Currently set to Index
Currently set to Follow

THR Nganggur Karena Mudik di Rumah, Investasiin Kemana ya?

Ramadan dan lebaran tahun ini masih dirayakan dalam keadaan pandemi ya, Sobat Cuan. Karena kasus COVID-19 yang tidak kunjung mereda, pemerintah mengambil keputusan untuk melarang kita mudik, nih. Karena mudik dilarang, tentunya uang Tunjangan Hari Raya (THR) yang disimpan untuk kebutuhan pulang kampung belum terpakai dong, ya?

Nah, untuk itu, ada baiknya kamu menjalankan tips mengelola uang THR demi mendulang cuan di masa depan. Yakni, dengan menginvestasikannya. Tapi, sebelum kita melangkah lebih jauh ke jenis investasinya, kita harus tentukan dulu prioritas kebutuhan di Hari Raya Idulfitri.

Baca juga: Yuk, Belajar Perencanaan Keuangan dengan Uang THR. Bagaimana Caranya?

THR Nganggur Karena Mudik di Rumah, Investasiin Kemana ya?, Pluang

Tips Mengelola Uang THR: Alokasi Kebutuhanmu Berdasarkan Prioritas 

  1. Sebelum kamu menginvestasikan THR-mu, kamu perlu mengalokasikannya untuk memenuhi kebutuhan orang tua atau keluargamu. Walaupun kita tidak mudik, namun aliran THR untuk keponakan dan orang tersayang tetap lancar.
  2. Selanjutnya, jangan lupa zakat, dan tidak lupa untuk mengeluarkan sedikit rezeki kita untuk fakir dan miskin.
  3. Prioritas ketiga adalah lunasi utang kalian menggunakan uang THR yang kamu terima. Sobat Cuan pasti ingin bisa kembali suci dari dosa-dosa finansial di hari yang fitri, kan?
  4. Terakhir, bagaimana nih, dengan dana darurat dan tabungan kalian? Aman kan? Kalau belum aman, yuk, sisihkan uang THR kalian untuk pos pengeluaran ini.

Nah, kalau semua pos sudah dialokasikan, kamu bisa menggunakannya untuk investasi. Tapi, kamu perlu ingat, bahwa memilih produk investasi yang tepat pun tidak mudah. Kamu juga perlu memperhatikan produk investasi sesuai dengan profil risikomu.

Profil risiko terdiri menjadi tiga nih Sobat Cuan, yang pertama adalah tipe konservatif (risk averse), yang kedua adalah tipe moderat (sedang), dan yang terakhir adalah tipe agresif (risk taker). Apa saja sih, perbedaannya?

Tipe-tipe Risiko Investasi

Kira-kira kamu tipe investor yang mana, nih? Yuk, kita simak satu persatu mulai dari risiko yang paling rendah.

  1. Tipe konservatif (risk averse)
    Kamu bisa disebut tipe konservatif jika kamu menghindari risiko dan cenderung “bermain aman”. Nah, jenis investasi yang cocok bagi kamu adalah tabungan, deposito, reksa dana pasar uang, atau reksa dana pasar tetap.
  2. Tipe moderat (sedang)
    Kamu mungkin masuk ke dalam golongan tipe moderat jika kamu siap menerima risiko dari fluktuasi harga sebuah aset. Selain itu, kamu pun selalu mengharapkan return lebih besar dari deposito dalam berinvestasi. Oleh karenanya, jenis investasi yang cocok bagimu adalah reksa dana campuran.
  3. Tipe agresif (risk taker)
    Sudah siap mental untuk merugi? Maka kamu bisa disebut sebagai investor agresif. Kamu rela mengambil risiko tinggi selama imbal hasilnya cukup mumpuni. Nah, golongan investor sepertimu cocok menempatkan dan di aset yang punya return tinggi. Di antaranya trading saham, valuta asing, komoditas, atau reksa dana saham.

Selain menentukan profil risiko, kamu perlu memperhatikan dua hal lainnya untuk mendapatkan cuan yang oke dalam berinvestasi. Yakni, jangka waktu dan jenis investasinya.

Baca juga: Perlu Patuh Peraturan, Berikut Ini Sanksi Perusahaan Jika THR Tidak Diberikan

Tipe-tipe Investasi Berdasarkan Jangka Waktu

  1. Jangka Panjang
    Kamu bisa mempertimbangkan instrumen saham ataupun aset kripto jika profil risikomu masuk golongan agresif dan memiliki tujuan investasi jangka panjang.
  2. Jangka Pendek
    Bagi investor yang memiliki tujuan jangka pendek, baiknya memasukkan dana investasi ke instrumen reksa dana pasar uang atau reksa dana pendapatan tetap.

Tips Mengelola Uang THR: Memilih Investasi yang Tepat

Belum bisa memilih instrumen investasi yang tepat? Tak usah khawatir, Sobat Cuan! Kita akan memnberikan beberapa rekomendasi bagi kamu yang masih bimbang dalam memilih aset investasi.

  1. Reksa Dana
    Investasi ini cocok banget untuk kamu yang merupakan newbie dalam dunia investasi. Reksa dana adalah instrumen keuangan yang mudah dan cocok untuk kamu yang tak mau “ambil pusing”. Sebab, kamu hanya perlu mempercayakan uang kamu ke manajer investasi.
  2. Emas
    Emas adalah aset safe haven, yaitu aset yang mampu menjaga nilai uang meski keadaan ekonomi sedang tidak baik. Apalagi berdasarkan data dari emas dunia, harga emas senantiasa menanjak naik. Sehingga, emas adalah langkah yang patut kamu pertimbangkan saat kamu memiliki uang yang berlebih.

Baca juga: Lebaran di Masa Pandemi, Yuk Atur Uang THR dengan 4 Cara Bijak Ini

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: MarketBisnis, CNBC

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img