Currently set to Index
Currently set to Follow

Apa Itu After Hours Trading?

After hours trading adalah proses perdagangan di pasar saham yang dilakukan setelah jam kerja atau jam perdagangan saham atau jam bursa saham normal (di luar waktu day trading).

Periode waktu perdagangan alias day trading dikenal sebagai waktu berlangsungnya sesi perdagangan. Pada sebagian besar pasar saham, sesi perdagangan utama berlangsung pada siang hari, ketika satu sesi perdagangan mewakili satu hari bisnis.

Akan tetapi, aktivitas perdagangan tentu tidak terbatas pada jam perdagangan saham ini. Jam bursa saham untuk sesi after hours trading dapat berlanjut setelah jam kerja. Jaringan komunikasi elektronik memungkingkan terjadinya perdagangan ini.

Umumnya, awal sesi perdagangan memang ditandai dengan bel pembukaan, yang menandakan bahwa pasar sedang dibuka. Demikian pula, hari perdagangan diakhiri dengan bel penutupan. Dan sebagian besar perdagangan terjadi selama waktu ini.

Pada sesi perdagangan setelah jam kerja, terdapat beberapa perbedaan. Perdagangan di luar jam kerja terjadi setelah pasar ditutup. Sesi pasca-pasar ini biasanya berlangsung antara 16:00 dan 20:00, sementara sesi pra-pasar berakhir pada 09:30.

Hanya saja, terdapat beberapa risiko dalam perdagangan setelah jam kerja, termasuk likuditas yang lebih sedikit, spread yang luas, dan lebih banyak persaingan dari investor institusi, dan lebih banyak volatilitas.

Baca juga: Apa Itu Pasar Saham?

Perdagangan setelah jam kerja dan bagaimana jam perdagangan saham ini berlangsung

jam bursa saham

Jam perdagangan saham untuk periode selepas jam kerja ini adalah periode waktu setelah pasar tutup ketika investor dapat membeli dan menjual sekuritas di luar jam perdagangan reguler.

Baik New York Stock Exchange (NYSE) dan Nasdaq biasanya beroperasi antara pukul 09:30 dan 16:00 (Eastern Time, US). Perdagangan selama sesi setelah jam kerja ini dapat diselesaikan kapan saja antara pukul 16:00 dan 20:00.

Dalam sesi perdagangan yang diperpanjang ini, jaringan komunikasi elektronik (electronic communication networks, ECNs) mencocokkan calon pembeli dan penjual tanpa menggunakan bursa saham tradisional.

Volume perdagangan selama sesi perdagangan setelah jam kerja cenderung cukup tipis. Ini karena biasanya hanya ada sedikit pedagang aktif selama periode waktu ini.

Ini bisa berubah, meski dengan lonjakan volume jika ada berita ekonomi besar atau sesuatu yang merugikan suatu perusahaan.

Jam perdagangan saham selepas jam kerja ini digunakan terutama oleh investor institusional hingga pertengahan 1999, ketika layanan ECN tersedia lebih luas untuk investor ritel. ECN tidak hanya memungkinkan investor individu untuk berinteraksi secara elektronik, tetapi juga memungkinkan investor institusi besar berinteraksi secara anonim.

Faktanya, sejumlah broker saat ini menawarkan jenis after hours trading ini, termasuk Charles Schwab, Fidelity, dan TD Ameritrade.

Baca juga: Catat! Kapan Waktu yang Paling Tepat untuk Membeli Saham?

Memahami jam perdagangan saham setelah waktu kerjanya

Perdagangan setelah jam kerja di pasar saham adalah cara yang digunakan pedagang atau investor jika ada berita yang muncul setelah penutupan pasar.

Dalam beberapa kasus, berita, seperti rilis pendapatan, dapat mendorong investor untuk membeli atau menjual saham.

Selain pemberitaan, beberapa faktor juga umum menjadi alasan investor untuk melakukan transaksi jual-beli saham di luar jam kerja perdagangan saham.

Faktor-faktor ini meliputi lonjakan volume lot saham yang mungkin terjadi. Juga, harga yang ditawarkan pada sesi perdagangan tersebut, hingga partisipasi terkait likuiditas dan harga lot saham yang ditawarkan.

Ini berarti bahwa sangat mungkin bagi suatu saham untuk turun tajam di jam-jam setelah jam perdagangan saham, hanya untuk naik setelah sesi perdagangan reguler dilanjutkan keesokan harinya pada pukul 09.30 pagi.

Karena volume yang tipis dan spread lebar dalam jam perdagangan saham setelah jam kerja, jauh lebih mudah untuk mendorong harga lebih tinggi atau lebih rendah. Karenanya, membutuhkan lebih sedikit saham untuk membuat dampak yang substansial.

Meski ini bisa jadi keuntungan tersendiri bagi investor, faktor ini pun dapat menjadi bumerang. Beberapa risiko dan bahaya terkait after hours trading dapat terjadi. Hal ini meliputi lebih sedikit likuiditas, spread yang luas, persaingan yang ketat antara investor individu, hingga volatilitas dan fluktuasi harga yang parah pada saham yang ditawarkan.

Tentunya, jika investor ingin terlibat dalam after hours trading, ia perlu mempertimbangkan faktor risiko ini demi bisa mengatasinya dan menutup celah tersebut.

Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

Sumber: Investopedia, Investopedia

Simak juga:

Ini Alasan Kenapa Kamu Perlu Investasikan Danamu di Saham Bluechip

Belajar Investasi Saham? Intip Yuk Simulasi Trading hingga Strategi Kelola Saham

Terdampak Wabah Corona, IHSG Masih Terkapar, Saham Blue Chip Pun Anjlok

Borong Saham “Diskon” Saat Pandemi COVID-19, Strategi Cuan Jangka Panjang

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img