Currently set to Index
Currently set to Follow

Pilih-Pilih Trading vs Investasi, Mana Aktivitas yang Paling Oke Buat Kamu?

Trading vs investasi adalah dua pilihan yang kerap membingungkan bagi para pemula yang masuk ke dalam pasar sekuritas maupun bursa aset kripto. Memang, bagi orang awam, kedua hal tersebut mungkin tak ada bedanya. Tapi, mereka juga perlu tahu bahwa masing-masing aktivitas memiliki perbedaan, lho.

Day trading, atau dikenal juga dengan istilah trading saja, merujuk pada perdagangan harian yang dilakukan oleh seorang trader. Ia membeli atau menjual investasi dalam waktu singkat, dan terkadang hanya dalam hitungan detik atau menit.

Jika harga pasar suatu saham berubah, mereka melakukan transaksi untuk meraup cuan dari fluktuasi tersebut. Dalam trading, semua posisi (pembelian ataupun penjualan) dibuka maupun ditutup dalam hari yang sama.

Lantas, apa bedanya dengan investasi?

Berbeda dengan trading, investasi cenderung bersifat jangka panjang. Seorang investor umumnya membeli atau menjual suatu aset dengan menahannya selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Investor memegang sekuritas mereka dan mendapatkan keuntungan dari menjualnya saat harga pasar berubah dan memberi keuntungan bagi mereka.

Proses pengambilan keputusan dalam trading vs investasi bisa sangat berbeda. Sederet keterampilan dan kepribadian berbeda diperlukan untuk setiap metode.

Perbedaan utama antara keduanya adalah bahwa trading akan menyita lebih banyak waktu dan perhatian seorang trader sepanjang harinya, sementara investasi membutuhkan lebih banyak pemantauan dan kesabaran jangka panjang. Apa saja beda antara trading vs investasi lainnya?

Baca juga: 4 Langkah Sukses Trading, dari Stop Loss Sampai Ubah Perspektif!

Pilih-Pilih Trading vs Investasi, Mana Aktivitas yang Paling Oke Buat Kamu?, Pluang

Memilih Antara Trading vs Investasi

Trading dan investasi jangka panjang mensyaratkan pendekatan berbeda terkait banyak modal yang dibutuhkan, komitmen waktu, hingga potensi imbal hasilnya.

Jika kamu termasuk pemula dalam mengamati pergerakan pasar ekuitas ataupun aset kripto, berikut ini beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan dalam mengambil keputusan melakukan trading vs investasi:

  • Modal yang dibutuhkan
  • Biaya yang sanggup kamu keluarkan
  • Berapa banyak waktu yang kamu miliki
  • Kepribadianmu
  • Tingkat pengembalian atau imbal hasil ideal serta toleransi risikomu

Yuk, kita kupas satu per satu poin-poin tersebut.

1. Modal: Berapa banyak yang dibutuhkan?

Modal adalah pertimbangan nomor wahid saat kita memutuskan memutar dana. Tentu saja. Namun, dalam pertimbangan ini, kamu juga perlu memikirkan strateginya, berapa jumlah yang kamu tetapkan untuk memulai, dan bagaimana kamu membagi dana tersebut dalam diversifikasi aset.

Memilih broker yang tepat juga penting. Bila salah memilih broker, maka taruhannya adalah modal yang kamu pasang di awal akan ludes, atau bahkan dibawa kabur oleh broker yang tidak bertanggung jawab.

2. Biaya yang sanggup kamu keluarkan

Banyak trader dan investor mencari biaya yang rendah saat memulai trading atau investasinya. Baru-baru ini, beberapa broker besar telah menghilangkan biaya yang cenderung besar demi bisa menarik lebih banyak trader.

Biaya dapat bertambah jika kamu melakukan banyak transaksi perdagangan sepanjang hari. Dana yang dikelola secara aktif mengenakan biaya yang lebih tinggi daripada dana yang dikelola secara pasif.

