Currently set to Index
Currently set to Follow

Apa Itu Order?

Order adalah wewenang yang diberikan investor kepada broker untuk membeli atau menjual instrumen dengan mengatasnamakan investor. Hal ini merupakan unit fundamental trading terpenting dalam pasar instrumen, baik itu sekuritas hingga aset kripto.

Sebuah order, atau dalam kata lain pesanan, biasanya dilakukan investor melalui saluran telepon atau platform trading. Namun kini, order bisa dilakukan secara otomatis melalui teknologi algoritma dan otomatisasi trading.

Order biasanya dibagi ke dalam beberapa kategori, di mana investor bisa membatasi pesanannya. Dengan membatasi order-nya, investor bisa meminta broker atau platform trading untuk melakukan atau membatalkan order pada waktu tertentu atau ketika harga aset sudah menyentuh titik tertentu.

Baca juga: Apa Itu Limit Order?

Apa Itu Order?, Pluang

Memahami Order Lebih Jauh

Dalam melakukan order, investor meminta broker untuk membeli atau menjual aset sesuai dengan tipe order yang mereka inginkan. Order tersebut nantinya adalah petunjuk bagi broker untuk melaksanakan order yang dikehendaki investor.

Di dunia investasi, order bukan hanya menyangkut jual beli saham. Namun, juga menyangkut transaksi mata uang, kontrak berjangka, komoditas, obligasi, dan aset lain seperti aset kripto.

Selain itu, jasa trading exchange pada umumnya melakukan order melalui proses bid/ask. Apa pengertian istilah tersebut?

Bid merupakan tawaran harga yang diajukan investor, trader, atau dealer demi membeli sebuah aset. Sementara itu, ask adalah tawaran harga yang diajukan penjual kepada investor, trader, atau dealer. Proses bid/ask akan sukses jika harga yang ditawarkan penjual cocok dengan keingininan pembeli.

Dengan kata lain, di dalam proses bid/ask, seorang investor yang akan menjual aset harus sudah memiliki calon pembeli siaga. Di mana, calon pembeli itu sudah bersedia untuk membeli aset tersebut sesuai harga yang diinginkan sang penjual.

Begitu pun sebaliknya. Seorang pembeli harus sudah menemukan penjual yang bersedia menjual instrumen sesuai harga yang diinginkan sang pembeli.

Proses bid/ask tersebut sangat penting ketika sang investor akan menaruh order. Sebab, ini adalah faktor penentu keputusan trader atau investor lain dalam melakukan order untuk aset yang serupa.

Baca juga: Apa Itu Market Order?

Tipe-Tipe Order

Dalam dunia investasi, order adalah “hak segala bangsa”. Alias, bisa dilakukan baik oleh investor individu maupun investor institusi.

Sebagian besar investor individu melakukan trade melalui broker atau dealers. Sehingga, mereka harus memilih satu di antara sekian banyak jenis order saat akan memesan atau menjual sebuah aset. Nah, di bawah ini adalah beberapa jenis tipe order yang bisa dilakukan oleh investor.

1. Market Order

Di dalam market order, investor meminta broker untuk melakukan order di harga lain yang tersedia. Order jenis ini tidak memiliki harga spesifik dan umumnya selalu dilakukan oleh broker. Investor kerap menggunakan market order jika ini masuk atau cabut dari aktivitas trading secepat mungkin.

2. Limit Buy Order

Pada proses limit buy order, investor bisa meminta broker untuk membeli aset tepat pada harga yang diinginkan, atau di bawahnya.

3. Limit Sell Order

Ini merupakan kebalikan dari limit buy order. Di dalam limit sell order, investor bisa meminta broker untuk menjual asetnya pada harga di atas harga yang terjadi saat ini. Kondisi ini biasanya dimanfaatkan investor yang melakukan posisi long (menahan), sehingga mereka bisa mendulang profit sesegera mungkin.

4. Stop Order

Di dalam stop order, investor bisa meminta broker untuk menjual asetnya jika harganya sudah mencapai titik tertentu di bawah harga saat ini. Tujuannya adalah untuk mencegah investor rugi terlalu dalam ketika harga asetnya sedang turun.

Selain itu, investor juga bisa memanfaatkan stop order dalam menjual asetnya. Biasanya, mereka baru akan membeli aset jika harganya sudah berada di atas harga saat ini.

5. Day Order

Investor bisa meminta broker untuk menjual atau membeli aset tepat setelah investor meminta order.

6. Good till Canceled (GTC)

Ini adalah jenis order di mana pesanan sang investor akan tetap berlaku sampai dibatalkan atau order tersebut sudah terpenuhi.

7. Immediate or Cancel (IoC)

Dalam order ini, investor bisa mempertahankan pesanannya hanya dalam jangka pendek, misalnya beberapa detik saja.

8. All or None (AON)

Ini merupakan order di mana investor tidak akan melakukan pesanan jika keinginannya hanya dipenuhi sebagian saja.

Kemudian, hasil sebuah sesi perdagangan akan sangat dipengaruhi oleh jenis-jenis order yang dipilih investor.

Misalnya, ketika investor mencoba melakukan aksi beli, maka menempakan buy limit di bawah harga aset saat ini akan memberikan sinyal kepada investor lainnya untuk menurunkan buy limit-nya. Alhasil, harga aset tersebut akan anjlok di pasar.

Baca juga: Pasar Terombang-ambing, Kapan Waktu yang Tepat Menjual Saham?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang.

Sumber: Investopedia

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img