Currently set to Index
Currently set to Follow

Diprediksi Bullish, Indeks Saham AS dan Bitcoin Pekan Ini Akan Bernasib Manis

Pergerakan nilai indeks saham Amerika Serikat (AS) berubah haluan di akhir pekan setelah diterpa ombak kuat sepanjang awal Maret ini. Pada Jumat (5/3), seluruh indeks utama pasar saham AS berubah menghiaju seiring dorongan yang kuat di semua sektor.

Nilai indeks Nasdaq dan Dow Industrials masing-masing ditutup 1,6% dan 1,9% lebih tinggi pada akhir pekan lalu. Bagi indeks Dow Jones, ini adalah minggu terbaik dalam empat tahun terakhir karena investor mulai beralih pada saham-saham di sektor yang mulai menunjukkan pemulihan, seperti sektor keuangan, industri, dan energi.

Sementara itu, indeks S&P 500 juga mencatat kenaikan di pekan lalu meski hanya sebesar 2% saja. Sehingga, secara total, indeks saham acuan Amerika Serikat ini telah turun 3% dari rekor tertingginya beberapa minggu lalu.

Tetapi, perlu diingat bahwa nilai indeks S&P 500 sempat mengalami penurunan berulang kali dan bahkan dengan nilai penurunan 5% sejak Agustus. Maka, bisa dikatakan bahwa penurunan S&P 500 di tahun ini tak seberapa jika dibandingkan periode-periode sebelumnya.

Sentimen Indeks Saham Amerika Serikat: Pemulihan Lapangan Pekerjaan

Salah satu sentimen yang mempengaruhi indeks saham Amerika Serikat adalah laporan pembukaan lapangan kerja baru AS yang terbilang cukup kinclong.

Departemen Ketenagakerjaan AS pada pekan lalu melaporkan bahwa sebanyak 379 ribu pekerjaan telah tercipta pada Februari, atau naik drastis dari 166 ribu pekerjaan baru di Januari, lantaran beberapa perusahaan mulai optimistis dengan pemulihan ekonomi negara Paman Sam tersebut. Realisasi tersebut juga mengalahkan prediksi sebelumnya yang meramal bahwa AS hanya akan menambah 182 ribu pekerjaan saja di bulan Februari.

Laporan pekerjaan yang melebihi ekspektasi ini awalnya menyebabkan investor berlindung dengan menggenggam obligasi pemerintah AS. Apalagi, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun juga mengalami kenaikan yang ganas.

Laporan ketenagakerjaan memberikan pandangan yang hampir akurat ihwal kondisi ekonomi AS saat ini. Laporan tersebut menjadi sebuah pertanda baik sebab pertumbuhan lapangan pekerjaan tampaknya mulai kembali ke jalur positif. Kenaikan pembukaan lapangan kerja baru pun akan menguatkan daya beli masyarakat, sehingga mereka bisa mulai berbelanja dan memperbanyak konsumsi. Apalagi, kini makin banyak orang yang telah menerima vaksinasi dan bisnis-bisnis di AS pun perlahan mulai di

Hanya saja, kenaikan angka pekerja baru dengan sejumlah uang yang akan “dibakar” tampaknya membuat investor khawatir bahwa inflasi akan naik. Meskipun bank sentral AS The Fed berjanji bahwa suku bunga tidak akan berubah untuk sementara waktu, prospek akan kenaikan inflasi terbilang cukup untuk mendorong investor untuk melakukan aksi jual pada hari Jumat.

Alhasil, investor melakukan aksi jual untuk saham-saham teknologi yang tercatat di indeks saham Amerika Serikat pada Jumat.

Stimulus AS Disahkan, Bitcoin Bullish

Harga Bitcoin (BTC) menyentuh US$51 ribu per keping pada Minggu (7/3) setelah Senat AS mengesahkan stimulus fiskal sebesar US$1,9 triliun, yang selama ini hanya menjadi wacana dalam dua bulan terakhir.

Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa persetujuan Senat menunjukkan kemajuan besar dalam memberikan stimulus yang “sangat dibutuhkan” kepada orang Amerika. “Hari ini saya dapat mengatakan bahwa kita telah mengambil satu langkah besar lagi untuk memenuhi janji itu, bahwa bantuan sedang dalam proses. Tidak selalu indah, tapi sangat dibutuhkan, sangat dibutuhkan,” jelas dia.

Setelah RUU stimulus disahkan, kondisi keuangan di A.S pun diprediksi akan semakin longgar. Hal ini tercermin dalam setahun terakhir, di mana dampak dari kebijakan tersebut meningkatkan selera investor untuk aset berisiko, termasuk saham dan aset kripto. Contohnya adalah April 2020, di mana nilai pasar ekuitas AS dan aset kripto melonjak setelah RUU stimulus AS pertama disahkan pada bulan itu.

Berkaca dari hal tersebut, investor mengantisipasi bahwa paket stimulus kedua akan memiliki efek serupa pada harga Bitcoin dalam jangka pendek.

Peter Brandt, seorang trader, mengatakan bahwa devaluasi pada daya beli dolar AS baru saja dimulai. Kombinasi dari dolar yang terdevaluasi dan paket stimulus baru kemungkinan akan menyebabkan sentimen pasar di sekitar Bitcoin meningkat.

“Inilah sebabnya mengapa Bitcoin, real estat, ekuitas AS, dan komoditas akan terus mengalami tren lebih tinggi jika kita melihatnya dari nilai fiat dolar AS, karena devaluasi mata uang tersebut akan terjadi,” kata Brandt.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

Performance Marketing Manager

0

Product Manager

0

Product & UX Researcher

0
spot_img