3. Pertimbangkan waktu yang kamu milliki

Kebutuhan waktu untuk melakukan trading vs investasi tentu tergantung sepenuhnya padamu. Pada sebagian besar kasus, trader membutuhkan sepanjang hari atau biasanya setidaknya selama 2 jam untuk melakukan trading harian. Sementara, investasi akan membutuhkan waktu aktif sepanjang bulan.

Untuk melakukan trading, komitmen waktu yang diperlukan minimal 15 jam per minggu pada ujung bawah dan hingga 40 jam per minggu pada ujung atas (jika kamu melakukan trading hampir sepanjang hari). Waktu paling aktif untuk saham, mata uang, dan perdagangan berjangka mendekati waktu buka pasar setiap pagi.

Sementara, berinvestasi jangka panjang dapat dilakukan kapan saja. Kamu tinggal memperkirakan berapa jam selama sebulan kamu  dapat menyisihkan waktu untuk menyisiri aset yang hendak kamu beli. Beberapa investor kawakan memilih untuk lebih aktif, mereka menghabiskan sekian jam  per minggu untuk melakukan penelitian atas aset yang potensial.

Baca juga: Ingin Diversifikasi Bitcoin dan Emas? Simak Komposisi Idealnya di Sini!

4. Kepribadian Trading vs Investasi

Seorang trader dan investor membutuhkan kiat dan disiplin diri untuk mencapai sukses. Kedua metode ini juga membutuhkan kesabaran, meski masing-masingnya membutuhkan jenis berbeda.

Baik investor maupun trader mesti tahu hubungan rumit antara pasar dan investasi. Jika kamu ingin jadi keduanya, kamu perlu tahu cara menggunakan pendekatan-pendekatannya. Baik itu memahami indikator teknis dan analisis keuangan, dan itu membutuhkan dedikasi waktu untuk belajar yang tidak sebentar.

Trader aktif berpotensi melakukan banyak trading dalam sehari. Meski mereka masih harus menunggu waktunya trading beli dan jual, trader yang cerdas memantau pasar hampir setiap saat. Sementara, seorang investor jangka panjang perlu bersabar dan yakin bahwa investasi aset tertentu mereka akan memberi imbal hasil yang baik. Mereka  tidak memantau harga dan posisi aset sepanjang hari dan mengkhawatirkan fluktuasi.

5. Toleransi risiko dan imbal hasil

Istilah high risk, high return bukan sekadar omong kosong dalam melakukan perdagangan aset. Kunci dari berani menghadapi risiko adalah mengetahui berapa banyak yang bisa kamu hasilkan dibandingkan dengan berapa banyak yang perlu kamu khawatirkan untuk hilang. Aturan praktis yang berlaku di awal baik untuk trading vs investasi adalah tidak mengambil risiko lebih dari 1% dari modalmu pada suatu perdagangan.

Dengan modal1% itu, kamu mungkin hanya akan menghasilkan 0,5% hingga 3% per hari. Namun, itu sudah setara dengan 10% hingga 60% laba per bulan. Persentase imbal hasil yang tinggi ini dimungkinkan pada akun dengan jumlah modal yang kecil. Namun, seiring dengan bertambahnya ukuran  akun, tingkat  pengembalian cenderung turun  hingga kurang dari 10% per  bulan.

Pada titik itulah, kamu mungkin perlu mempertimbangkan untuk beralih sebagai investor. Berinvestasi membutuhkan kerangka waktu yang lama dan memungkinkan dana besar bertumbuh lebih subur. Setiap tahunnya, paling tidak kamu dapat memprediksikan imbal hasil lebih tinggi 10% jika menggunakan strategi investasi yang tepat.

Nah, jadi bagaimana Sobat Cuan? Apakah kamu lebih senang trading atau investasi? Kamu bisa mencobanya di aplikasi Pluang! Kamu bisa brinvestasi atau trading emas, S&P 500 index futures, Bitcoin, serta Ethereum!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Business Insider, The Balance

spot_img

Artikel Terbaru

Creative Lead

0

Pluang Pagi – Jumat 17 September 2021

0

Head Of Human Resources

0
spot_img