Currently set to Index
Currently set to Follow

Penasaran dengan Kinerja & Outlook Produk Investasi Pluang Tahun Ini? Yuk, Simak di Sini!

Tahun 2021 tak terasa sudah menginjak bulan keenam. Artinya, tepat sudah kita menginjak setengah jalan dari tahun ini. Meski dalam waktu yang relatif singkat, nyatanya ada banyak dinamika yang mempengaruhi kinerja instrumen investasi. Apalagi seluruh instrumen investasi yang terdapat di aplikasi Pluang!

Seperti yang kita tahu, Pluang adalah aplikasi yang menyediakan beragam investasi mulai dari emas, indeks S&P 500, aset kripto, dan reksa dana. Uniknya, seluruh kelas aset tersebut mengalami pasang surutnya masing-masing dalam enam bulan belakangan. Sehingga, sebagai investor, tentunya Sobat Cuan penasaran dong tentang outlook produk investasi Pluang di sisa tahun ini?

Pluang sendiri sudah membahas tentang ulasan dan outlook kinerja investasi produk Pluang dalam Pluang Talks yang diselenggarakan pada Rabu (2/6), yang dipandu oleh Co-Founder Pluang Richard Chua dan pada Jumat (4/6) yang dipandu oleh VP Treasury Pluang Olivia Jap.

Nah, bagi Sobat Cuan yang ketinggalan Webinar tersebut, yuk simak rangkumannya di artikel ini!

Baca juga: Kinerja IHSG Merah = Saat Tepat Beralih ke Reksadana Pasar Uang? Simak di Sini!

Penasaran dengan Kinerja & Outlook Produk Investasi Pluang Tahun Ini? Yuk, Simak di Sini!, Pluang

1. Emas

manfaat keuntungan investasi harga kinerja investasi emas digital vs emas fisik - waktu terbaik menjual membeli investasi emas

Ulasan Singkat

Sobat Cuan yang doyan membaca segmen Harga Emas Hari Ini di Pluang pasti sudah khatam dengan satu faktor yang bikin harga emas keliyengan sejak awal tahun ini. Ya betul, yakni “buasnya” tingkat imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS.

Gara-gara imbal hasil obligasi yang tidak mau santai, harga emas berkali-kali gagal menembus posisi US$1.900 per ons sejak Februari. Adapun hubungan negatif antara harga emas dan yield obligasi AS bisa dibaca di artikel berikut.

Kondisi tersebut sangat disayangkan, mengingat banyak sekali sentimen positif yang sejatinya bisa mendorong kinerja sang logam mulia. Mulai dari antisipasi inflasi yang meningkat dan rencana pemerintahan Presiden AS Joe Biden untuk menggelontorkan stimulus jumbo AS.

Namun, memasuki Mei, kilau emas semakin terang benderang. Investor mulai menyadari bahwa tingkat imbal hasil riil dari obligasi pemerintah AS akan semakin negatif jika inflasi ke depan benar-benar meradang. Alhasil, investor mulai berburu emas, dan bikin harganya akhirnya kembali menembus US$1.900.

Outlook Emas

Di sisa tahun ini, kilau emas diperkirakan tak memudar yang disebabkan oleh tiga faktor:

  1. Laju penciptaan uang baru di AS akan lebih cepat dibanding produksi emas. Sejak pandemi, bank sentral AS The Fed selalu menambah jumlah uang beredar dengan melakukan operasi pasar terbuka. Hanya saja, suplai uang yang berlebihan itu akan menyebabkan nilai dolar AS anjlok. Di masa-masa seperti ini, tentu investor akan melindungi kekayaannya dengan beralih ke emas. Apalagi, suplai emas setiap tahunnya hanya bertumbuh kurang dari 1%.
  2. Tingkat bunga riil di zona negatif di tahun-tahun berikutnya. Ini lantaran pemerintah AS masih fokus ke pemulihan ekonomi, sehingga bank sentral AS pun tak akan nekat mengerek tingkat suku bunga acuan The Fed. Hal ini pun akan mendorong investor memborong emas.
  3. Inflasi. Di saat inflasi, tentu investor akan memilih menggenggam emas sebagai aset pelindung kekayaan.

2. S&P 500

Pasar saham kinerja investasi amerika serikat investasi sektor s&p 500

Ulasan Singkat

Berbeda dengan emas, indeks S&P 500 nampaknya sudah punya momentum penguatan sejak awal tahun. Bahkan, indeks yang berisikan 500 perusahaan top AS ini seolah-olah tak henti-hentinya mencetak rekor sejak menembus angka 4.000 pada April lalu.

Hal ini disebabkan oleh sentimen optimisme ekonomi AS yang kian menguat di pasar saham. Hal ini pun bikin investor melirik saham-saham yang terpengaruh oleh pertumbuhan ekonomi (reflation trade) dan mulai memalingkan wajah dari saham-saham teknologi. Padahal, sepanjang 2020 lalu, kinerja saham sektor ini terbilang cespleng seiring pembatasan sosial dan budaya kerja dari rumah.

Outlook S&P 500

Di sisa tahun ini, kinerja investasi indeks S&P 500 akan dibumbui segudang madu. Namun, di waktu yang sama, ada pula racun-racun yang akan menghambat kinerja indeks saham top ini. Apa saja hambatan dan pendorong kinerja S&P 500?

