Currently set to Index
Currently set to Follow

Stimulus AS Berikan Angin Segar, Indeks Saham AS dan Bitcoin Makin Sangar

Kinerja pasar saham Amerika Serikat mengakhiri pekan lalu (12/3) dengan manis setelah indeks Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 ditutup pada rekor tertinggi baru. Meski demikian, nasib kurang mujur dialamin oleh Nasdaq yang turun 0,6% di periode yang sama. Hal ini tentu bikin investor penasaran ihwal prediksi ketiga indeks saham utama itu pada pekan ini.

Pekan ini nampaknya masih akan menjadi masa-masa yang menyenangkan bagi ketiga indeks saham AS. Sebab, kemungkinan atas ketersediaan empat jenis vaksin di AS dan pengesahan Undang-Undang (UU) stimulus fiskal AS senilai US$1,9 triliun memberi investor harapan bahwa pemulihan ekonomi akan cepat datang.

Investor juga terus memantau pemulihan perdagangan menyusul optimisme yang dibawa oleh berita bahagia dari produsen vaksin, Novavax, yang mengklaim bahwa vaksin buatannya memiliki tingkat efikasi sebesar 89,7%.

Vaksin tersebut dinyatakan 96,4% efektif melawan penyakit ringan, sedang, dan parah yang disebabkan oleh strain asli, dan 86,3% efektif melawan varian virus yang lebih kuat yakni strain B.1.1.7 yang berasal di Inggris.

Selain itu, bank sentral AS The Fed dan Bank of England akan membuat pengumuman baru terkait kebijakan suku bunga acuan, yang diprediksi tidak akan berubah.

Prediksi Saham Amerika Serikat: Apa yang Dinanti Investor Minggu Ini

Minggu ini, The Fed, Bank Sentral Jepang, dan Bank of England akan mengumumkan kebijakan moneter untuk negaranya masing-masing pada hari Rabu dan Kamis. Kemungkinan besar, tidak ada bank yang akan mengubah suku bunga acuannya.

Namun, investor perlu memperhatikan apakah mereka akan memperpanjang atau memperluas berbagai program pelonggaran kuantitatifnya. Salah satu yang perlu diawasi ketat adalah kebijakan milik Bank of England, yang saat ini tengah memutar otak dalam menghadapi gangguan ekonomi yang disebabkan oleh Brexit.

Laporan penjualan ritel bulan Februari AS juga keluar minggu ini untuk memberi lebih banyak informasi tentang konsumen AS.

Selain itu, investor juga tidak boleh lupa akan ancaman kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, yang sukses bikin nilai indeks Nasdaq keok pekan lalu.

Pada akhir pekan lalu, tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun mencapai titik tertinggi terbarunya. Namun, banyak pihak justru menilai kenaikan imbal hasil itu disebabkan oleh pemulihan ekonomi AS yang makin mantap.

Tak Hanya Prediksi Saham Amerika Serikat, Namun Bitcoin pun Diramal Akan Bullish

Harga Bitcoin (BTC) telah naik lebih dari 1.000% sejak Maret 2020, yang menunjukkan bahwa kelas aset digital telah mengungguli kelas aset tradisional seperti ekuitas, komoditas dan obligasi dengan margin yang amat besar. Bahkan, harga Bitcoin kembali menyentuh level tertinggi sepanjang masa yakni US$61.500 pada hari Minggu (14/3).

Hal ini membuktikan bahwa Bitcoin masih memiliki daya tarik meski didera reli tajam sekitar dua pekan lalu. Sebagai buktinya, analis Jarvis Labs, Ben Lilly mengatakan bahwa investor kelas kakap Bitcoin, dikenal dengan whales, yang memiliki 100 hingga 1.000 keping Bitcoin telah menambahkan sekitar 63.000 Bitcoin dalam kepemilikan gabungan mereka sejak 28 Februari.

Namun di hari Senin, harga Bitcoin mulai berkonsolidasi di sekitar US$60.000. Reli mulai jeda dari rekor tertingginya lantaran investor mulai khawatir akan inflasi dan pengeluaran stimulus AS untuk mendorong harganya naik lebih tinggi lagi.

Reli tersebut juga mungkin berhenti setelah Reuters melaporkan bahwa India akan mulai mengeluarkan larangan aset digital.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img