Currently set to Index
Currently set to Follow

Vaksin dan Stimulus Fiskal AS Cerahkan Prediksi Saham S&P 500 Tahun Ini

Tahun 2020 ditutup dengan catatan yang sangat positif pada pasar saham. Hal ini didukung dengan adanya terobosan vaksin, perjanjian Brexit, dan paket fiskal AS baru. Lalu, apakah yang dapat dinanti investor di tahun 2021 ini? Dan bagaimana prediksi tersebut?

Prediksi dan Analisa Indeks Saham S&P 500 di 2021 

Berikut ini merupakan analisa, skenario dan prediksi indeks S&P 500 dari analis UBS, David Lefkowitz dan Matthew Tormey.

Skenario Utama

Prediksi S&P 500 di Desember 2021: 4.000

Tahun lalu dapat dikatakan sangat menantang dari sejumlah perspektif. Namun, ekuitas AS menghasilkan performa yang cukup kuat. S&P 500 naik 18,4% secara tahunan, sementara ekuitas kapitalisasi kecil dan kapitalisasi tengah naik masing-masing 19,9% dan 17,1% di periode yang sama.

Kenaikan kinerja harga saham ini didukung oleh respons fiskal dan moneter yang luar biasa terhadap pandemi COVID-19. Selain itu, pengembangan vaksin yang cepat, serta tanggapan positif dari investor terhadap hasil pemilu AS juga mendukung penguatan tersebut.

Analis mengatakan, kinerja kinclong itu diperkirakan berlanjut selama enam hingga 12 bulan ke depan. Salah satu sentimen yang mendukung pertumbuhan itu adalah stimulus fiskal jumbo yang akan digelontorkan pemerintah AS di bawah Presiden Joe Biden.

Senat AS diprediksi akan menyetujui program stimulus itu dengan gampang lantaran mayoritas kursinya kini diduduki oleh Partai Demokrat. Partai itu ialah kendaraan politik sama yang mengantar Biden ke kursi kepresidenan AS.

Adapun, sentimen lain yang mempengaruhi pertumbuhan harga-harga saham AS adalah program vaksinasi massal di negara tersebut. Para analis optimistis, program tersebut memberi petunjuk investor bahwa pandemi COVID-19 akan segera menemui akhir.

Di luar dua sentimen tersebut, reli indeks harga saham AS tahun ini juga akan dipicu oleh kebijakan akomodatif The Fed. Sokongan itu juga mendorong kenaikan harga saham di tahun lalu.

Seluruh sentimen tersebut diperkirakan mendorong pemulihan ekonomi yang kuat dan menumbuhkan keuntungan atau pendapatan perusahaan-perusahaan.

UBS memperkirakan imbal hasil S&P 500 akan naik 26% menjadi US$175 per lembar pada tahun ini dan akan meningkat lagi sebesar 11% ke US$195 per lembar di 2022.

Meskipun valuasinya lebih tinggi daripada rata-rata secara historikal, pertumbuhan ini masih terlihat masuk akal dengan konteks tingkat suku bunga yang sangat rendah. Prediksi harga indeks saham S&P 500 dari UBS untuk bulan Juni dan Desember 2021 masing-masing adalah 3.900 dan 4.000.

Skenario Positif Skenario Negatif
Target S&P 500 di Desember 2021: 4.300 Target S&P 500 di Desember 2021: 3.200
Virus Korona

Vaksin dan terapi diluncurkan lebih cepat dari yang diharapkan. Hal ini mengarah ke normalisasi cepat dalam aktivitas. Strain virus baru memiliki dampak minimal pada pemulihan.

Virus Korona

Infeksi yang meluas menyebabkan perlambatan dalam pemulihan, menunda kembali ke aktivitas ekonomi normal.
Peluncuran vaksin mengalami kemunduran besar.

Pemulihan V-Shaped

Dukungan fiskal dan moneter yang lebih besar dari perkiraan mendorong peningkatan laba perusahaan yang bahkan mungkin lebih tinggi.

Inflasi

Inflasi meningkat dan bank sentral dipaksa untuk menurunkannya
sikap mereka yang sangat akomodatif.

Inflasi Terkontrol

Meskipun pemulihan tajam, tekanan inflasi tetap diredam dan Fed tetap akomodatif.

Hubungan AS-China

Ketegangan antara kedua negara meningkat, membuat depresi
sentimen bisnis dan pertumbuhan ekonomi.

Apa yang Dinanti Investor Minggu Ini

Minggu lalu, keempat Indeks utama AS — Dow Jones, S&P 500, NASDAQ, dan Russell 2000 — masing-masing mengukir rekor tertinggi baru selama seminggu. Rekor ini merupakan kinerja pasca-pelantikan presiden AS yang terkuat di pasar AS sejak 1932.

Setelah pergerakan yang beragam untuk ekuitas AS dalam sepekan terakhir, pelaku pasar meramal bahwa saham-saham teknologi berkapitalisasi besar seperti Facebook, Tesla, Microsoft, dan Apple akan kembali berkibar di pekan ini. Makanya, kini investor tengah mengarahkan mata pada rilis laporan keuangan mereka di kuartal IV 2020 pada pekan ini.

Selain itu, pelaku pasar juga mengantisipasi rapat umum komite moneter federal (FOMC) The Fed yang membahas tentang suku bunga acuan pada Selasa (26/1). Suku bunga acuan AS diperkirakan stabil di 0,25% pada rapat dewan gubernur bank sentral pertama di bawah pemerintahan Biden tersebut.

Bitcoin Lunglai Saat Prediksi Indeks Harga Saham S&P 500 Cemerlang

Di sisi lain, longsornya harga Bitcoin pada pekan lalu mencatat rekor sebagai penurunan harga terbesar secara mingguan sejak September 2020.

Sementara itu, di hari Senin (25/1), Ethereum mencetak rekor tertinggi baru pada sekitar $1.475. Harga ini resmi mengalahkan harga tertinggi sebelumnya pada Tahun 2018 yang membuat persepsi positif saat ini masih kuat terhadap Ethereum.

Pelaku pasar juga akan memfokuskan perhatan pada World Economic Forum di Davos pekan ini, di mana aset mata uang kripto akan menjadi salah satu agenda pembahasannya. Forum ini akan menampilkan dua sesi terpisah tentang cryptocurrency, memberikan sinyal menarik bahwa aset digital telah meresap ke dalam arus yang keuangan mainstream.

Baca juga: FOMC: Pengaruhnya pada Kebijakan Moneter AS dan Pasar Keuangan Dunia

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Artikel Terbaru