Currently set to Index
Currently set to Follow

Kinerja Saham Amerika Datar, ‘Market Cap’ Bitcoin Kian Cetar

Indeks pasar saham utama Amerika Serikat mengakhirI pekan lalu dengan kondisi yang “suam-suam kuku”. Sebab, tiga indeks utama AS yakni NASDAQ, S&P 500, dan Dow Jones hanya mengalami pergerakan yang datar.

Stagnannya pergerakan tersebut dipicu oleh sikap investor yang memalingkan mukanya dari saham, sebuah instrumen aset yang berisiko, ke instrumen berpendapatan tetap, khususnya obligasi pemerintah AS. Sikap tersebut ditengarai oleh antisipasi investor atas kenaikan tingkat inflasi di masa depan dan kenaikan suku bunga acuan AS sebesar 25 basis poin.

Kinerja Saham Amerika Datar, ‘Market Cap’ Bitcoin Kian Cetar, Pluang
Kinerja Mingguan Harga Indeks Utama AS saat penutupan di Jumat lalu (19/2)

Maraknya investor yang beralih ke obligasi pemerintah AS pun bikin imbal hasilnya melompat tinggi. Puncaknya terjadi pada Kamis (18/2) lalu, di mana imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun melonjak 14 basis poin ke angka 1,34%. Posisi ini mendekati level tertingginya yang terjadi Februari 2020 silam.

Pesatnya pertumbuhan imbal hasil obligasi AS ini bikin beberapa investor keringat dingin. Sebab, peristiwa itu dapat merugikan nilai saham perusahaan yang sejatinya mencatatkan kinerja mumpuni dan bergantung pada pinjaman. Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi AS juga tentu akan mengikis daya tarik investasi saham di mata investor.

Hanya saja, terdapat golongan investor lain di Wall Street yang malah percaya bahwa lonjakan imbal hasil obligasi tersebut adalah sinyal pemulihan ekonomi. Sehingga, pergerakan saham pun harus mampu menyerap suku bunga yang lebih tinggi di tengah pendapatan yang kuat.

Meski demikian, di tengah kepungan performa apik obligasi pemerintah AS, ketiga nilai indeks pasar saham Amerika Serikat masih punya harapan menguat mendekati akhir bulan. Ini mengingat nilai indeks S&P 500 dan Dow Jones telah naik 5% dalam bulan ini, sementara Nasdaq tumbuh 6,2%.

Baca juga: Apa Itu 10 Years Treasury Notes?

Kapitalisasi Pasar Bitcoin Tembus US$1 Triliun

Minggu lalu, tepatnya pada Kamis (19/2), Bitcoin mencapai tonggak penting barunya. Selain karena harganya terus-terusan mencapai rekor baru, Bitcoin kini telah memiliki kapitalisasi pasar senilai US$1 triliun. Kondisi ini menjadikan Bitcoin berada di urutan keenam perusahaan dengan kapitalisasi pasar teratas di dunia, seperti ditunjukkan grafik di bawah ini.

market cap

Sekarang, Bitcoin telah memperkuat statusnya sebagai aset triliunan dolar, sejajar dengan nama besar seperti Amazon, Apple dan Google. Beberapa bank-bank ternama pun mulai menunjukkan minat yang meningkat dalam menawarkan layanan kustodian cryptocurrency untuk pelanggan mereka.

Meskipun faktor fundamental Bitcoin terus membaik, namun harga aset kripto tersebut dapat mengalami beberapa turbulensi dalam waktu dekat karena curamnya kurva imbal hasil obligasi AS.

Sementara itu, Ethereum gagal bertahan di atas level US$1.900 (atau sekitar Rp29 juta) dan terkoreksi lebih rendah terhadap Dolar AS. Dari sisi teknikal, harga Ethereum akan terus terkoreksi dan sepertinya akan menguji level US$1.750 ( sekitar Rp25 juta) sebelum mengalami kenaikan baru.

Baca juga: Pasar Saham dan Bitcoin Lesu, Ini Hal-hal yang Dinanti Investor

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img