Sentimen Positif

  1. Selera investor mulai bergeser ke aset berisiko. Seiring optimisme ekonomi, investor tentu sudah mulai berani untuk memasuki aset-aset berisiko, salah satunya adalah indeks saham. Kemungkinan, mereka akan menyerbu saham-saham reflation trade seiring pembukaan kembali kegiatan ekonomi.
  2. Aset lindung nilai melawan inflasi. Inflasi memang menghantui pasar modal seiring ekonomi AS mulai kembali pulih. Namun, investor nampaknya masih yakin untuk melindungi kekayaannya dari inflasi dengan bertaruh di S&P 500. Apalagi, pertumbuhan indeks ini secara tahun kalender (year-to-date) sudah mencapai 17,4%.
  3. Harga saham S&P 500 masih belum overpriced. Hal ini akan mendorong investor untuk tidak akan keluar pasar sesegera mungkin.

Sentimen Negatif

  1. Kepastian mengenai kebijakan tapering The Fed. Jika The Fed mengetatkan kebijakan moneter, maka hal itu akan berdampak buruk bagi kinerja saham. Penjelasan lengkapnya bisa dibaca di artikel berikut.
  2. Kenaikan inflasi dan overheating ekonomi.
  3. Regulasi perpajakan AS. Sebelumnya, pemerintah AS berencana untuk menaikkan pajak capital gain yang mungkin akan berdampak ke kinerja saham-saham AS. Penjelasan lebih lanjutnya bisa dibaca di artikel ini. Di samping itu, investor pun tengah menanti kelanjutan dari regulasi terkait perusahaan teknologi.

Baca juga: Sobat Cuan, Ini Lho Cara Strategi Investasi Reksadana Untuk Pemula!

3. Bitcoin dan Ethereum

harga investasi aset kripto Ethereum bitcoin influencer

Ulasan Singkat

Tahun 2021 adalah momen yang bikin deg-degan bagi pecinta BTC dan ETH. Mereka mengalami masa di mana masing-masing koin mengalami rekor tertinggi sepanjang masa, namun juga mendera kerugian teramat sangat akibat harga yang anjlok tak berkesudahan sejak akhir April.

Pergerakan harga dua aset kripto tersebut sepanjang lima bulan pertama tahun ini didorong oleh sikap investor institusi yang mulai berani mengadopsi Bitcoin (seperti Tesla dan lembaga jasa pembayaran) sebagai alat pelindung kekayaan dan maraknya permintaan investor institusi atas aset kripto.

Lantas, seperti apa outlook BTC dan ETH di sisa tahun ini?’

Outlook

BTC dan ETH bisa memiliki masa depan cerah karena hal-hal berikut:

  1. Makin banyak investor institusi akan kembali mengadopsi Bitcoin. Hal ini mungkin akan meningkatkan permintaan aset kripto di masa depan.
  2. Momentum bagi investor ritel. Banyak kaum millenial yang mulai tertarik bergelut di aset kripto sehingga menciptakan permintaan yang masif.

Namun di sisi lain, harga aset kripto pun bisa tersungkur karena:

  1. Ancaman regulasi. Belakangan, banyak sekali negara-negara yang menggaungkan perang melawan aset kripto seperti China dan India, yang bisa dibaca di artikel ini.
  2. Momentum kebangkitan altcoin. Belakangan, minat investor kripto mulai teralihkan ke altcoin seiring banyaknya koin non-Bitcoin dan ETH yang berkinerja moncer, atau disebut dengan altcoin season. Apakah kondisi ini akan bikin pecinta kripto berpaling dari BTC dan ETH?
  3. Sentimen risk-off. Gejolak makroekonomi di depan mata bisa saja bikin investor mencari perlindungan sementara untuk melindungi kekayaannya. Hal ini bisa saja bikin investor menjauhi aset kripto.

4. Pasar Pendapatan Tetap

Pasar Pendapatan tetao

Ulasan Singkat

Secara singkat, pasar obligasi dan pendapatan tetap Indonesia cenderung lebih menarik dibandingkan Amerika Serikat. Ini lantaran investor masih bisa menikmati tingkat bunga riil yang tinggi seiring inflasi Indonesia yang cukup rendah.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Mei mencatat bahwa inflasi tahunan (year-on-year) berada di angka 1,68%. Sementara inflasi tahun kalender (ytd) per Mei baru menyentuh 0,9%.

Namun, apakah momentum baik ini akan berlanjut seterusnya?

Outlook

  1. Inflasi Indonesia akan diperkirakan tetap rendah. Bank Indonesia meramal bahwa inflasi hingga akhir tahun bisa mencapai 3,12%, sehingga bisa mendongkrak return riil dari menggenggam obligasi.
  2. Nilai rupiah yang stabil sehingga menyebabkan yield dari obligasi terapresiasi.
  3. Kenaikan permintaan dari investor asing.

Setelah mengetahui outlook produk investasi Pluang, mungkin Sobat Cuan sudah punya kesimpulan sendiri, bukan? Betul, kesimpulannya, sekarang adalah saat yang tepat berinvestasi karena banyaknya sentimen positif yang mengelilingi emas, S&P 500, aset kripto, dan pasar pendapatan tetap.

Oleh karenanya, yuk investasi di Pluang sekarang daripada ketinggalan momen yang tepat!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img