-perusahaan besar (blue chips) dengan neraca yang kuat dan sejarah operasional yang panjang. Ini mengingat jenis perusahaan tersebut cenderung stabil dari kejatuhan karena bear market.

Selain dua strategi investasi saham tersebut, ada satu strategi lagi yaitu berbelanja untuk investasi. Meski bear market terkesan menyedihkan, namun kondisi itu sejatinya adalah peluang untuk membeli banyak saham dengan harga yang jauh lebih murah.

Kamu bisa juga memilih bear market sebagai kesempatan emas untuk mendiversifikasi portfolio investasi kamu. Di hari kelak, saat pasar sudah kembali normal, kamu kemudian dapat menjual saham yang sudah kamu beli dengan harga murah itu dengan harga normal yang lebih tinggi.

Belajar investasi saham akan memungkinkan dana yang kamu tanam bertumbuh jauh melampau inflasi. Memang, ada resiko kerugian yang muncul di tengah jalan. Tapi, dengan strategi investasi saham yang pas, kamu akan bisa menghindari risiko itu.

Bagaimana cara menghindari resiko kerugian karena bear market? Yuk, simak empat panduan ini.

Baca juga: Kenali Tujuan Investasimu, Lihat 4 Investasi Potensial untuk Pemula Ini

4 Strategi Investasi Saham yang Bisa Dilakukan

#1 Strategi Investasi Saham – Menabung saham

Pada dasarnya menabung saham adalah menginvestasikan secara rutin sejumlah uang di saham-saham tertentu dalam jangka waktu panjang. Ini dilakukan dengan harapan saham-saham yang rutin dibeli itu suatu hari akan meningkat harganya sehingga memberikan keuntungan ketika dijual.

Pokok strategi ini adalah konsistensi. Tanpa memperhatikan pergerakan pasar, kamu harus membeli saham sedikit demi sedikit. Tujuannya adalah memiliki saham itu sebanyak mungkin.

#2 Value Investing

Strategi kedua yang dapat kamu lakukan jika sedang belajar investasi saham adalah strategi value investing, sebuah trik saham yang diperkenalkan investor kawakan Ben Graham pada 1934 silam.

Dalam strategi ini, fokusnya adalah pada pembelian saham value stock, yakni saham-saham yang diperdagangkan pada harga lebih rendah dibandingkan dengan fundamentalnya yang tercantum dalam laporan keuangan perusahaan.

Menurut praktisi dan pakar investasi Teguh Hidayat, ada tiga tahap strategi investasi saham yang harus kamu lalui. Pertama, kamu harus menemukan saham yang harganya lebih murah dari harga seharusnya. Kedua, saham yang dipilih adalah yang mewakili perusahaan yang berkinerja keuangan bagus. Dan ketiga, kamu harus memastikan saham itu berasal dari perusahaan yang memiliki tata kelola yang baik.

#3 Trading Saham

Secara harfiah, trading saham berarti berdagang saham. Di sini kamu melakukan transaksi jual beli saham dalam jangka pendek. Tujuannya, agar kamu memperoleh keuntungan dari selisih pergerakan saham jangka pendek.

Jika kamu baru belajar investasi saham, alih-alih memperhatikan kondisi fundamental saham yang hendak dibeli, kamu harus fokus memperhatikan sentimen dan kondisi pasar.

Analisis yang dipakai membeli saham mengacu pada analisis teknis. Kalau kamu berminat menerapkan strategi investasi saham dengan trading saham, maka kamu juga harus punya kemampuan analisis teknis saham yang mumpuni. Selain itu, kamu juga harus punya waktu yang memadai untuk memantau pergerakan harga saham dan pasar.

#4. Growth Investing

Berbeda dengan value investing yang menekankan pentingnya penilaian terhadap harga wajar saham (valuasi), strategi investasi saham growth investing fokus pada pencarian saham yang memiliki potensi keuntungan dan pertumbuhan pendapatan tinggi di masa depan.

Growth investing tidak memedulikan valuasi saham. Yang penting, saham itu diyakini punya potensi tumbuh besar.

Jika kamu menerapkan strategi ini, kamu tidak keberatan membeli saham yang harganya sudah tinggi. Selama kamu percaya sinyal kenaikan harga saham masih kuat di hari esok.

Nah, jadi jangan khawatir lagi sama bear market ya, Sobat Cuan! Yuk, Ikuti panduan di atas demi keamanan investasimu.

Baca juga: 8 Strategi Investasi Hadapi Bear Market Lantaran Pandemi COVID-19

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Investopedia

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img