Currently set to Index
Currently set to Follow

Menganalisa Kinerja Indeks S&P500

Indeks S&P 500 merupakan salah satu indeks saham Amerika Serikat terbaik yang mengukur kinerja dari 500 saham perusahaan terbaik di Amerika. Lalu bagaimana sih cara mengukur kinerja S&P 500? Simak ulasan berikut!

Di serial #CerdasCuan ini, topik yang akan kamu pelajari adalah: 

  • Kinerja Indeks S&P500
  • Kinerja S&P500 di saat bear market
  • Faktor yang perlu dipertimbangkan saat menganalisa kinerja S&P500

Kinerja S&P 500 Historikal

  • Grafik Harian S&P500 (10y)

kinerja s&p 500
Sumber: Macrotrends.net

Grafik di atas merupakan gerakan harga harian S&P500 selama sepuluh tahun terakhir. Dapat dilihat bahwa pada dasarnya, pasar saham termasuk S&P500 memiliki tren untuk terus bergerak naik. Tentu saja, di saat krisis pasar akan anjlok seperti yang kita bisa lihat pada tahun 2008-2009 dan 2020.

  • Kejadian Penting di S&P500

Berikut ini merupakan tanggal dan kejadian penting atau milestone untuk S&P 500.

Tanggal Harga Penutupan Event
Jan. 3, 1950 16.66 Penutupan rendah pertama
June 4, 1968 100.38 Pertama kalinya di atas 100
Oct. 19, 1987 224.84 Black Monday (jatuhnya pasar saham di hari Senin)
March 24, 1995 500.97 Penutupan pertama di atas 500
Feb. 2, 1998 1,001.27 Penutupan pertama di atas 1,000
Oct. 9, 2007 1,565.15 Penutupan tertinggi sebelum krisis finansial
Oct. 13, 2008 1,003.35 Kenaikan terbesar di 11.6%
March 28, 2013 1,569.19 Rekor tertinggi terbaru
Aug. 26, 2014 2,000.02 Penutupan pertama di atas 2,000
Sept. 21, 2018 2,929.67 Rekor tertinggi terbaru
Oct. 3, 2018 2,937.06 Perdagangan intra-day tertinggi
July 12, 2019 3,013.77 Penutupan pertama di atas 3,000
Feb. 19, 2019 3,393.52 Rekor tertinggi terbaru
March 12, 2020 2,480.64 Penurunan terbesar sejak Black Monday, masuk ke bear market
March 23, 2020 2,237.40 Saham anjlok
August 19, 2020 3,395.28 Rekor tertinggi terbaru, akhir dari bear market
  • Imbal Hasil Historikal S&P 500 

Pengembalian nominal total tahunan (dalam %, termasuk dividen, tetapi tidak memperhitungkan inflasi) dari S&P 500 selama 50 tahun terakhir dapat dilihat di tabel bawah ini.

  • 2019
  • 2018
  • 2017
  • 2016
  • 2015
  • 2014
  • 2013
  • 2012
  • 2011
  • 2010
  • 2009
  • 2008
  • 2007
  • 2006
  • 2005
  • 2004
  • 2003
  • 2002
  • 2001
  • 2000
  • 1999
  • 1998
  • 1997
  • 1996
  • 1995
  • 1994
  • 1993
  • 1992
  • 1991
  • 1990
  • 1989
  • 1988
  • 1987
  • 1986
  • 1985
  • 1984
  • 1983
  • 1982
  • 1981
  • 1980
  • 1979
  • 1978
  • 1977
  • 1976
  • 1975
  • 1974
  • 1973
  • 1972
  • 1971
  • 1970
  •  31.10%
  • -4.41
  • 21.94
  • 11.93
  • 1.31
  • 13.81
  • 32.43
  • 15.88
  •  2.07
  • 14.87
  • 27.11
  • -37.22
  •  5.46
  • 15.74
  •  4.79
  • 10.82
  • 28.72
  • -22.27
  • -11.98
  • -9.11
  • 21.11
  • 28.73
  • 33.67
  • 23.06
  • 38.02
  •  1.19
  • 10.17
  •  7.60
  • 30.95
  • -3.42
  • 32.00
  • 16.64
  •  5.69
  • 19.06
  • 32.24
  •  5.96
  • 23.13
  • 21.22
  • -5.33
  • 32.76
  • 18.69
  •  6.41
  • -7.78
  • 24.20
  • 38.46
  • -26.95
  • -15.03
  • 19.15
  • 14.54
  •  3.60

