Currently set to Index
Currently set to Follow

Prediksi: Bursa Saham AS Terus Berjaya, Bitcoin Sentuh US$50.000

Para pelaku pasar kini penasaran dengan prediksi bursa saham AS dan harga Bitcoin setelah keduanya menunjukkan kejayaannya pada pekan lalu. Lantas, faktor-faktor apa saja yang kini tengah menjadi perhatian investor di kedua aset tersebut?

Prediksi Saham AS Mengarah ke Penguatan

Pasar ekuitas AS ditutup sedikit lebih tinggi minggu lalu (12/2) setelah investor memasukkan dana sebesar US$58 miliar di pasar ekuitas AS pada pekan lalu. Peningkatan tersebut terjadi meski reli di pasar ekuitas AS terhenti sejak Rabu kemarin.

Alhasil, indeks Dow Jones naik 4,7% di bulan Februari. Sementara itu, nilai indeks saham S&P 500 dan Nasdaq masing-masing telah menguat sebesar 5,4% dan 7,1%. Dalam hal ini, pergerakan nilai indeks S&P 500 paling bikin senyum mengembang, sebab ia telah mencapai sembilan rekor penutupan tertinggi sepanjang tahun ini.

Selain itu, reli ekuitas juga terjadi secara global. Indeks Dunia MSCI telah positif selama 10 hari berturut-turut, atau kemenangan beruntun terpanjang sejak Januari 2018.

Di pasar AS, sektor siklikal, yang paling sensitif terhadap rebound ekonomi, telah memimpin kenaikan di bulan Februari. Nilai indeks sektor energi naik lebih dari 12% bulan ini, sementara sektor keuangan naik 8,4% karena suku bunga jangka panjang dan imbal hasil obligasi negara telah pulih.

Hanya saja, sentimen keyakinan konsumen AS yang telah bertahan selama pandemi telah menunjukkan beberapa tanda pelemahan. Apalagi, setelah nilainya secara tak terduga turun ke level terendah enam bulan pada awal bulan ini, menurut perkiraan awal University of Michigan.

Menurut survei itu, prospek pendapatan pribadi menurun dan lebih banyak warga Amerika Serikat mengkhawatirkan inflasi yang lebih tinggi. Fraksi Partai Demokrat di legislatif AS terus mendorong rencana stimulus fiskal sebesar US$1.9 triliun mereka melalui komite di Capitol Hill minggu ini, di mana pengesahan diharapkan terjadi di akhir bulan ini.

Baca juga: Harga Emas Akan Naik 62% dalam 3 Tahun? Simak Prediksi Para Analis Ini!

Harga Bitcoin Sentuh US$50.000 per Keping

Bitcoin sebelumnya menghadapi resistensi kecil di dekat US$50.000. Tetapi, level penghalang psikologis tersebut telah dilewati, dan kini harga Bitcoin sudah menyentuh US$50 ribu per keping atau Rp700 juta pada Selasa (16/2).

Metrik permintaan dan penawaran yang menentukan harga aset dan data dari Glassnode, sebuah perusahaan data on-chain, menunjukkan bahwa pasokan likuid Bitcoin (BTC) telah menurun sejak Juni 2020. Ini menandakan bahwa trader yang memiliki Bitcoin tidak menjual kepemilikannya pada BTC.

Ketika pasokan menyusut, permintaan telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir karena semakin banyak investor institusional yang membeli Bitcoin.

Bloomberg baru-baru ini melaporkan bahwa anak perusahaan Morgan Stanley Investment Management, Cointerpoint Global “sedang menjajaki apakah mata uang kripto akan menjadi pilihan yang cocok untuk investornya.”

Menurut situs Morgan Stanley, Counterpoint Global memilih untuk berinvestasi pada aset “yang nilai pasarnya dapat meningkat secara signifikan karena alasan fundamental yang mendasarinya”. Ini menunjukkan bahwa bank percaya harga Bitcoin saat ini bisa jadi bernilai lebih rendah dibandingkan dengan fundamentalnya.

Pantau perkembangan kapitalisasi pasar aset kripto di sini.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img