Sumber: Investopedia

Kinerja S&P500 di saat bear market

Menganalisa Kinerja Indeks S&P500, Pluang
Pemulihan tahun 2020 pada indeks S&P500 adalah yang tercepat ketiga sejak 1929. Di bear market tahun 2020, S&P500 turun 33,9% (dari puncak di 19 Februari hingga terendah di 23 Maret) sebelum kembali ke puncaknya dalam waktu kurang dari lima bulan. Sumber: Sam Stovall/CFRA; The Balance

Di pertengahan Agustus 2020, S&P500 tidak hanya mencatat rekor tertinggi baru sepanjang masa di 3.389,78, tetapi secara resmi pulih sepenuhnya dari keterpurukan yang terjadi di awal wabah virus korona. Ini adalah pemulihan tercepat ketiga dari bear market, setidaknya sejak tahun 1929. Sentimen positif akan saham teknologi dan intervensi pemerintah telah memicu kebangkitan S&P500.

S&P500 memasuki bear market tercepat, dimana penurunan mencapai titik terendah hanya dalam 33 hari selama Februari dan Maret sebelum mulai berubah arah, menurut data yang dikumpulkan oleh Stovall. Selain itu, pemulihan yang memakan waktu kurang dari lima bulan ini adalah yang ketiga tercepat di antara 17 bear market sejak tahun 1929. Indeks telah melonjak 51,5% sejak penurunan tajam pada 23 Maret, menggantikan semua nilai yang hilang dalam pandemi yang terjadi.

  • Saham Teknologi Memimpin Kenaikan

Saham yang disebut grup “FAAMG” dari Facebook, Amazon, Apple, Microsoft, dan perusahaan induk Google Alphabet, telah meningkat rata-rata sebesar 72%, sejak titik terendah di bulan Maret. Ini adalah lima anggota terbesar dari S&P 500, terhitung lebih dari 20% dari total kapitalisasi pasar indeks.

Mengapa saham teknologi berkinerja sangat baik? Barang dan jasa dari perusahaan ini telah menjadi “minyak yang menjaga mesin tetap menyala” karena mereka memungkinkan orang untuk bekerja dari rumah dan berkomunikasi.

  • Rekor Tertinggi Baru Tidak Menjamin Arah Pasar Selanjutnya 

Pasar saham AS mungkin telah pulih, tapi AS masih sedang menghadapi pandemi dan resesi ekonomi. Selain itu, banyak hal yang akan bergantung pada apakah vaksin COVID-19 terbukti berhasil. Ditambah lagi, tidak ada yang tahu bagaimana pemilihan presiden di bulan November dapat mempengaruhi sentimen pasar tentang pengeluaran pemerintah, negosiasi perdagangan, dan masalah lainnya.

Hanya karena pasar saham telah pulih, investor sebaiknya tidak membuat perubahan besar pada strategi investasi. Mungkin sekarang adalah waktunya untuk mempertimbangkan membeli saham perusahaan yang paling terpukul dalam enam bulan terakhir atau mengalokasikan kembali sejumlah uang dari investasi lainnya kembali ke saham.

Setelah melihat kinerja dari S&P500, apakah #SobatCuan tertarik untuk berinvestasi pada saham AS? Salah satu prinsip berinvestasi yang perlu diterapkan adalah diversifikasi dan sesuaikanlah dengan tujuan investasi dan profil risiko kamu.

Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

Simak juga:

Sejarah Pasar Saham di Indonesia

Bagaimana Menghitung Imbal Hasil Saham S&P 500?

Investasi Saham Sesuai Kondisi Pasar, Bagaimana Caranya?

8 Strategi Investasi Hadapi Bear Market Lantaran Pandemi COVID-19

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img